
POV. MAYA
sudah pukul sepuluh malam,aku masih berusaha memelap kan mataku namun tak bisa,wajah Ira terus hadir di fikiran ku,bagai mana kabarnya anak itu,apa di perjalanan baik-baik saja,semoga saja bus yang ia tumpangi tak ada masalah
aku tak menyangka,gadis itu akan menjadi korban dari nafsu bejat ayah tirinya,aku kira penderitaan nya selama sepuluh tahun hidup tanpa sosok ayah sudah berakhir saat Ikbal menikahi kak Tina,ternyata aku salah,kebaikan yang Ikbal tunjukkan selama ini hanya untuk menutupi kelakuan bejat nya terhadap Ira,sampai hati dia memperdaya anak dua belas tahun untuk melayani hasrat nya,dia tak lebih dari binat*ng,kasihan kakak ku Tina,memikirkan itu aku rasanya sangat geram,ingin ku laporkan saja lelaki bejat itu ke polisi kalau tak ku ingat kak Tina,dia sangat mempercayai suaminya,jika semua terbongkar aku takut kak tina tidak akan bisa menerima,bisa mati berdiri dia kalau tau suami yang begitu ia percaya ternyata telah menjadikan anak nya mangsa
sikap bang Ikbal Selama ini memang sangat romantis terhadap kakakku itu,karna itu kak Tina selalu terperdaya oleh tipuan Ikbal,begitu juga dengan ku,selama ini ku kira dia orang baik,perawakan nya sangat sopan dan alim,tapi tenyata aku salah,kasihan Ira dan kakak ku telah terperangkap oleh permainan lelaki bejat itu
suami ku kebetulan keluar sejak habis magrib untuk urusan pekerjaan,biasa nya akan pulang agak larut,biasanya jam sembilan aku sudah mengajak anak-anak untuk tidur,tapi gelisah di hatiku buat mata tak mau terpejam,sudah dari tadi malam Ira dalam perjalanan entah dia sudah sampai ke pelabuhan Dumai,aku sudah coba menghubungi nomor handphone nya yang baru tapi tak aktif,mungkin dia kehabisan baterai karena perjalanan jauh tak ada tempat untuk charger
tok! tok! tok!... suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku,gegas aku bangkit dari tidur ku menuju jendela ruang tamu,entah siapa yang mengetuk pintu padahal sudah malam,apa suami ku ya? tapi aku tak mendengarkan suara motor nya tadi
ku,singkap sedikit gorden untuk melihat siapa gerangan yang ada di luar pintu,ternyata Ikbal sedang berdiri di luar sana,untuk apa laki-laki bangsat itu kemari,muak rasanya melihat muka itu,pasti dia ingin tau kemana Ira pergi,aku tak akan pernah mengatakan padanya di mana Ira sekarang,lagi pula ini sudah jam sepuluh malam buat apa dia kesini,mana suamiku sedang tak di rumah
tok! tok! tok!
"assalamualaikum Maya..." ucap nya dengan suara yang terbilang keras,ini sudah malam aku takut suara berisik Ikbal mengganggu tetangga,mau tak mau ku buka saja pintu ini
__ADS_1
Ikbal berdiri tepat di hadapan ku saat pintu telah ku buka,punya nyali juga dia menemui ku setelah aku mengetahui kedok nya
"aku mau bicara!" ucap nya seraya masuk kedalam rumah tanpa ku persilahkan kan,dia bahkan memaksaku untuk sedikit bergeser dari posisi ku karena menghalanginya masuk
laki-laki itu segera duduk di sofa sedang aku masih berdiri di dekat pintu,takut akan menjadi fitnah karena menerima lelaki di rumah saat suami tidak ada,walau dia Abang ipar ku
"mau apa kau kesini..!?" tanyaku tanpa embel-embel Abang ipar seperti biasa aku memanggil nya
"may... kamu tau kan di mana Ira!?" Ikbal menatap ku tajam seakan ingin menerkam,wajah nya tampak marah dan penuh kekesalan
"aku enggak tau,dia enggak bilang mau kemana" jawab ku ketus
"apaaa? suruh Ira pulang... untuk apa Ira harus kembali pulang,agar bisa melayani nafsu bejat mu lagi iya!?" ucap ku geram dengan ocehan makhluk tak tau diri itu
"terserah kau mau bilang apa,aku cuma mau Ira pulang,aku tak Sudi Ira menikah dengan bajingan itu!" ucap nya dengan nada mulai meninggi
"apa hak mu larang Ira,biar kan dia menikah dengan siapa pun pilihan nya,masih untung Ira ada yang mau nikahi setelah cukup kau pakai sebagai pemuas mu!" bentak ku semakin kesal
__ADS_1
" enggak bisa! Ira hanya akan menjadi milikku,aku tak akan biarkan orang lain memilikinya!" ucapan Ikbal membuat ku semakin muak saja,ingin rasnya ku gampar mulut tak tau malu itu,ingin memiliki Ira katanya,apa dia sadar kalau Ira itu Anak tiri nya
"gila kau memang! kau lupa ibu Ira itu siapa mu!? kau lupa kalau anak-anak mu itu lahir dari rahim yang sama dengan Ira! dia anak tiri mu bal,bagai mana bisa kau berfikir memiliki nya!!?" kesal ku semakin menjadi,kalau tak ku ingat di lelaki dan suami ku tak di rumah,sudah ku ambil balok dan memukul tengkorak nya agar dia sadar hal gila yang sedang dia lakukan itu salah,tapi aku kalah nyali,melihat dia menghancurkan seisi rumah nya saj tadi aku sudah bisa bayang kan seperti apa marah nya dia sekarang ini,pantas saja Ira memilih kabur dari pada menikah disini dengan Aril
"terserah kau mau bilang apa,aku sudah memberi kenyamanan untuk hidup Ira,aku sudah beri dia banyak kasih sayang,aku sudah banyak berkorban untuk Ira"
"berkorban supaya Ira mau melayani nafsu mu maksud nya kan!?"
"kami melakukan nya atas dasar suka sama suka,aku tak pernah memaksa Ira Untu melayani ku!" ucap nya penuh percaya diri
"kau tak memaksa,tapi kau perdaya anak berusia dua belas tahun untuk kesenangan mu,kau umpani dia dengan uang,aku tak sangka pikiran mu se kotor itu, pura pura mencintai kakak ku,sedang anak nya kau embat juga" Ikbal semakin marah dengan ucapan ku tadi,baginya apa yang dia lakukan bukan lah kesalahan,entah terbuat dari apa hati dan fikiran manusia satu ini
"sudah..!! kau mau kasih tau atau tidak dimana Ira" Ikbal beranjak dari duduk nya sambil menatap tajam ke arah ku
"aku enggak tau dimana Ira" jawab ku singkat dan berharap dia segera pergi,sejujur nya aku sudah sangat muak melihat wajah nya
"kalau kau tak mau beritahu kan di mana Ira,aku akan cari sendiri,tapi jangan salah kan aku jika nanti mereka ku temukan,mereka hanya akan tinggal nama!!" hardik nya sembari bejalan keluar pintu dimana aku masih berdiri di situ
__ADS_1
"tunggu..!!" ucapan ku membuat Ikbal menghentikan langkah nya
"kalau kau macam-macam sama Ira aku akan laporkan kau dengan kasus pencabulan anak di bawah umur,Ira punya bukti yang bisa menjerumuskan mu kepenjara!"