SELISIH CINTA

SELISIH CINTA
2. Oeee.... Oeeee....


__ADS_3

Harumi berada di ruangan bersalin. Rashaadi sedang di luar mondar mandir panik dan khawatir menunggu persalinan istrinya tersebut.


Lalu orang tua Harumi dan orang tua Rashaa datang dan melihat kepanikan Rashaa .


"Bagaimana?" tanya ayahnya Harumi.


"Ma-masih menunggu." jawab Rashaa singkat dan masih panik.


Ibu dari Rashaa dan juga Rumi saling berpelukan mencoba saling menguatkan.


Melihat putranya panik, ayahanda Rashaa mencoba menenangkan.


Beliau memegang bahu putranya itu dan berucap, "tenanglah, nak, semua akan baik-baik saja."


Rashaa hanya mengangguk dan mencoba tenang walaupun jantungnya sedari tadi berdegup tak karuan.


Suara teriak Harumi mulai terdengar keras. Suster keluar ruangan dan memanggil Rashaa.


"Suami ibu Harumi dimohon masuk ke dalam, dokter menyuruh anda." perintah suster tersebut.


Rashaa sebenarnya takut tetapi ia harus ada di samping Harumi. Rashaa takut karena ia tidak ingin melihat bayi yang muncul di sana lagi, ia merasa ngeri.


Rashaa masuk dan teriakan kesakitan Harumi sedikit tenang.


.


.


Selang beberapa jam.


Oeee... Oeeee....


Suara bayi akhirnya terdengar sangat nyaring dan keras.


Rashaa keluar dengan loyo dan lesu, lalu ia ambruk.


Kedua orang tua mereka panik.


Rashaa di berikan infus juga di samping istrinya.


.


.


Harumi yang sudah di pindahkan di ruang rawat inap dan melihat suaminya yang ada di sampingnya sedang sekarat.


Harumi berdecih, "cih, kenapa malah dia yang pingsan." ejeknya kepada suaminya. Padahal suaminya sudah sadar.


"Aku mendengarmu." jawab Rashaa


"Ka-kau sudah bangun?" tanya Harumi panik.


"Aku tidak tidur, aku hanya tidak bisa bergerak." jawab Rashaa. Lalu dirinya beranjak dari tidurnya dan menarik infusnya.


Melihat hal itu, Harumi marah.


"Apa yang kau lakukan, bodoh!" serunya marah.


Rashaa menuju ke istrinya yang sudah duduk lalu memeluknya.


Rashaa berkata, "Hahhh... Menakutkan!" seru Rashaa yang sedang memeluk Harumi.


"Kau yang meminta waktu itu," ucap Harumi yang mengingatkan suaminya itu saat di malam mereka melakukannya.


Lalu Rashaa berlinang air mata, "tapi tidak kembar juga..." eluhnya. Harumi malah tertawa.

__ADS_1


Lalu Rashaa berucap lagi, "tapi.... Terimakasih." sambil memeluk erat istrinya itu.


.


.


Setelah itu mereka melihat bayi kembar mereka di ruangan bayi lalu selang beberapa jam bayi kembar mereka di bawa ke ruangan Harumi agar dekat dengannya agar bisa ia beri asi.


Besoknya Annaya datang dengan bibinya untuk melihat kedua adiknya itu


***


Sudah dua minggu sejak persalinan itu bayi kembar mereka sudah berada di rumah.


Annaya sebagai kakak perempuan merasa sangat bahagia mempunyai adik kembar laki-laki dan perempuan dan Rashaa sebagai ayah juga merasa dimudahkan karena adanya Anna. Anna selalu membantu ibundanya yang sedang kesulitan mengurus adik bayi kembarnya. Menjaganya di saat ibunya sibuk mengurus rumah, mengambilkan keperluan yang di butuhkan ibunya di dapur, menyiapkan kebutuhannya sendiri walaupun sejak umur lima tahun ia sudah sangat rajin.


Seperti saat ini ia sedang menatap adik kembarnya yang di baringkan di ruang keluarga dengan beralaskan kasur lantai. kedua bayi itu menggeliat-geliat happy seperti ingin segera berjalan.


Batin Annaya 'imut sekali... '


Sambil mengarahkan jari telunjuknya ke tangan bayi laki-laki itu. Lalu jari telunjuk tangan satunya lagi ia arahkan ke bayi perempuan. 'Kamu cantik sekali' ucapnya dalam hati.


.


.


"Halo?" ucap Harumi yang sedang menelfon kepada entah siapa.


[Rumi.... Selamat atas kelahiranmu]


Harumi agak bingung karena ia tidak mengetahui siapa yang menelponnya.


"Ini siapa ya?"


[Aku Amanda, sahabatmu!]


Harumi langsung terkejut.


"Amanda! Astaga, kamu ternyata."


[Iya bodo! Kau tak menyimpan nomorku, ya?]


"Ti-tidak bukan begitu, aku mengganti handphone ku dan lupa menyimpan nomormu, maaf"


[Hahh... Begitu]


"Bagaimana kamu tau aku lahiran?" tanya Rumi sambil ia berjalan menghampiri ketiga anaknya yang ada di ruang keluarga.


[Ibu mu dan mertuamu memposting bayi dan juga kelahiranmu, apa kamu tak tau?]


"Eh? Benarkah?" tanya Rumi bingung.


[Hahaha, kamu tak tau ya]


Rumi hanya menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.


[Kalau begitu bulan depan aku akan kesana melihat bayi kembarmu]


"Ha? Kamu mau kesini?" tanya Rumi.


[Iya, aku ingin sekali melihat bayi imutmu hehe]


[Baiklah kalau begitu aku tutup]


"Ah, iya, terimakasih Manda."

__ADS_1


[Sama-sama, sampai jumpa bulan depan, hehe]


"Iya"


Klek


Amanda menutup telfonnya. Lalu Harumi tersenyum, batinnya 'Manda akan kesini, aku harus mempersiapkan segalanya '


Melihat ibundanya senyum-senyum sendiri Anna jadi ingin tau siapa yang membuat ibunya tersenyum.


"Ada apa ibu?" tanya Anna sambil memandang ibunya.


"Sayang, seminggu lagi teman ibu akan datang, ibu sangat gembira." jawab Rumi kepada putrinya.


"Wahhh pasti akan ramai," ucap Anna sambil tersenyum ceria. Rumi hanya mengangguk setuju.


.


.


Selang beberapa jam suami Harumi yaitu Rashaadi sudah pulang.


"Wahhh bayiku ada di sini," ucapnya sambil ingin meraih bayi perempuannya tetapi di hadang oleh putri pertamanya Anna dan di larang oleh Rumi.


"AYAH! JANGAN!" teriak Anna sambil menghadang ayahnya yang hampir meraih kedua adiknya.


Rashaa terkejut lalu Rumi menghampiri Rashaa dan menjewer telinga rasa.


"Aw.. Aw.. Sakit, sayang!" seru Rashaa.


"Kamu ini habis dari luar! Kamu harus membersihkan dirimu jika ingin menggendong bayimu!" seru Rumi marah dengan suaminya itu.


Rashaa baru ingat, "ah iya lupa, hehe,"


Rumi hanya menggeleng heran dengan suaminya tersebut dan Rashaa meminta maaf kepada putri pertama karena dirinya lupa.


Lalu Rashaa menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya.


.


.


.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Rashaa menuju ke bayinya dan menggendong dua bayinya sekaligus.


Rumi yang melihat itu agak khawatir.


"Kamu beneran bisa menggendong mereka?" tanya Rumi khawatir. Mereka maksudnya bayi kembarnya.


"Tentu saja, mereka berdua terlihat sangat kecil jadi aku bisa menggendong keduanya, jangan khawatir sayang." jelasnya kepada istrinya. Istrinya itu cukup tenang lalu ia cemas lagi.


"Apa bayi kita begitu kecil? Setiap orang yang datang kemari untuk melihat bayi kita pasti mereka berkomentar kalau bayi kita kecil," ucap Rumi panjang karena merasa tidak enak jika bayinya dibicarakan kecil.


"Apa yang kamu bilang, kedua bayi kita kecil karena mereka kembar. Kalau keduanya besar apa bisa muat di perutmu? Ini normal Rumi." jelas Rashaa kepada istrinya itu agar tidak perlu khawatir tentang hal kecil. Istrinya hanya menghela nafas dan berucap, "benar juga."


Lalu Rumi mengingat saat ia di telfon Amanda.


"Oh ya, sayang, tadi Amanda menelpon," ucapnya. Rashaa menoleh ke istrinya.


"Benarkah?" tanya Rashaa tidak percaya. Rumi hanya mengangguk.


"bulan depan Amanda dan suaminya akan datang kemari untuk melihat bayi kita, hehe," ucap Rumi bahagia. Rashaa juga ikut bahagia.


Mereka bahagia karena sahabat mereka akan datang.

__ADS_1


__ADS_2