
aku mendongak kan kepala ke arah suara tadi,itu milik may adik istriku Tina,apa maksud nya dia tau keberadaan Ira,apa dia yang sudah sembunyikan Ira,atau mungkin Ira tadi pergi bersamanya,tapi tadi Tina bilang dia sudah menanyai may perihal hilang nya Ira dan may menjawab tidak tau
perlahan may masuk melewati barang yang berserakan di lantai, mendekati ku dan tina yang terperangah dengan perkataan may tadi
"apa maksudmu may,tadi aku sudah tanyakan di mana ira,tapi kau jawab tidak tau,sekarang kau justru bilang kalau kau tau di mana Ira" tanya istri ku Tina yang sudah berdiri tepat di hadapan may
"iya kak... aku memang tau Ira kemana,tadi Ira mengabari ku kalau dia baik-baik saja dan tak perlu kalian cari" jawab may santai seperti tak ada ke kekhawatiran perihal hilang nya Ira
"maksud kamu Ira tadi hubungi kamu itu gimana may,apa dia memang benar-benar pergi? tapi kenapa mau,kenapa Ira pergi?" ucap Tina lagi dengan wajah penuh pertanyaan
"iya... Ira memang sudah pergi kak,dan kalian tak perlu cari Ira lagi,tentang alasan aku enggak tau karena Ira enggak bilang,Ira cuma minta aku sampaikan ke kakak jangan mengkhawatirkan Ira karena dia dalam keadaan baik" ucap mau lagi pada istri ku,tapi aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan kan may dari kami,may pasti tau sesuatu,ku lihat dia menatap ku dengan pandangan seperti orang membenci
"may... cepat hubungi Ira lagi may,suruh Ira pulang... kenapa dia harus pergi dari rumah,ada masalah apa sebenarnya" Tina semakin bingung dengan perkataan may tentang kepergian Ira,para tetangga yang masih berdiri melihat drama rumah tangga ku pun mulai berbisik mengenai perginya Ira
"Ira pergi dengan pacar nya,untuk menikah dengan pria itu di walikan ayah kandung nya" ucapan may seperti hantaman keras di dada ku,rasanya sakit sekali, bagaimana mungkin iraku menikah dengan pria lain,dan uang sepuluh juta ku apa dia pergunakan untuk pernikahan itu,siapa lelaki bajingan yang berani merebut Ira dari ku!
"apa maksud kamu may,apa yang di katakan Ira? menikah di walikan ayah kandung nya,tapi kenapa may,apa maksud nya ini..!!?" Rina bahkan menggunakan tubuh may,dia tak kalah syok mendengar penuturan mau
__ADS_1
"kak... aku enggak ngerti juga Ira kenapa,yang pasti Ira sudah pergi dan minta kalian untuk jangan khawatir kan dia" jelas may sembari melepas kan cengkraman Tina di bahu nya
"kenapa Ira harus kawin lari may,padahal aku tak pernah larang dia berhubungan dengan siapapun,aku juga tak pernah mengekang Ira,dia bisa menikah dengan siapapun pilihan hatinya,kenapa Ira harus kawin lari" kini Tina terduduk lemas seraya menangis tersedu mengingat kepergian Ira
"hubungi Ira Maya,aku mohon suruh dia pulang,akan ku nikah kan secara baik-baik di sini,jika memang dia ingin ayah kandung nya yang menjadi wali nikah akan ku hubungi bang danus dan menyuruh nya kemari,bukan dengan cara seperti ini" rengek Tina semakin pilu
aku hanya bisa menahan sakit di dadaku yang seolah sulit untuk bernafas, kedua tangan ku kepalkan dengan tenaga yang masih tersisa,siapa lelaki yang berani melakukan semua ini,apakah dia pria yang tempo hari ku hajar di pinggir pantai,apa dengan lelaki itu Ira pergi
"aku enggak tau kak kenapa Ira seperti itu,mungkin ada sesuatu yang membuat Ira tertekan" ucap may lagi seraya menatap ku tajam
"nomor nya sudah tidak aktif lagi,kak... sudah lah jangan cari Ira lagi,biarkan dia pergi"
"kamu tau siapa laki-laki itu..?"
"aku enggak tau kak,Ira enggak pernah cerita"
aku tau siapa laki-laki itu,dia pasti pria yang ku pukul waktu itu,berani sekali dia bawa lari ira dan uang sepuluh juta ku,aku akan mencari mereka walau ke hujung dunia sekali pun,akan ku habisi Meraka
__ADS_1
para tetangga semakin santer membicarakan Ira yang pergi kawin lari,mereka heran kenapa Ira harus lari, sedangkan Tina tak pernah melarang nya untuk berhubungan dengan lelaki mana pun, mereka tak habis fikir kenapa Ira harus lari
mereka juga merasa heran dengan reaksi berlebihan ku karena kepergian Ira,sedang kan mereka tau Ira bukan lah ayah ku,tapi kenapa seisi rumah bisa hancur karna Ira pergi
mereka mana tau seperti apa hancur nya hatiku,aku bahkan sekarang tak bisa lagi berbicara,tubuh ku tak mampu ku fungsikan lagi,dada ku semakin sakit saja ku rasa, nafas pun tak beraturan seperti mau mati hari ini juga
rumah sudah di bersih kan oleh beberapa tetangga yang suka rela membantu,setelah mengumpulkan semua puing dari barang yang pecah mereka pun pamit meninggal kan rumah ku,kini hanya tinggal aku dan Tina, anak-anak ku juga sudah keluar setelah cukup ketakutan dengan ulah Ku tadi
may masih di luar rumah berbicara dengan beberapa tetangga yang tadi ikut membantu, kulihat sesekali may mencuri pandang ke arah ku masih dengan tatapan sinis nya,padahal selama aku menikah dengan Tina may sangat hormat kepada ku,tak pernah dia memberi pandangan seperti itu,bagi may aku adalah malaikat yang telah menikahi Tina dan menjadikan Ira seperti anak kandung ku,apakah dia sudah tau bahwa aku telah melakukan hal terlarang dengan keponakan nya itu
aku sudah merasa sedikit lebih tenang,dadaku berangsur sudah tak sakit lagi,Tina membawaku bangkit lalu mendudukkan ku di kursi
aku masih berfikir bagai mana caranya menemukan Ira dan pria sialan itu,tapi uang ku sudah tak ada lagi,semua sudah ku berikan pada Ira,bagai mana cara aku mencarinya pasti butuh biaya besar untuk ongkos ku kesana kemari,entah kemana mereka sudah pergi,tak apa,akan ku cari pinjaman,yang pasti aku akan tetap mencari mereka kemana pun
aku meminta Tina mengambilkan segelas air putih karena tenggorokan ku terasa kering,sesaat setelah Tina ke dapur may datang menghampiri ku masih dengan tatapan sinis nya
"aku tau penyebab perginya Ira lari dari rumah,kau lah penyebab nya,manusia tak ber akhlak!!!" ucapan may pelan tapi pasti dan penuh penekanan,aku cukup tersentak dengan ucapan itu,ku tatapi wajah may yang penuh amarah,apa maksud nya may mengatakan itu,apa dia sudah tau kebenaran hubungan ku dan ira,bagai mana bisa,apa Ira sudah memberi tau,bagai mana jika Tina di beri tau oleh may perihal ini
__ADS_1