SELISIH CINTA

SELISIH CINTA
1. Lahirnya si kembar


__ADS_3

Sebuah keluarga yang sangat harmonis yang di pimpin oleh kepala rumah tangga bernama Rashaadi Harshendra, saat ini ia sedang panik menuju ke rumah sakit karena istrinya bernama Harumi Qalifa Pratama akan melahirkan anak keduanya.


Flashback dulu saat beberapa jam sebelum menuju rumah sakit.


Di rumah keluarga Harshendra.


Harumi yang sedang hamil selama delapan bulan sedang beraktivitas menjadi ibu rumah tangga yang baik.


Sedari pagi ia sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Setelah suaminya selesai sarapan suaminya berangkat ke kantor, "Kalau begitu aku berangkat dulu." pamit Rashaa kepada istrinya.


"Hmmm... Hati-hati.." jawab Harumi yang sepertinya sedang fokus membuat makanan untuk putri pertamanya.


Melihat istrinya tidak memperhatikannya membuat Rashaa agak kesal.


Ia lalu menghampiri istrinya yang masih fokus tersebut, dan cup. Rashaa mencium pipi istrinya itu yang membuat istrinya agak kaget. Istrinya lalu menoleh kepada dirinya.


"kamu gak menatapku tadi." gerutu suaminya sambil cemberut.


"Haha, maaf maaf," Harumi lalu membalas kecupan di pipi suaminya itu.


"Hati-hati suamiku," ucap Harumi lagi dan mengecup pipi suaminya sekali lagi.


Suaminya lalu membuat ekspresi khawatir dan berkata, "nanti jika ada apa-apa telfon aku, oke?" minta Rashaa kepada Istrinya.


Rashaa khawatir karena kehamilan istrinya sudah menginjak delapan bulan jadi ia was-was


Istrinya hanya menjawab, "oke." sambil tersenyum. Lalu istrinya menyuruhnya cepat pergi dan Rashaa pergi tidak lupa mengecup dahi putri pertama mereka yang sedang menonton kartun SpongeBob di ruang keluarga.


.


.


Setelah suaminya pergi, Harumi menyiapkan sarapan untuk putri pertamanya tersebut.


"Sayang, ayo sarapan." perintah Harumi kepada putri pertamanya itu.


Putrinya hanya menjawab oke saja dan menuju ke ruang makan.


Setelah menyiapkan sarapan dan menemani putrinya itu makan, ia mulai membersihkan rumah. Menyapu, mengepel, mencuci, menyiram tanamannya, membersihkan kaca jendela bahkan mengganti salah satu bohlam dirumahnya yang ternyata sudah mati.


.


.

__ADS_1


Jam 09.50 Harumi selesai membersihkan seluruh rumahnya. Ia istirahat di ruang keluarga sambil menonton televisi dan melihat putrinya yang sedang sibuk membuat tugas menggambarnya.


Harumi merasa bosan dan akhirnya ia kembali ke dapur dan mencoba membuat kue kering.


.


.


Sepuluh menit ia membuat adonan dan mencetaknya dan ia menghela nafas.


ia berkata, "hahhhh.... Lelah juga," ucapnya sambil menatap kue yang ada di loyang,


"Tetapi entah kenapa aku merasa senang." ucapnya lagi sambil tersenyum seperti merasa puas dengan buatannya dan memasukan kuenya ke dalam oven.


Lalu ia duduk di bangku ruang makan sambil bersenandung menunggu kuenya matang.


.


.


Ting...


Suara notifikasi oven yang artinya kuenya sudah matang.


Sepuluh menit sudah kue keringnya sudah di oven. Harumi menuju ke tempat oven dan mengambil loyang panas yang berisi kue yang ia buat itu dengan lap kain.


"Ouch," Lalu ia mengelus perutnya, "ada apa baby?" ucapnya kepada bayinya yang seperti menendang perutnya itu sambil tersenyum.


"Apa kalian mau kuenya? Baiklah, ibu akan memakannya, hehe." celotehnya sendiri kepada bayi yang ada di perutnya itu sambil mengelus-ngelus perut buncitnya.


Lalu Harumi membawa kuenya itu ke ruang keluarga dan memberikannya kepada putri pertamanya dan ia memakannya sambil menonton tv.


.


.


Jam 12.10 Harumi tertidur dengan putri pertamanya di ruang keluarga.


.


.


Jam 14.40 putri pertamanya bernama Annaya terbangun seperti merasa basah di kasurnya. Annaya agak kaget karena ia kira dirinya ngompol, ia mencoba membangunkan ibundanya.


"Ibu... Ibu..." panggilnya sambil menggoyang- goyangkan tubuh ibunya pelan. Ibunya melenguh lalu terbangun dan berkata, "ada apa, Anna?" tanya Harumi kepada putrinya itu tetapi masih setengah sadar.

__ADS_1


"Ibu... Kenapa kasurnya basah, bu..." adu Annaya kepada ibundanya.


Mendengar kata basah, ibundanya langsung terbangun. Annaya yang di sampingnya itu cukup kaget. Harumi langsung menyingkirkan selimutnya itu dan melihat di bawahnya sangat basah. Harumi sangat terkejut.


"Astaga! Ouch... Sakit!" seru Harumi merasa nyeri kepada perutnya. Annaya melihat hal itu langsung panik.


"Ibu... Ibu... Ada apa ibu...?" tanya Annaya panik. Harumi mencoba tersenyum agar putrinya itu tidak panik.


"Ti-tidak apa-apa, sayang hehe," ucapnya sambil menahan sakit, "sayang, ibu minta tolong boleh? Tolong telfon ayahmu, sayang." lanjutnya sambil mengelus pipi putrinya itu karena putrinya sangat terlihat cemas.


Putrinya hanya mengangguk panik lalu menuju ke telfon rumah dan menelfon ayahnya.


Tetapi tidak di angkat oleh ayahnya karena sedang ada rapat.


"Ibu... Ayah tidak mengangkatnya, bagaimana ibu..." ucap putrinya panik.


'Ah! Suami sialan! Jika sedang darurat pasti sulit dihubungi ' ucap Harumi dalam hati. ia merasa kesal karena suaminya malah sulit dihubungi. Ia juga masih merasakan sakit tetapi ia tidak ingin memperlihatkannya kepada putrinya itu.


"Anna, tolong ambilkan handphone ibu di meja ruang makan." perintah Harumi yang masih tenang agar putrinya itu tidak panik. Tetapi putrinya tidaklah bodoh, ia sudah cukup pintar melihat situasi, ia tau ibunya saat ini dalam kesulitan.


Putrinya langsung berlari mengambil handphone ibunya itu dan memberikannya kepada ibunya.


Harumi mencoba menelpon suaminya.


[Halo?]


"Brengsk! AKU KESULITAN BODOH! AIR KETUBANKU PECAH! CEPAT KEMARI! SUAMI SIALAN!" Teriak Harumi marah plus panik.


Suaminya yang baru saja selesai rapat langsung panik berlari keluar kantor dan menyetir mobilnya sendiri menuju ke rumah sampai hampir kecelakaan. Untungnya jalanan tidak macet jadi ia tidak terlalu sulit tetapi jalanan di Indonesia pastilah ramai.


Flashback OFF


Dan saat ini mereka, Rashaa dan Harumi yang akan melahirkan sedang panik karena Harumi merasa sangat kesakitan di perutnya. Putrinya Annaya ia tinggalkan bersama kakak dari Rashaa.


"Aw... Sakit... Sekali..." erangan kesakitan Harumi sambil meremas kain. Dokter sedang memeriksanya.


"Dok, ba-bagaimana?" tanya Rashaa panik kepada dokter.


"Persalinan akan langsung di mulai karena bayinya ada tanda-tanda ingin keluar." jelas dokter kepada Rashaa.


"A-apa akan baik-baik saja?" tanya Rashaa lagi dengan khawatir.


Dokter itu mengangguk dan tersenyum, "istri anda akan baik-baik saja tuan tetapi ini akan jadi melelahkan karena akan melahirkan normal bayi kembar." jelas dokter lagi.


Rashaa tetaplah panik karena Harumi akan melahirkan normal dan bayinya kembar jadi ia sangat khawatir. Ia mengusap gusar wajahnya yang sudah berkeringat itu.

__ADS_1


"Kalau begitu saya ganti baju dulu tuan," pamit dokter tersebut, "suster cepat siapkan!" seru dokter menyuruh para susternya cepat menyiapkan keperluan persalinan.


__ADS_2