SELISIH CINTA

SELISIH CINTA
9. Jangan tolak bantuanku.


__ADS_3

Hari pertama di mulainya masa orientasi siswa baru. Para siswa maupun siswi di kelas Anna di perintahkan untuk membawa kalung nametag kreasi mereka sendiri dan makanan teka teki.


Lalu mereka mengumpulkan makanan mereka dan para kakak kelas osis mengajak mereka berkeliling mengenalkan sekolah mereka.


Pertama berjalan menuju ke ruangan komputer, lalu laboratorium lalu ruang guru, toilet, ruangan osis, perpustakaan, ruangan seni, ruangan musik, lapangan basket dan voli, lapangan sepak bola dan bisbol, aula, kantin, taman sekolah, parkiran kendaraan, dan lain-lain.


Lalu mereka kembali ke kelas mereka.


"Hahhh... Capeknya..." keluh para siswa-siswi di kelas Anna setelah kembali dari berkeliling sekolah.


"Baiklah kalau begitu kita istirahat dulu," ucap Robby dan keluar kelas bersama teman-temannya yang lain.


"Hahhhh capek banget! Ini sekolah ternyata luas banget," eluh Dinda.


"Yaudah yuk ke kantin," ajak Enny.


***


Lalu Anna, Dinda dan Enny menuju ke kantin. Dinda tidak mengajak kekasihnya karena kekasihnya sedang berkumpul dengan teman-temannya.


Saat sudah sampai di kantin mereka melihat kantin sangatlah ramai murid-murid membeli makanan tetapi bukan murid baru melainkan para kakak kelas mereka yang sudah masuk sekolah.


"Wahhh banyak sekali," ucap Enny terpukau dengan keramaian itu.


"Tapi kebanyakan kakak kelas deh," ucap Anna kali ini sambil memandangi bet kelas siswa-siswi yang ada di kantin tersebut.


"Oh iya bener," jawab Dinda.


Lalu mereka menerjang keramaian itu.


"Haduhhh sempit banget astaga!" seru Dinda dengan keras dan berani. Ia sampai berani mendorong orang-orang yang sedang berhimpitan ingin membeli makanan, ia sampai di pandang kesal oleh orang-orang itu dan Dinda yang tipe cewe badgirl pastinya berani melawan, ia dan orang-orang yang sedang berdesakan itu saling dorong mendorong.


"woy! Lu minggir gak lu!" seru cowo yang sedang berdesakan itu.


"Anjing! Jangan dorong dorong bangst!" seru yang lain.


"Jangan dorong, dongg!" seru cewe lain.


"APA LU! MAU NGELAWAN, AYOK!!" seru Dinda sambil mendorong dorong mereka yang berdesakan.


"Anjing! Sakit woy!" seru yang lain sambil membalas dorongan Dinda juga.


"OI JANGAN DORONG-DORONG! WOI!" teriak cowo yang benar-benar sedang terhimpit.


Padahal Anna juga ikut mengantri sambil berdesakan dan Dinda tidak mengetahui temannya sendiri menjadi korbannya itu dan malah lebih memperkeruh.

__ADS_1


Anna sampai pusing melihat tingkah Dinda itu.


Batinnya 'aku pergi saja deh, tapi gak bisa keluar' sambil menoleh-noleh mencari jalan keluar tapi ternyata nihil.


Karena dorongan-dorongan dari orang-orang yang sedang mengantri di kantin itu lama-lama lebih keras dan Dinda selalu membalas dorongan dari mereka dan membuat Anna sampai hampir terjatuh.


Kaki Anna tidak sengaja terjegal oleh kaki salah satu siswa yang dekat dengannya alhasil ia terpeleset dan kakinya terkilir sakit, ia hampir jatuh karena kesakitan dan...Dug.


Anna merasa tubuhnya di tahan oleh seseorang di belakangnya.


"BERHENTI DORONG-DORONGAN BANGST!" teriak seorang cowo.


Mendengar teriakan cowo itu Anna sedikit terkejut. Orang-orang yang tadinya dorong-dorongan jadi berhenti karena teriakan cowo tersebut.


Tetapi yang berteriak bukan orang yang ada di belakang Anna melainkan seorang cowo yang jauh dari belakang yang sedang memperhatikan keramaian dan keributan itu yang ternyata itu Rangga yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.


Ia melihat Anna yang hampir jatuh, saat ia ingin membantu ternyata ada seorang cowo yang sudah membantu Anna.


Anna tau yang berteriak tadi adalah Rangga maka dari itu dirinya terkejut, ia sempat menoleh tetapi di belakangnya ada seorang cowo yang sudah memegang tubuhnya.


Anna langsung menoleh ke seseorang yang membantunya.


"Kamu gapapa?" tanya seorang cowo yang sedang menahan tubuh Anna yang hampir saja terpeleset dan jatuh.


Anna hanya mengangguk.


Dinda yang tadinya asik memprovokasi menjadi melongo karena cowo yang membantu temannya itu.


Cowo itu langsung menoleh kepada orang-orang yang tadi ribut terus.


"Kalian, bisa mundur sedikit gak?" minta cowo itu kepada mereka dengan tenang tetapi ekspresinya seperti marah.


Para murid-murid yang ribut tadi dan Dinda seketika mundur tanpa melawan.


Cowo itu membantu Anna berdiri karena kaki Anna seperti terkilir tadi.


"Kamu bisa berdiri gak?" tanya cowo itu.


Sebenarnya sulit tapi Anna mencoba sebisa mungkin untuk berdiri walaupun akan sedikit pincang tetapi lebih baik seperti itu daripada merepotkan orang pikirnya.


"Gak papa kak, aku masih bisa jalan kok," jawab Anna walaupun kakinya malah sakit tetapi ia bisa menahannya.


"Kamu aja gak bisa berdiri lurus!" seru cowo itu sambil terus memegang kedua tangan Anna seperti menahannya.


Anna menatap cowo itu yang khawatir kepadanya lalu ia sadar ternyata ia juga ditatap oleh salah satu kelompok kakel cewe-cewe di kantin itu dengan marah karena ia berinteraksi dengan cowo itu.

__ADS_1


'kenapa mereka menatapku dengan kesal?' batin Anna tanya.


Lalu Anna menoleh ke cowo itu dan berkata, "Kak, sebaiknya kita minggir dulu, kasihan mereka ingin membeli makanan," minta Anna kepada cowo itu karena mereka berdiri di kerumunan orang-orang yang sedang mengantri membeli makanan dan mencoba menghindari orang-orang yang menatapnya.


Cowo itu lalu mengangguk dan menuntun Anna ke tempat yang nyaman di salah satu kursi kantin, mereka memilih tempat yang cukup jauh dari kerumunan orang-orang walaupun tetap terlihat, cowo itu menyuruh Anna duduk di sana.


Cowo itu berjongkok di hadapan Anna lalu mencoba mengangkat dan memegang kaki Anna untuk melihat kondisi kaki Anna tetapi dihentikan oleh Anna.


"K-kak, gak perlu, aku gak papa kok," ucap Anna seperti menolak dengan baik.


Tetapi cowo itu tau kaki Anna sangatlah sakit, ia jadi melepas sepatu Anna tetapi tidak untuk kaos kakinya. Anna sedikit gak enak hati karena takutnya kaos kakinya bau.


"Kak, gak perlu," minta Anna lagi.


Lalu cowo itu mendongakkan kepala dan menatap Anna.


"Gak papa kok, aku tau kaki kamu sakit banget, tolong jangan tolak bantuanku," minta cowo itu lalu ia fokus memijat kaki Anna.


"Ssssssss..."


Anna kesakitan banget, ia bahkan berani meremat bahu cowo itu.


Dan adegan mereka dilihat oleh banyaknya siswa-siswi di kantin itu. Bahkan bibi yang jualan pun sampai gak konsentrasi karena melihat adegan Anna dan cowo itu.


"Gimana? Udah enakan?" tanya cowo itu kepada Anna.


"Iya, Terima kasih kak," jawab Anna. Lalu cowo itu berdiri dan duduk di samping Anna.


Cowo itu menatap Anna yang sedang memutar mutar kakinya agar enakan.


"Kamu kok manggil aku kak?" tanya cowo itu kepada Anna. Karena cowo itu belum sempat berkenalan dan Anna langsung memanggilnya dengan kak.


Anna menatap cowo itu lalu melirik bet kelas di sebelah kiri lengan baju cowo itu.


"Kan kakak pake bet," jawabnya.


Lalu cowo itu sedikit kaget lalu ia tertawa.


"Hahahahahaha, iya kok aku lupa sih haha," ucap cowo itu. Anna ikut terkekeh.


Lalu cowo itu menyalurkan tangannya seperti ingin berkenalan.


"Aku Rio, dari kelas sebelas A2, kamu?" ucapnya dan bertanya.


Anna membalas jabatan tangannya.

__ADS_1


"Aku Anna, dari kelas sepuluh A2 juga," jawab Anna sambil tersenyum.


__ADS_2