SELISIH CINTA

SELISIH CINTA
6. Bujukan satu kali dari Rangga


__ADS_3

"Tidak! Kakak tidak bisa melarangku! Aku akan memakan semua cokelat pemberian kak Rangga!" serunya cukup keras kepada Anna.


"Biarkan dia memakannya, Na." minta Rangga kepada Anna. Tetapi tetap Anna tidak membalas ucapan Rangga.


Lalu Apsa berseru lagi, "lalu kenapa hanya aku? Kenapa Aldi boleh memakannya!"


Seru Apsa sambil menunjuk Aldi yang sedang memakan cokelat yang di berikan oleh Anna.


Anna menoleh dan melihat Aldi yang duduk di kursi ruang makan sambil memakan cokelat yang ia berikan.


Anna hanya menghela nafas.


"Apsa! Di umurmu saat ini, gigi kamu akan lebih sensitif, gigi kamu akan berganti menjadi gigi baru dan jika kamu selalu makan yang manis-manis akan menyakiti gusimu, dan itu tidak enak sama sekali dan Aldi hanya makan satu cokelat, kakak tidak akan memberikannya lagi, kau pun juga." jelas Anna panjang kepada adik keras kepalanya itu.


"Kakak hanya iri saja padaku!" seru Apsa lagi. Mendengar itu Anna dan Rangga sangat kaget.


'maksud dia apa coba?' pikir Anna sendiri seperti tidak menyangka adiknya itu bisa berkata seperti itu.


'Wow, mengagetkan' ucap Rangga dalam hati.


Tetapi Anna berusaha tenang menghadapi adik se keras kepada Apsa.


"Kakak bisa membelinya jika kakak mau, Apsa, jangan membuatku marah!" seru Anna yang kali ini berekspresi kesal.


Melihat itu, Apsa jadi sedikit takut dengan kakaknya karena jika Anna marah itu lebih mengerikan dibanding kemarahan ibunya, Anna seperti melebihi ibu.


Lalu Anna menatap Rangga seperti berkata 'cepat bujuk dia'. Dan Rangga mengerti lalu mencoba membujuk Apsa.


"Bunny, kamu boleh makan cokelatnya tetapi seminggu sekali satu cokelat, oke? Kamu bisa taruh cokelatnya di kulkas itu akan lebih enak, hehe." Bujuk Rangga kepada Apsa dan Apsa langsung mengangguk seperti yang Anna duga.


Lalu Anna beranjak dari tempatnya dan mengambil keranjang cokelat yang di berikan Rangga kepada Apsa.


Melihat itu Apsa mulai cemas.


"Kak! Mau kamu bawa kemana cokelatku!" seru Apsa sambil menarik keranjang cokelatnya.


Tetapi di bawa lagi oleh Anna. Anna mencoba mengambil coklat besar dan coklat yang di suka Apsa dan Aldi beberapa saja dan ia taruh di kulkas, sisa coklatnya masih ada di keranjang.


"Ini, bawa lagi." Anna yang menyodorkan keranjang yang berisi coklat cukup banyak kepada Rangga.


Rangga agak bingung, "kenapa kau kasih ke aku lagi?" tanyanya dengan bingung.

__ADS_1


Lalu Anna menatap Rangga dan berkata, "kamu mau membuat gigi adik-adikku sakit? Bawa lagi, aku sudah mengambil sedikit dan itu cukup untuk adik-adikku," jelas Anna.


"Kakak! Kenapa diberikan ke kak Rangga lagi! Itu hadiahnya untukku kak!" rengek Apsa sambil berteriak.


Rangga mulai emosi dengan tingkah Anna.


"Apa yang kau maksud sih!" seru Rangga.


Anna melirik adik perempuannya itu beberapa detik lalu menatap Rangga lagi. Lalu ia menjelaskan kepada Rangga.


"Jika aku menyimpan semua cokelat yang kau berikan di kulkas, aku yakin Apsa akan tetap memakannya dengan diam-diam." jelas Anna kepada Rangga agar Rangga mengerti yang ia maksud.


Anna sangat tau tabiat adik-adiknya, seperti Apsa yang akan diam-diam memakan cokelat nya nanti walau di larang terus menerus, lebih baik memberinya sedikit.


Dan tentunya Rangga tidak akan menerima itu walaupun yang di maksud Anna demi kebaikan adiknya tetapi menurut Rangga yang Anna lakukan itu menyebalkan.


"Kalau begitu untukmu saja." minta Rangga sambil memalingkan wajahnya seperti 'terserahlah'.


"Aku tidak suka cokelat yang terlalu manis!" jawab Anna gamblang.


Rangga kaget mendengarnya. Lalu Rangga menatap Anna dengan tajam.


"Aku sudah memberikannya dan kau memberikannya kepada ku lagi!" seru Rangga kesal seperti harga dirinya telah jatuh.


"Kakak! Itu milikku, biar aku saja yang simpan kak!" teriak Apsa kesal dengan kakaknya.


Anna pun juga ikutan kesal.


Tiba-tiba seseorang memperingati Apsa dengan keras.


"Apsa! Jangan meneriaki kakakmu!" seru seseorang yang baru saja datang yaitu ayah mereka.


Apsa terkejut dan langsung diam.


Melihat itu, Rangga mencoba menyapa.


"Ah, om, apa kabar," sapa Rangga kepada ayah Rashaa.


"Iya, ada apa ini? Anna ada apa?" tanya Ayahnya kepada anak-anaknya.


"Tidak apa-apa ayah, aku hanya melarang Apsa memakan cokelat karena kemarin dia mengeluh sakit gigi, aku khawatir mungkin giginya mulai sensitif." jelas Anna kepada ayahnya yang baru saja pulang dari kerja.

__ADS_1


Lalu Apsa merengek lagi.


"Te-tetapi ayah, itu cokelat pemberian kak Rangga, aku ingin menyimpannya," jelas Apsa yang mau menangis.


"Apsa, kakak sudah menyimpan beberapa, kamu bisa memakannya, kamu tidak perlu memakan sebanyak ini," ucap Anna sambil membelai rambut adiknya.


"Iya Apsa, kemarin kamu juga merengek kepada ayah karena sakit gigi, kamu sampai tidak bisa tidur," timpa ayah mereka.


Mendengar itu Rangga baru mengerti larangan yang di berikan Anna.


Rangga mencoba membujuk lagi Apsa.


"Tidak apa-apa bunny, kak Rangga akan membawa cokelatnya, kakak juga takut kamu nanti kesakitan lagi," jelas Rangga sambil memegang kedua pipi Apsa.


Seperti biasa Apsa langsung menurut.


"Begitukah?" tanya Apsa. Rangga hanya membalas anggukan.


Ayahnya dan Anna hanya menatap jengah.


Lalu Rangga memberikan satu coklat berbentuk bulat untuk Apsa agar memakannya. Dan yang lain ia bawa lagi.


Anna langsung menghela nafas lega.


"Makanan sudah siap," ucap Ibu Rumi cukup keras dengan tiba-tiba sambil menghidangkan makanan di meja makan.


Mendengar itu ayahnya meminta anak-anaknya makan,


"Yaudah ayo makan."


Lalu Anna menyapa ayahnya yang tadi tidak sempat karena rengekan Apsa.


"Ayah, selamat datang," ucap Anna sambil tersenyum.


"Iya," jawab ayahnya sambil membelai kepada Anna dengan tersenyum, lalu, "terlambat Anna, tadi ayah sudah sedih karena putriku mengabaikanku," jelas Ayahnya lagi. Anna hanya tertawa.


Anna biasa memberi ucapan selamat datang kepada ayahnya saat ayahnya sudah pulang dari pekerjaannya dan ayahnya sudah terbiasa dan senang dengan hal itu, tetapi tadi ayahnya sedikit kecewa untungnya Anna mengingatnya jika tidak itu akan repot.


Rangga memperhatikan interaksi ayah anak itu.


'Kenapa dia tidak bisa tersenyum seperti itu jika dengan ku' ucap Rangga dalam hati seperti sedikit kecewa.

__ADS_1


"Kak Rangga ayo makan kak," aja Apsa sambil menarik tangan Rangga menuju ke ruang makan untuk makan malam karena Rangga datang saat sore jadi ibu Rumi pasti sedang memasak untuk makan malam.


__ADS_2