
hari sudah sore saat aku dan Aril meninggal kan rumah Ferdi untuk melihat rumah kos yang akan kami huni nanti,hanya ada sebuah kamar berukuran lumayan besar lengkap dengan kamar mandi dan tempat masak di dalam nya yang masih kosong di sekitar sini,jarak nya tak terlalu jauh dari rumah Bu nur,hanya beda gang saja,aku rasa kosan itu lumayan layak untuk di tempati mengingat kami harus menghemat sisa uang yang kami punya,karna di tempat ini kami tak punya siapa-siapa selain keluarga ferdi
"gimana,kamu mau kita tinggal di sini?" tanya Aril padaku yang masih menelisik sekitaran kamar yang akan kami tempati itu
"boleh bang... kita kan cuma berdua aja,lagi pula harga kosan aja udah segitu mahal nya apalagi kalau kita ambil rumah petak,pasti lebih mahal lagi" sahut ku disambut anggukan oleh Aril
"ya udah Abang langsung bayar uang kos nya untuk lima bulan ke depan ya,sisa uang nya buat kebutuhan kita,Abang baru Minggu depan mulai masuk kerja di pabrik tempat Ferdi kerja" Ferdi memang meminta Aril untuk bekerja di pabrik tempat nya bekerja, berhubung Ferdi adalah manajer di perusahaan itu jadi dia akan membantu Aril untuk bekerja di bagian produksi
aku menata barang yang tadi baru ku beli dengan Bu nur di pasar,aku memilih kasur busa untuk tempat istirahat kami, beberapa peralatan masak dan makan juga ikut ku beli,Bu nur memberi ku sebuah meja kecil untuk ku letak kan kompor agar tak terlalu berserakan mengingat kamar ini tidak terlalu luas
"jadi kapan kalian akan pindah ke sini Ira" tanya bunur di sela kegiatan kami menata kamar itu
"mungkin nanti malam Bu,karena sudah bisa di tempati"
"ya sudah,ibu tahan pun kalian tetap mau pindah kan,ibu ngerti kalian pasti segan kalau di rumah ibu" ucap Bu nur seraya melirik ke arah ku,aku hanya membalasnya dengan senyuman,aku sangat bersyukur di pertemukan dengan orang-orang baik seperti Bu nur dan keluarganya
***
aku berjalan beriringan dengan Aril yang menenteng tas kami berdua,aku ingin mengangkat nya tapi tak di izinkan takut aku lelah katanya
akhir nya kami sudah di tempat kami sendiri,kamar sederhana yang akan kami jadikan tempat untuk berbagi suka dan duka untuk hidup baru kami juga akan menjadi saksi untuk malam pertama yang tertunda
aku melaksanakan sholat isya terlebih dahulu karena Aril sedang keluar menemui Ferdi untuk menyerahkan berkas lamarannya jangan tanya seperti apa rasanya hati saat mengingat aku akan melaksanakan kewajiban ku sebagai istri untuk pertama kali nya
__ADS_1
Aril sudah duduk di sisi ku, menggenggam tangan ku erat dengan tatapan dalam menusuk ke sanubari,aku hanya bisa menundukkan pandangan tak tahan dengan tatapan itu
"kenapa,kita kan udah enggak di rumah Ferdi lagi,kamu masih enggak nyaman?" aku hanya menggeleng dan merebah kan diri ke pelukan nya
"boleh Abang laksanakan sekarang?" seketika aku gemetaran mendengar ucapan itu,tangan kekar nya kini mengangkat wajah ku lalu menelisik dalam kemata yang tak bisa lagi bisa ku alih kan
tatapan kami terkunci,ada cinta yang terlukis di sana,terasa hangat dan nyaman aku hanya memejam kan mata saat setiap sentuhan mendarat ke wajah lalu beralih ke tubuh ku,perlakuan yang begitu lembut penuh kasih sayang,malam yang begitu indah rasanya tak ingin ku sudahi,dia adalah lelaki sempurna yang di Kirim kan untuk ku,tak terasa air mata mengalir di sela pelupuk mata,aku tak pernah diperlakukan se lembut ini oleh ayah tiri ku,ini benar benar malam pertama yang ku dambakan,ah... kenapa aku harus mengingat masa lalu yang tak baik itu, biarlah ku nikmati saja malam ini bersama lelaki halal ku
***
usai mandi dan melakukan shalat subuh,aku memilih melanjutkan tidur ku,rasa lelah mendera sekujur tubuh, mengingat pertempuran yang kami lakukan tadi malam
Aril masuk ke kamar kos dengan menenteng dua bungkus sarapan,aku memang sudah sangat lapar,cacing di perut ku sedari tadi berbunyi,memaksa ku untuk bangkit walau mata masih ingin ku pejam kan
"sarapan dulu Ra,nanti tiduran lagi" ucap Aril seraya menyodorkan bungkusan nasi yang sudah ia tata di atas piring
"siap sarapan kita lanjut lagi" ucap Aril sambil melirik ku nakal,aku hampir tersedak mendengar perkataan itu,Aril buru-buru mengambil air dan menyodorkan padaku untuk ku minum,dia tertawa kecil melihat ku
"becanda lho sayang" ucap nya lagi masih tertawa tawa,kalau pun dia mau lagi apa salah nya,bukan kah kami pengantin baru,tapi aku heran aja,selama pacaran Aril kan enggak pernah menyentuh ku,sekarang malah mau terus dia, artinya selama ini dia memendam hasrat nya padaku
usai sarapan aku meraih handphone yang dari tadi malam tak ku pegang,lagi pula siapa yang akan menghubungi ku,hanya bibi,Aril,dan Bu nur yang yg tau nomor kontak ku
sebuah pesan di aplikasi hijau ku baca terburu,pesan dari bibi yang sudah ia krim sejak tadi malam,tapi aku tak menyadari
__ADS_1
[Ira... ada yang ingin bini sampaikan,kalau bisa hubungi bibi segera ya] apa yang sedang terjadi di kampung sana,pesan bibi membuat ku khawatir
"assalamualaikum bi,ada apa bibi minta Ira hubungi?" terus bertanya tanpa menunggu bibi menjawab salam
"waalaikum salam,kamu apa kabar nak?" suara bibi terdengar tenang seperti yg tak terjadi apa-apa,lalu mengapa ia mengiri pesan meminta ku untuk menghubungi nya
"Ira baik bi,bibi gimana kabar nya,kenapa kirim pesan seperti itu untuk Ira" bibi hening sesaat tak menjawab pertanyaan ku
"BI... ada apa?" aku kembali bertanya,hatiku mulai tak enak,apa ayah melakukan sesuatu lagi
"ibu kamu Ra,sekarang sedang sakit" ucapan bibi seketika membuat ku lemas
"ibu kenapa bi,apa karna Ira?"
"sudah dua hari ibu mu terbaring di rumah,mungkin dia rindu dan khawatir sama kamu Ra" air mata yang sedari tadi ku tahan akhirnya tumpa,Aril yang sedari tadi hanya memperhatikan ku kini coba menengah kan ku,kasihan sekali ibu ku,pasti ia sangat khawatir kepada Ku
"ibu sakit apa bi?" tanya ku dalam Isak tangis
"diabetes nya tinggi Ra,mungkin karena lelah dan stress,sebaik nya kamu hubungi ibu mu agar tak terlalu khawatir" saran pada ku
"Ira juga rindu ibu,tapi kalau Ira hubungi nanti ada ayah gimana bi?" jika ayah tiri ku tau aku menghubungi ibu aku takut dia akan memaki lagi di telpon
"nanti biar bibi ke rumah ibu mu dulu ya,kalau Ikbal udah enggak di rumah nanti bibi akan hubungi kamu"
__ADS_1
"iya bi... tolong jaga ibu bi" ucap ku masih dalam isakan
"udah enggak usah terlalu khawatir, ibu mu akan kembali sehat kalau sudah dengar suara kamu" ucap bibi coba menenangkan ku,mana bisa aku tanang saat mengetahui ibu sakit karena aku