SELINGKUHAN SUAMI IBUKU

SELINGKUHAN SUAMI IBUKU
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "34"


__ADS_3

Suara panggilan berasal dari handphone ku,gegas ku raih dan menjawab panggilan itu


"assalamualaikum bi,bibi di mana?"


"Ira..." suara lemah dan parau manggil namaku di seberang sana,itu ibu ku apa yang terjadi hingga ibu selemah itu


"Buu... maaf kan Ira" aku tak bisa lagi membendung rasa di hati ku,aku sangat merindukan suara itu,tangis ku pecah seketika


"nak... kenapa kamu pergi dari rumah,apa yang buat kamu meninggalkan ibu?" aku mendengar isakan dari suara lemah itu,maaf kan aku ibu,selalu saja melukai mu


"Ira enggak bisa jelasin sebab nya Bu,yang pasti sekarang Ira baik-baik aja,ibu jangan lagi khawatir kan Ira ya" ucap ku masih dengan tangis


"nak... bagai mana ibu bisa tenang,kamu pergi tanpa ibu tau penyebab nya,apa benar kamu pergi dengan pacar mu nak,siapa dia ira?" apa yang harus ku katakan sekarang,aku tak mungkin mengatakan kalau aku lari dengan Aril,sedang Bu nila sudah pernah melamar ku dan aku tak memberi kan jawaban akan lamaran itu


"Ira... apa kamu sudah menikah nak,siapa laki-laki itu,kenapa kamu harus kawin lari?" ibu kembali bertanya, pasti inilah yang selama ini ibu pikirkan, kenapa aku harus lari,apa penyebab nya, sedang ibu tak pernah mengekang ku,aku pergi tanpa alas yang bisa ia mengerti


"Ira sudah menikah Bu,ayah kandung Ira yang menjadi walinya, suatu saat Ira akan pulang dan menunjukkan pada ibu siapa suami Ira,tapi tidak sekarang"


" kenapa nak,pulang lah... ibu akan resmikan pernikahan kalian,apapun kemauan mu tak akan ibu halangi,pulang lah... ibu rindu" ucap ibu separuh merengek,hati ku terasa sakit mendengar ucapan rindu ibu,aku juga sangat merindukan nya,selama ini aku tak pernah terpisah dari ibu

__ADS_1


"Ira akan pulang Bu,tapi enggak sekarang,Ira mau ibu selalu sehat,agar bisa menyambut kepulangan Ira,dan meresmikan pernikahan Ira nanti" aku hanya mendengar suara isakan dari seberang sana


"Bu,Ira mohon ibu jangan katakan siapapun kalau hari ini Ira hubungi ibu,termasuk juga ayah ya Bu" ucap ku berharap ibu bisa mengerti permintaan ku


"Ira... apa ayah mu penyebab semua ini" ucapan ibu membuat ku terdiam tak bergeming,kenapa ibu harus berfikir begitu,jangan sampai ibu tau apa yang aku lakukan dengan ayah selama bertahun lamanya,ibu tidak akan sanggup,ibu pengidap diabetes tinggi,itu akan berpengaruh buruk padanya,ku tarik nafas dalam sesak rasanya mengingat semua yang telah terjadi


"Ira... kenapa kamu hanya diam nak..."


"ibu bicara apa,bukan ayah penyebabnya,Ira akan kasih tau ibu nanti jika sudah saat nya, sekarang ibu istirahat,jaga kesehatan ya Bu,Ira enngak mau lagi dengar ibu sakit" aku sungguh berharap ibu segera sembuh,aku merasa sangat bersalah dengan kondisi ibu saat ini,aku lah penyebab derita ibu


aku menutup panggilan setelah ber ulang kali meminta ibu untuk tidak mengkhawatirkan ku,dan segeralah sembuh karna aku baik- baik saja di di sini


apa aku ungkap kan saja kebenaran tentang ayah,dia pasti tak akan berani macam-macam lagi pada ku dan aril,atau ku lapor kan saja perlakuan ayah padaku selama ini seperti yang di sarankan bibi,tapi apa itu mungkin ku lakukan,dengan kondisi ibu sekarang ini,tidak mungkin ibu akan sanggup menerima kenyataan bahwa putrinya telah menjalin hubungan terlarang dengan suami yang sangat ia cintai,ini juga akan menjadi aib bagi keluarga ku dan juga aril


***


sudah sebulan aku tinggal di kamar kos bersama Aril,siang aku hanya sendirian di kamar karena Aril sekarang sudah bekerja di pabrik,Aril akan pergi bekerja pukul tujuh pagi dan sampai kembali di rumah pukul enam sore,sesekali aku akan mengunjungi rumah Bu nur agar tak terlalu bosan di rumah


"bang... apa enggak sebaik nya Ira ikut keja aja,Ira bosan di rumah cuma sendirian" aku menyampaikan maksud ku untuk bekerja saat kami Sadang makan malam,Aril melihat ke arah ku,lalu kembali menikmati makan malam nya

__ADS_1


"boleh ya...?" tanya ku lagi


"kamu di rumah aja dulu ya,kalau bosan kan bisa ke rumah Bu nur kayak biasanya" ucap Aril menyudahi makan nya


"kenapa bang,Ira enggak dibolehin kerja?" tanyaku lagi


"nanti kamu kecapean,kan kita mau cepat punya baby..." mata Ariel melirik ku nakal,aku hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan nya,Aril memang sudah merencanakan itu sebelum nya,dia ingin aku segera mengandung anak nya,selain ingin membina rumah tangga yang utuh Aril juga berfikir jika kami telah memiliki anak nanti ayah tidak akan bisa bertindak semaunya lagi


aku menarik nafas dalam, menurut ku memiliki anak bukan lah hal yang tepat untuk saat ini,aku ingin semua permasalahan yang kami tinggalkan di kampung bisa di selesaikan,aku ingin membuat ayah tiri ku bungkam tak lagi mengganggu kehidupan ku dan aril,tapi bagaimana caranya


aku sangat mengkhawatirkan ibu,sesekali aku akan menghubungi ibu melalui handphone bibi,sejak berita sakit nya saat itu hingga kini kondisi ibu masih belum membaik, diabetes yang ibu derita semakin membuat tubuh ibu lemah, itulah yang menjadi penyebab kenapa aku sangat ingin pulang ke kampung


tapi aku takut jika aku nekat semua akan menjadi kacau nantinya,mau tak mau aku harus membongkar apa yang sudah aku lakukan dengan ayah tiri ku,mungkin dengan cara itu ayah baru tak lagi mengganggu ku,tapi bagaimana dengan ibu


"kenapa Ira... kamu masih enggak mau punya anak dulu ya?" Aril seperti membaca pikiran ku,aku hanya menatap wajah yang tak pernah marah itu


"entah lah bang,Ita rasa biar kita selesaikan saja dulu masalah yang kita tinggal kan di kampung,ira khawatir dengan keadaan ibu" Kini bergantian aril lah yang menarik nafas dalam


"ya... kalau dipikir ada benarnya,tapi coba Ira pikirkan lagi,apa yang akan ayah tiri Ira lakukan terhadap kita nanti,Abang yakin dia akan nekat,itu artinya kita harus membongkar apa yang sudah terjadi selama ini,Abang takut ibu Ira enggak bisa terima dan malah semakin sakit" itu jugalah yg aku pikirkan,jika aku nekat pulang menemui ibu aku takut dampak nya akan buruk

__ADS_1


__ADS_2