
Mereka menuju ke ruang makan.
Ibu Rumi melihat suaminya yang sudah pulang.
"Sayang, kamu sudah pulang," ucap Ibu Rumi dengan senyumannya yang merekah.
Suaminya langsung menuju ke dirinya dan mencium kening istrinya itu.
"Aku pulang, cup."
istrinya jadi malu karena di kecup di depan anak-anak mereka walaupun sering seperti itu.
"Sayang! Ja-jangan di depan anak-anak!" seru Ibu Rumi yang pipinya memerah samar-samar.
Padahal anak-anak mereka tidak peduli, kecuali Rangga.
Rangga melihat itu padahal ia sudah sering melihatnya tetapi tetap saja belum terbiasa.
'Romantisnya, jadi ingin cepat-cepat menikah dengan Apsa' pikirnya yang tak tau malu.
"Yaudah ayo makan-makan," ucap ayah Rashaa sambil duduk di tempatnya.
.
.
Ditengah mereka makan.
"Oh iya Rangga, bagaimana kabar kedua orang tuamu?" tanya ayah Rashaa.
Rangga langsung menoleh ke Ayah Rashaa.
"Baik, om," ucapnya sambil tersenyum.
"Hahhh... Mereka padahal dulu sering kesini tetapi sekarang yang lebih sering adalah Rangga," ucap ibu Rumi seperti sedang rindu dengan kedua orang tua Rangga.
Rangga membalas senyuman, "nanti saya akan menyampaikan salam tante kepada mama," jawabnya.
.
.
Lalu ayah Rashaa baru ingat bahwa Anna sebentar lagi akan masuk sekolah SMA pertamanya.
"Oh iya, Anna, kamu sebenar lagi masuk sekolah , ya?" tanya ayahnya dengan gembira.
Anna langsung tersenyum.
"Iya ayah, rabu besok aku sudah mulai masuk untuk pertama kali." jawab Anna.
Rangga yang mendengar itu mencoba ikut bertanya.
"Memangnya Anna mendaftar di sekolah mana, om, tan?" tanya Rangga.
Orang tua Anna langsung menoleh ke Rangga.
Orang tua Anna lalu tersenyum kepada Rangga. Melihat itu Rangga sedikit kaget.
"Anna, sekolah di SMA Harapan 2, sama seperti dirimu," ucap ayah Rashaa.
Rangga langsung melotot kaget.
__ADS_1
'Sa-sama sepertiku?' batin Rangga
***
Rabunya Anna masuk sekolah pertama kali.
Dirinya di antar oleh ayahnya.
"Yaudah Yah, aku masuk dulu," pamit Anna kepada ayahnya.
Lalu ia masuk ke dalam sekolah dan ia di sambut oleh guru guru yang sedang berdiri menyambut murid-murid.
Lalu ia menuju ke papan pengumuman sekolah. Disana terdapat pemberitahuan nama nama siswa baru yang menempati kelas mereka.
Anna sedang mencari kelasnya dan akhirnya dapat. Ia berada di kelas sepuluh A2.
Ia berjalan mencari kelas A2 berada dimana. Di sekolahnya saat itu sangat ramai banyak sekali murid-murid baru yang masih di luar atau bingung mencari kelas.
Di tengah perjalanannya seseorang memegang lengan tangannya.
Anna refleks kaget dan langsung menoleh ke si pelaku.
"ini gue," ucap Rangga. Lalu Anna langsung menepis.
"Apaan!" seru Anna agak kesal. Rangga seperkian detik menatap Anna.
"Lu kayanya kebingungan," ucap Rangga menebak-nebak. Anna langsung memalingkan muka sebentar lalu melirik Rangga.
"Bukannya kemaren kamu bilang pura-pura gak kenal, kenapa sekarang malah menyapaku," ucap Anna. Rangga langsung mengingat perkataannya saat malam itu.
Saat Rangga main ke tempat Anna ke tempat keluarga Harshendra, saat ia akan pulang. Rangga berucap kepada Anna bahwa saat Anna sudah masuk sekolah, Rangga ingin Anna pura-pura tidak mengenalnya
"Yaudah tante, Rangga pulang dulu takutnya mama khawatir," pamit Rangga kepada ibu Rumi.
"Oh baiklah," jawab ibu Rumi, "sayangg... Rangga mau pulang," panggil ibu Rumi kepada suaminya. Suaminya sedang buang air besar.
"Yaudah hati-hati Rangga," suara teriakan dalam kamar mandi.
"Iya om," jawab Rangga. Saat akan keluar rumah.
"Kak Rangga, Apsa antar ke luar," minta Apsa sambil menggandeng tangan Rangga. Mendengar adiknya keluar sendiri pastinya Anna ingin menemani.
"Kalau begitu aku juga," ucap Anna sambil beranjak dari duduknya, "ma, aku keluar dulu." pamit Anna kepada ibunya. Ibunya hanya mengiyakan.
Saat sudah di luar, Rangga sedang memakai jaket kulitnya lalu ia pamit kepada Apsa, gadis yang ia sukai.
"Bunny, kakak pulang dulu," pamit Rangga sambil memegang kedua pipi Apsa dan mengecup pipi Apsa. Pipi Apsa langsung memerah karena malu.
'imutnya... ' ucap Rangga dalam hati.
"Kak Rangga hati-hati," jawab Apsa. Anna hanya menatap mereka tanpa ekspresi.
Lalu Rangga beralih menatap Anna.
"Gue mau ngomong sama lu." minta Rangga kepada Anna.
Anna lalu menyuruh adiknya masuk duluan.
"Apsa, kamu masuk dulu dek, kakak ingin berbicara kepada kak Rangga." dorongnya pelan kepada adiknya itu agar masuk ke dalam rumah.
"Tapi Apsa ingin melihat kak Rangga pergi," rengek Apsa lagi. Anna hanya menghela nafas.
__ADS_1
Lalu Rangga yang memintanya.
"Apsa, maaf kakak ingin berbicara dengan kak Anna dulu, kakak mohon," minta Rangga dengan lembut kepada Apsa. Dan Apsa langsung mengiyakan.
Saat Apsa sudah masuk.
"Ada apa kak?" tanya Anna kepada Rangga.
Rangga sedang menarik resleting jaketnya, lalu berucap, "kau... rabu besok berarti masuk sekolah ya?" tanya Rangga sambil sibuk dengan dirinya sendiri.
Anna hanya mengangguk.
"Gue minta tolong," ucap Rangga sambil menatap Anna.
Lalu dia melambai-lambaikan tangannya menyuruh Anna mendekat kepadanya.
Anna menurut dan maju mendekati Rangga.
Saat Anna sudah mendekat kepadanya, ia maju dan berbicara persis di telinga Anna.
"Saat di sekolah nanti, gue mohon pura-pura gak kenal ma gue, oke?" mintanya dengan berucap pelan agar orang tua Anna tidak mendengarkan ucapannya.
Anna agak terkejut lalu dia menghela nafas pelan seperti mengontrol perasaannya.
"Baiklah," jawab Anna dengan tenang.
Lalu Rangga kembali ke posisinya.
"Yaudah kalau gitu gue balik dulu," pamit Rangga lagi kali ini kepada Anna sambil menaiki motornya. Anna hanya membalas anggukan.
Saat di depan pagar rumah saat Rangga ingin melajukan motornya, ia menatap Anna dulu. Anna tidak memberikan ekspresi apapun jadi Rangga merasa lega.
Rangga takut Anna kesal dengan keputusannya tetapi ternyata ia melihat Anna baik-baik saja.
Lalu ia meninggalkan rumah Harsendra.
Flashback OFF.
Rangga melirik ke atas seperti memalingkan matanya ke Anna.
"I-iya sihhhhh," jawabnya kepada Anna.
Anna hanya menghela nafas ringan.
"Kalau begitu jangan bicara kepadaku kak." minta Anna. Dan mau pergi meninggalkan Rangga tetapi Rangga menarik lengan Anna lagi. Anna langsung menoleh kepadanya.
"Tunggu dulu, kau keliatan bingung, aku akan membantumu aku anggota osis," ucap Rangga.
Anna langsung diam. Ia menoleh sekelilingnya dan setiap murid baru yang kebingungan di bantu oleh anggota osis. Lalu ia menatap Rangga yang memakai kain merah di lengan tangannya.
*kain merah tanda anggota osis.
Rangga yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Anna langsung mengerti.
"Udah ngerti sekarang?" tanya Rangga sedikit angkuh.
Anna mengangguk.
"Kalau begitu antar aku ke kelas sepuluh A2, aku gak tau dimana tempatnya." jelas Anna kepada Rangga.
"Kalau gitu, ikutin gue," minta Rangga dan mulai berjalan menuju kelas Anna. Dan Anna mengikutinya dari belakang.
__ADS_1