SELINGKUHAN SUAMI IBUKU

SELINGKUHAN SUAMI IBUKU
SELINGKUHAN SUAMI IBUKU episode "29"


__ADS_3

POV. IRA


akhirnya aku tiba di sini dengan selamat,di pelabuhan untuk menaiki kapal yang akan menyebrang kan kami ke pulau seberang, sepanjang perjalanan rasa khawatir mengganggu hati,apakah kami akan bisa melewati semua ini dengan selamat,dan ternyata kami sudah sampai ke tempat ini tanpa ada kendala


Aril duduk di sebelah ku menatap hamparan lautan yang ada di hadapan kami,wajah pria yang ku cintai itu terlihat lelah karena perjalanan kami yang jauh


"akhir nya kita sampai ke sini ya bang, terimakasih sudah menemani Ira sampai sejauh ini" Aril mengalihkan pandangan nya dari hamparan laut menatap ke arah ku,seulas senyum iya berikan yang tetep terasa menyejukkan walaupun dia sedang dalam kelelahan


"kenapa kamu berterimakasih,ini adalah tugas Abang,menjaga dan melindungi orang yang Abang cintai,terlebih ira adalah calon istri Abang,jangan lagi berterima kasih" dia menggenggam tangan ku erat sembari kembali mengalihkan kan pandangan nya ke laut


"sebentar lagi kita akan menyebrangi lautan itu,lalu akan memulai kehidupan yang baru di sana,di tempat yang juga baru,kita harus saling menguatkan agar apapun rintangan yang ada di hadapan tak akan menyurutkan cinta di hati kita" Aril kini kembali menatap ku usai mengatakan semua itu,aku tak bisa sembunyikan air mata yang sudah Aril pinta agar tak mengalir lagi di pipi ku,tapi bagaimana mungkin aku tidak terharu saat seseorang yang begitu istimewa seperti Aril telah memilih ku untuk menjadi teman seumur hidup nya walau melalui jalan yang sulit


"semoga saja ALLAH mempermudah kehidupan kita kedepannya nanti" ucap ku sambil mengusap pipi yang terus basah dan terasa hangat


"niat kita baik,bukan untuk berbuat keburukan, ALLAH pasti akan menjaga kita,yakinlah Abang akan selalu bersama Ira" ucap nya lagi lalu ikut mengusap air mata di pipiku dan mengisyaratkan kan agar aku tak lagi menangis


kapal yang kami tumpangi melaju membelah lautan yang terhampar luas,aku melihat Aril terus berzikir sepanjang perjalanan kami,aku pun melakukan hal yang sama mengingat kami baru pertama kali ini menaiki kapal laut,ada sedikit rasa takut di hati


ada dua orang pemuda yang menyambut kedatangan kami di pelabuhan Batam,mereka berdua adalah temanya Aril sewaktu sekolah dulu,kami akan di bawa ke sebuah rumah kontrakan yang di isi oleh keluarga ferdi salah satu teman Aril tersebut

__ADS_1


kami di sambut hangat saat sampai ke rumah yang mereka maksud,karna memang mereka sudah tau akan kedatangan kami dan maksud kami untuk menikah


aku merebah kan tubuh ku di kamar tamu yang juga sudah mereka sediakan, perjalanan panjang yang aku dan aril lalui mamang sangat melelah kan,ku rebah kan tubuh ku agar lelah itu sedikit berkurang,mengingat besok kami akan segera di nikahkan karna semua sudah di siap kan oleh keluarga Ferdi


aku masih terlelap saat Aril mengetuk pintu kamar yang ku tempati, ternyata sudah subuh dan aku tertidur pulas sekali,mungkin karena tubuh ku memang sangat lelah


"Ira... sholat subuh dulu" suara Aril terdengar dari balik pintu


"iya bang ni Ira udah bangun" aku lalu bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu kamar yang ku kunci dari dalam,Aril berdiri tegak di depan pintu dengan wajah yang sudah segar dan penuh senyuman


"sholat dulu nanti tidur lagi" aku hanya mengangguk mendengar ucapan nya lalu bergegas ke kamar mandi yang ada di dapur


"eh.. udah bangun,mau wudhu ya?" tanya ibu nur,ibunya Ferdi yang sedang menyiap kan sarapan di dapur


"ia Bu... saya mau wudhu" ucap ku sedikit sungkan


"tu.. kamar mandinya sebelah situ,jangan lupa pakai sendal agar kaki nya enggak kotor" ucap bu nur lagi yang masih sibuk mengaduk masakan nya di kuali


usai sholat subuh aku tak menyambung lagi tidur ku,aku coba membantu bu nur di dapur,tak mungkin aku tidur sedang pemilik rumah sedang sibuk menyiapkan makanan di dapur

__ADS_1


"ngapain ke sini nak... kamu kan capek, istirahat aja dulu lagi" aku terus duduk di kursi ruang makan yang juga ada di dapur


"enggak apa-apa Bu,Ira udah cukup tidur nya,biar Ira bantu ibu masak ya, wortel ini mau di potong ya?" tanya ku seraya menunjukkan wortel yang ada di meja


"iya mau di potong,tapi kamu yakin mau bantu ibu,nanti kan kamu mau menikah,baik nya kamu istirahat aja" aku mengulas senyum malu pada Bu nur,ternyata aku akan menikah hari ini,menikah dengan pria pujaan hati,tapi ada keresahan di hatiku, mengingat aku meninggal kan ibu begitu saja dengan seribu tanya di hatinya,pasti ibu terus bertanya dalam hati kenapa aku harus meninggalkan nya,sedang ibu sangat menyayangi ku


seketika rindu terbesit di hati ku,sudah beberapa hari aku tak melihat wajah ibu dan adik ku,aku kini berada jauh dari mereka dan akan menikah tanpa kehadiran ibu


"kenapa sedih nak,bukan nya kamu bahagia mau nikah?" Bu nur bisa membaca sedih ku walau coba sembunyikan


"enggak apa Bu" aku lanjut melakukan aktifitas ku memotong wortel,tak perlu mereka tau sedih nya hati ku merindukan keluargaku


jam sudah menunjukkan pukul dua siang, tepat selesai sholat Zuhur,sesuai yang di rencana kan aku akan di nikah kan dengan Aril, pernikahan yang akan di laksanakan secara siri,akhir nya aku akan menikah dan akan mejadi halal untuk nya


wajah Aril terlihat bahagia,aku pun demikian pasti raut wajah ku kini terlihat berbinar,tapi aku tau di dalam hati Aril dia merindukan sosok ibu yang sudah dia tinggal kan jauh demi menjaga cintanya,dan aku... seandainya ibu ada di sini mendampingi ku saat akan di halal kan untuk lelaki yang ku cintai,pasti hari ini akan menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi kami berdua,tapi sayang nya kami harus melupakan pernikahan indah seperti yang banyak orang ingin kan


sejauh ini aku masih terus bersyukur,dengan kondisi ku yang sudah cukup di jamah oleh ayah tiri ku,tapi Aril masih mau menerima ku dengan sepenuh hati,bahagia apa lagi yang ingin aku ingkaria


hanya satu yang pasti aku dan aril inginkan,semoga pernikahan ini bisa mebawa kami ke hidup lebih baik lagi

__ADS_1


__ADS_2