
"Kak, aku udah selesai. Jadi mau kak Rangga apa lagi?" tanya Anna dengan berani kepada Rangga.
Rangga melirik Anna, "ya lu kembali kelas lah! Ngapain nanya gue bego!" ucap sinis Rangga. Dan itu membuat hati Anna sedikit sakit.
Robby langsung menyela, "dek, kamu kalo udah selesai boleh kembali kelas."
Anna mendengarkan tetapi mengabaikan ucapan Robby, ia terus menatap Rangga.
"Kak, aku tau kau tak ingin aku kembali ke kelas kan?" tanya Anna kepada Rangga.
Tetapi Rangga hanya diam dengan keningnya yang mengerut tanda kesal.
Anna menatap Rangga dengan raut sedih.
"Aku tidak akan kembali seperti yang kamu mau tetapi aku punya permintaan. Biarkan teman-teman kelasku kembali, mereka kelelahan, kecapean. Ini masalah antara aku dan kakak jadi biar aku saja yang melakukannya," jelas Anna seperti meminta agar Rangga berhenti bertingkah aneh-aneh.
Rangga tetap diam. Robby, Nia dan Tono yang ada di sana juga menunggu jawaban dari Rangga.
"Baiklah," keputusan Rangga akhirnya karena Rangga melihat Robby dan Nia yang frustasi. Robby, Nia, Tono dan Anna menghela nafas lega.
Lalu Rangga berucap lagi, "sebagai gantinya, lu yang di sana sampe bunyi bel pulang sekolah."
Syarat Rangga dan langsung di setujui oleh Anna.
Nia kaget dan bertanya kepada Anna, "lu yakin dek?"
Anna mengangguk, "gapapa kak. ini konsekuensi ku karena kenal sama kak Rangga." ucapnya seperti menyindir dan didengar langsung oleh Rangga.
Mendengar itu Rangga hanya diam tetapi salah satu tangannya mengepal seperti menahan marah.
°°°
Setelah obrolan antara Anna dan Rangga. Anna kembali ke kelas terlebih dahulu.
Saat Anna berjalan menuju kelasnya, teman-teman kelasnya melihat dirinya dan mereka menggosipinya lagi.
"Ohhhh langsung masuk kelas toh kalo dah selesai."
"Iya kayaknya."
"Enaknyaa...yang salah tapi yang cepet bebas dari hukuman malahan, ckck."
"Hidup itu memang tidak adil."
"Harusnya dia tuh dapet dua atau tiga lembar folio!"
"Iya harusnya gitu, dia kan biang keroknya dari awal!"
Enny hanya menghela nafas saja mendengar gosipan-gosipan untuk Anna tetapi Dinda hampir tersulut emosi mendengar perkataan jelek untuk Anna yang sudah ia jadikan teman dekatnya itu. Tetapi ditenangkan oleh Enny.
Dan Enny berucap kepada Dinda, "Din daripada lu nanggepin ocehan mereka mending cepetan selesaikan tulisan kita terus nyusul Anna."
Dinda menjawab anggukan saja. Lalu ia melanjutkan menulis hukuman mereka.
__ADS_1
.
.
Beberapa menit saat mereka sedang fokus dengan hukuman mereka dan ocehan mereka. Robby, Nia dan Tono menghampiri teman-teman Anna yang masih berada di tengah lapangan sedangkan Rangga tetap berada di tempatnya karena sebenarnya Rangga masih setengah hati dengan keputusan Anna tetapi demi Robby dan Nia ia menyetujui.
Teman-teman kelas Anna langsung bertingkah seakan-akan fokus dengan kertas mereka padahal sedari tadi mereka terus mengoceh dan bergosip.
Robby berucap, "kalian semua," mereka langsung menoleh ke Robby.
"Kalian boleh kembali ke kelas." ucap Robby lagi.
Mereka langsung sumringah senang mendengar ucapan Robby.
"Beneran kak?" tanya salah satu dari mereka yang masih belum percaya dengan perintah Robby.
Robby mengangguk, "kalian juga udah lama banget duduk di sini jadi kalian boleh kembali ke kelas buat istirahat."
Mereka langsung bahagia dan senang mendengar bahwa mereka sudah bebas dari hukuman.
"Yeeeeee..."
"Asikkk..."
"Wahhhh...beneran ini beneran?"
"Akhirnyaaaa..."
Lalu mereka berdua bertanya lagi kepada Robby.
"Kak, aku dan Enny juga boleh masuk kelas?" tanya Dinda. Dan Robby hanya mengangguk.
"Ta-tapikan kak, kita berdua dan Anna sama-sama terlambat masuk kelas tadi, kenapa kita boleh?" tanya Enny yang benar-benar bingung dan gak percaya.
Lalu Nia menjelaskan, "teman kamu tadi juga sudah selesai jadi kalian juga sudah boleh kembali ke kelas."
Mendengar itu Enny dan Dinda saling menatap lalu tersenyum. Anna seperti keberuntungan pikir mereka berdua.
"Yaudah sana kembali ke kelas, nanti kami kesana," perintah Robby.
Lalu teman-teman kelas Anna bergerombol menuju ke kelas mereka.
.
.
Saat perjalanan menuju ke kelas. Mereka bergosip tentang Anna lagi.
Salah satu teman kelas mereka berceletuk, "tuh bener kan guys, dari awal juga Anna masalahnya. Dia udah selesai kita juga dah selesai."
"Iya tadi waktu kak Robby nyuruh kita balik kelas, gue langsung mikir. Apa masalahnya itu ada di Anna."
"Tadi kalian gak liat waktu Anna ngumpulin kertas ke kakel, dia sempet ada kayak lagi ngobrol sama kak Rangga."
__ADS_1
"Iya gue liat,"
"Sebenernya hubungan mereka apa sih! Gue kok jadi kepo."
"Lu mah kepoan."
"Udah deh kalian gak usah curigaan. Udah bagus kita bebas dari hukuman. Gue sempet mikir kayaknya kak Rangga bakal jemur kita sampe bel pulang, untungnya enggak." ucap salah satu dari mereka yang masih waras.
Enny dan Dinda juga masih bingung tetapi mereka berdua juga senang karena lepas dari hukuman.
Dan di sisi cewek-cewek yang naksir dengan Rangga.
"Apa sih hubungan antara kak Rangga sama Anna, bikin kesel deh."
"Iya mereka kayak ada hubungan rahasia."
"Gue juga penasaran hubungan mereka sebenarnya apa."
Mereka seperti kesel sendiri melihat kedekatan Rangga dan Anna.
Padahal yang sebenernya terjadi adalah Anna menggantikan hukuman teman-teman kelasnya.
Saat tadi Anna berbicara dengan Rangga.
"Tapi kak, aku tidak ingin mereka tau bahwa aku masih di hukum," ucap Anna.
Robby, Nia dan Tono terkejut.
"Kenapa?" tanya Nia.
"Umm, pokoknya aku memohon kepada kalian tolong jangan kasih tau mereka jika mereka tidak mengetahuinya sendiri," minta Anna kepada kakel osisnya itu.
'Jika mereka tau nanti aku di gosipin aneh-aneh lagi' ucap Anna dalam hati.
"Terserah dah! Sana cepet ambil tas lu terus ke sini! Jangan kabur lu!" perintah Rangga sama artinya dengan menyetujui permintaan Anna.
Mendengar itu Anna hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Rangga dan yang lain menuju ke kelasnya untuk mengambil tasnya.
Saat Anna sudah meninggalkan mereka. Nia berbicara kepada Rangga lagi.
"Ga, lu yakin dengan keputusan lu?" tanya Nia karena ia walau begitu tetap khawatir kepada Anna.
"Ha? Bukannya itu bocah sendiri yang minta. Kenapa nanya gue lagi," jawab Rangga dengan kesal.
Nia juga ikutan kesal, "lah gue juga cuma nanya kenapa lu sewot, sat!"
"Udah deh, lagian dia sendiri yang mau. Gue juga belum puas kalo dia cuma di jemur doang," jawab Rangga seperti tidak ada dosa sedikit pun.
Mendengar itu Nia terkejut, "lu gila ya?"
Rangga tidak menanggapi ucapan Nia. Tapi memang benar Rangga belum puas walau Anna terlihat baik tetapi Rangga selalu menutup mata dan telinganya untuk Anna.
"Lagian daritadi kalian ngobrol santai kayak dah lama kenal, gue penasaran. Lu sama Anna ada hubungan apa sih?" tanya Nia tiba-tiba.
__ADS_1