
Rangga mengantar Anna ke kelasnya kelas sepuluh A2. Kelasnya di lantai dua bagian pojok dekat kelas seni.
"Ini kelas lu," ucap Rangga sambil menunjuk kelas Anna. Anna melihat kelasnya dan melihat papan tanda di kelas itu dan benar kelas A2.
"Yaudah gue pergi dulu," pamit Rangga. Saat ingin pergi Anna kali ini yang menghentikan Rangga.
"Kak," panggil Anna. Rangga menoleh.
"Terima kasih," ucap Anna lalu ia masuk ke kelas.
Mendengar Anna berterima kasih kepadanya entah kenapa ia diam di tempat seperti tidak menyangka ia mendengar itu.
Lalu ia tersadar dan pergi meninggalkan kelas Anna.
Dan interaksi Rangga dan Anna ternyata diperhatikan oleh seseorang yang ternyata dia adalah teman Rangga yang anggota osis juga.
Batin gadis itu ' siapa cewe itu? '
Lalu pergi entah kemana.
***
Di kelas Anna.
Anna duduk dengan gadis yang terlihat sederhana. Anna mencoba berkenalan dengannya.
"Hai aku Anna, nama kamu siapa?" tanya Anna sambil mengulurkan tangannya. Gadis itu melirik tangan Anna lalu menatap Anna.
"Hai, gue Enny salam kenal Anna," jawab gadis itu dengan senyum lebarnya.
Lalu ada seorang gadis di depan Enny yang langsung menoleh dan mengulurkan tangannya ke arah Anna.
"Gue Dinda, haha," ucapnya dengan ketawa. Anna langsung kaget lalu ia membalas jabatan tangan Dinda. Si Dinda langsung tertawa.
"Aku Anna, kalian udah lama temenan kah?" tanya Anna karena ia melihat Enny dan Dinda seperti sudah sangat dekat.
"Enggak, gue sama Dinda baru kenalan tadi waktu kita nyari kelas di bawah, gue gak tau kelasnya dimana gue ngikut dia," jelas Enny sambil menunjuk-nunjuk Dinda.
"Hahaha, gue gampang deket sama orang jadi Enny keliatan kayak dah lama temenan ma gue," jelas Dinda kali ini sambil tertawa. Enny hanya mengangguk.
"La-lalu kenapa kalian tidak duduk bareng?" tanya Anna kepada Dinda dan Enny.
Dinda dan Enny langsung saling pandang.
"Dinda sama pacarnya, makanya gue sendirian," ucap Enny.
Dinda hanya tersenyum-senyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Anna hanya mengangguk-ngangguk.
"Terus mana pacar kamu Dinda?" tanya Anna lagi menanyakan pacar Dinda.
"Dia emang suka molor, dia suka berangkat telat-telat," jawab Dinda sambil memutar matanya.
Anna hanya tersenyum melihat tingkah teman barunya itu.
.
__ADS_1
.
Lalu kakak kelas anggota osis datang sambil memukul pintu dengan tongkat rotan.
Tek... Tek... Tek...
"Ayo... Ayoo... Masuk semua." minta kakak kelas itu dengan tegas.
Semua murid baru yang masih di luar langsung masuk ke dalam kelas.
Anna dan teman-teman barunya langsung fokus ke depan.
.
.
Anggota osis itu lalu fokus ke murid-murid baru.
"Hari ini gue orang pertama yang menyambut kalian bukan guru atau wali kelas." jelasnya dengan informal.
"Gue mau jelasin dikit doang karena sebentar lagi anggota osis yang lain yang bertugas di sini bakal datang lagi," jelas anggota osis itu lagi.
Murid-murid di kelas Anna fokus memperhatikan ucapan anggota osis itu.
"Sebelum itu, gue mau memperkenalkan diri dulu, Nama gue Robby kelas sebelas B3, gue yang bakal berada di kelas ini selama tiga hari, karena tiga hari nanti kita anggota osis dan sekolah bakal ngadain masa orientasi siswa," jelas Robby kakak kelas mereka.
Lalu anggota osis yang lain datang.
Satu orang laki-laki dan satu orang perempuan dan satu orang laki-laki lagi tetapi berada di luar kelas.
Anna terkejut karena ia melihat Rangga yang masuk di kelasnya. Rangga menoleh seperti mencari Anna dan ketemu lalu mereka saling pandang, Anna langsung menunduk.
Lalu.
"Baiklah, karena anggota yang lain sudah datang saya mohon kalian yang baru datang memperkenalkan diri sendiri kepada calon adik-adik kita," ucap Robby sambil menatap bergantian para teman-temannya dan juga adik kelasnya.
Anggota osis yang perempuan maju lebih dulu.
"Halo adik-adik semua, nama aku Nia dari kelas B1," ucap Nia sambil tersenyum manis.
"Halo kakk..." jawab adik-adik kelasnya dengan serempak.
Lalu yang satunya pastinya si Rangga.
"Nama gue Rangga dari kelas sebelas A1, salam kenal adik-adik," ucapnya dengan tersenyum tampan.
Melihat itu para adik-adik kelas perempuan mereka jadi bengong di buatnya.
"Salam kenal kak..." jawab mereka tidak serempak karena salah fokus dengan ketampanan Rangga.
Tetapi tidak untuk Anna. Ia malah berdecih dan itu terdengar oleh Rangga bahkan teman-teman anggota osisnya.
"Cih," decihannya sambil memalingkan muka.
Batinnya ' monyet kok di suka ! ' seru Anna dalam hati.
Mendengar itu urat dahi Rangga mulai muncul, ia mulai kesal dengan Anna.
__ADS_1
Lalu Rangga menunjuk Anna dengan sengaja.
"Oi... Kamu," tunjuknya kepada Anna.
Anna yang ditunjuk langsung terkesiap.
"Sa-saya, kenapa?" tanya Anna sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, kamu kenapa berdecih?" tanya Rangga sedikit memberikan nada tegas.
"Siapa yang berdecih, saya tidak." jawab Anna membela diri.
"Kau pikir aku tidak mendengarnya, ha!" seru Rangga kali ini dengan nada kesalnya.
Mendengar itu Anna langsung menatap Rangga dengan tatapan dingin seperti biasanya. Melihat tatapan Anna itu Rangga sedikit kaget. Tatapan tajam Anna seperti berucap 'lu beneran memperlakukan gue kayak gini'.
Tetapi ini Rangga, dia pastinya tetap melanjutkan aksinya. Dia merasa seperti tidak bisa kalah kepada gadis seperti Anna.
"Ka-kau! jangan menatapku seperti itu!" serunya lagi dengan tegas.
Anna tidak takut tetapi saat Anna sedang beradu tatapan dengan Rangga dia malah di tatap dengan tatapan marah oleh para gadis-gadis di kelasnya.
Melihat itu Anna sedikit bergidik, ia langsung sadar dengan apa yang ia lakukan.
"Ti-tidak, maaf kak," ucap Anna maaf kepada Rangga.
Rangga jadi merasa seperti nyalinya ciut karena melihat ekspresi Anna yang terlihat ketakutan.
' Sialan! Kenapa ekspresinya kayak gitu sih! Gue jadi gak bisa bales, anjing! pokoknya gue bakal bales nanti ' pikir Rangga.
Rangga belum puas karena Rangga merasa seperti Anna mengalahkannya dengan ekspresi yang di buat Anna itu padahal Anna beneran sedang ketakutan karena di tatap oleh para gadis-gadis di kelasnya karena ia berinteraksi dengan Rangga.
Rangga lalu menghela nafas panjang.
"Yaudah jangan diulangi lagi!" seru Rangga yang sebenarnya masih kecewa kepada Anna. Anna hanya membalas anggukan sambil menunduk.
Lalu.
Plak... Plak...
Suara tepukan tangan.
"Oke cukup," ucap Robby seperti menengahi keributan itu, "kalau gitu gue mulai jelasin apa aja yang kalian bawa besok," ucap Robby lagi.
Para adik-adik kelasnya langsung mengambil buku, handphone atau note untuk mencatat keperluan yang di minta.
Singkatnya mereka sudah memberitahu lalu mereka keluar kelas.
"Baiklah sampai jumpa besok," ucap pamit dari Robby dan teman-temannya kepada adik kelas mereka.
Saat sudah di luar kelas.
"Anjing! lu ngapain sih Ga!" seru Robby karena heran dengan tingkah Rangga tadi di kelas.
"Gak papa, oh ya cewe tadi biar gue yang urus selama tiga hari," minta Rangga kepada Robby.
"Anjritt! Gak usah aneh-aneh deh!" seru Nia seperti tidak setuju.
__ADS_1
"Ini orientasi bukan buat ngebully adik kelas Ga!" seru Robby lagi memperingati.
Dan Rangga tidak mendengarkan mereka.