SELISIH CINTA

SELISIH CINTA
15. adik yang tanggap.


__ADS_3

Dong...dong...donggg...


Suara bel tanda pulang sekolah untuk murid baru.


Mendengar bel itu Robby langsung beranjak dari duduk lalu membubarkan adik-adik kelasnya.


"Baiklah kalian boleh pulang," ucapnya lalu pergi meninggalkan kelas tersebut.


Lalu adik-adik kelasnya mulai berebut keluar kelas.


Sedangkan Enny masih bingung dimana Anna apakah sudah pulang ataukah belum dan karena terlalu lelah Enny sampai lupa menanyakan dimana Anna kepada Robby atau Nia.


.


.


Sedangkan di sisi Anna.


Mendengar bel pulang sekolah, Rangga langsung menuju ke Anna.


"Sekarang kamu boleh pulang," ucap Rangga mengizinkan Anna.


Anna langsung berdiri dari duduknya.


"Ahhhh....enaknyaaaa...makasih kak," jawab Anna sambil meregangkan tubuhnya.


Saat Anna ingin meninggalkan Rangga tiba-tiba Rangga menghentikannya lagi.


"Tunggu!" seru Rangga. Anna langsung berhenti ia langsung menoleh ke Rangga.


Anna bertanya, "ada apa lagi kak?"


"Sebelum pulang, tolong beli-in gue minuman dingin di kantin dulu. Nih uangnya," suruh Rangga sambil menyodorkan uang kepada Anna.


Anna menatap uang yang Rangga pegang lalu menatap Rangga lagi.


Batinnya 'dia gila ya?' tanyanya dalam hati seperti kesal.


"Ini! Cepetan!" seru Rangga lagi.


"Iya...iya..." jawab Anna sambil ia mengambil uang yang Rangga sodorkan itu kepadanya.


Anna lalu ke kantin membeli minuman untuk Rangga.


"Bu beli minuman botol 3 dan nasi rames," minta Anna kepada ibu kantin. Anna sekalian membeli nasi bungkus dari uang Rangga untuk ia makan.


'Biarin ah! Aku laper banget' batin Anna.


"Ini dek," ibu kantin tersebut memberikan makanan dan minuman yang Anna pesan.


"Makasih bu," ucap terimakasih Anna. Lalu Anna pergi meninggalkan kantin dan menuju ke Rangga.


.


.


Saat sudah sampai, ia mencari Rangga kemana-mana tetapi tidak menemukan batang hidungnya.


"Mana sih kak Rangga! Udah lewat jam pulang lho, masak aku di hukum mulu sih!" seru Anna pelan tetapi dengan kesal.


"Gue di sini..." ucap Rangga yang tiba-tiba di belakang Anna.

__ADS_1


Anna terkejut.


"Kak! Darimana aja sih!" ucap kesal Anna kepada Rangga.


"Kamar mandi, mana minuman yang gue pesen," minta Rangga.


Anna langsung memberikan minuman yang Rangga pesan sedangkan makanannya ia sembunyikan.


Rangga sedikit curiga karena kembaliannya kok lebih sedikit.


"Tiga botol kok mahal banget sih!" seru Rangga sambil melihat Anna.


"Ahh...aku beli nasi rames hehe," ucap jujur Anna kepada Rangga.


Rangga kesal, "lu gila ya! Itu kembaliannya buat beli bensin motor gue!" omel Rangga kepada Anna.


"Lah emang tante cuma ngasih uang segitu ke kak Rangga?" tanya Anna heran.


"Mama emang selalu ngasih gue uang pas biar gue bisa ngirit! Malah lu beliin nasi! Terus nanti gue gimana kalo mogok di jalan!" omel Rangga kepada Anna.


"Yaudah dorong dong," jawab Anna dengan smirk seperti mengejek.


"Lu! Malah ngetawain gue! Lu sengaja ya?" tanya Rangga di akhir.


"Bu-bukannya sengaja kak, aku juga laper dan...uangku buat aku naik BRT nanti," jelas Anna dengan jujur.


Rangga benar-benar kesal dengan Anna kali ini.


"Cih! Yaudah sana pulang!" suruh Rangga tetapi masih dengan nada kesal.


"Beneran boleh pulang?" tanya Anna kali ini.


"Iya! Dah sana, sebelum gue berubah pikiran." ucap Rangga lagi seperti mengusir Anna.


Rangga melihat itu sedikit bingung.


"Hehe, yang satu buat aku," ucap Anna lalu ia berlari meninggalkan Rangga agar tidak di omelin lagi.


Melihat itu kerutan di kening Rangga muncul tanda marah.


***


Sesampainya Anna di rumah. Ia sampai pukul dua siang.


"Aku pulangg..." ucap salamnya.


Ibunya mendengar Anna sudah datang langsung menyambut putrinya itu.


"Selamat datang nak," jawab ibunya.


Anna langsung menuju ke dapur setelah melepas sepatu dan kaos kakinya. Ia meletakkan tasnya di kursi makan lalu ia mengambil piring lalu mengeluarkan nasi bungkus yang ia beli di kantin sekolah dan duduk di kursi makan lalu memakan nasi bungkus yang ia beli dari uang Rangga tersebut.


"Loh nak, kamu beli nasi?" tanya ibunya penasaran.


"Iya bu, tadi gak sempet makan," jawab Anna. Lalu ia melanjutkan makannya.


Lalu ibunya penasaran lagi.


"Kamu juga masih anak baru kok pulangnya sampai sore, emang udah pelajaran?" tanya Ibunya Anna.


Anna langsung berhenti mengunyah makanannya. Ia diam beberapa detik seperti sedang memikirkan alasan apa yang bagus agar ibunya tidak bertanya lagi.

__ADS_1


"Amm...tadi ada game bu terus temen-temen kelasku pada pengen lagi lagi mulu jadi pulangnya lama dan...karena seru sampe lupa istirahatnya dan sekarang baru kerasa hehe," ucap alasan Anna kepada ibunya.


Dan ibunya hanya mengangguk-ngangguk percaya saja dengan yang Anna ceritakan. Melihat ibunya seperti percaya, Anna langsung lega dan langsung melanjutkan makannya.


Karena ibunya itu orangnya kepoan, agar ibunya tidak bertanya lagi kepada dirinya lagi. Anna langsung mengalihkan ke pembahasan lainnya.


"Oh iya, ibu masak apaan? Biar Anna makan juga soalnya lauk di nasi bungkusnya cuma dikit," ucap Anna mengalihkan.


"Oh iya bentar ibu ambilkan dulu." ibunya langsung mengambilkan masakan di dapur agar Anna bisa memakannya.


'Aku tidak ingin ibu tau kalau sebenarnya di sekolah aku di hukum sama kak Rangga' batin Anna sambil menikmati nasi bungkus yang ia beli di kantin sekolah tersebut.


°°°


Lalu saat Anna masih menikmati makan siangnya sambil mengobrol dengan ibunya. Tiba-tiba Aldi langsung datang dari luar rumah.


"KAKAK!" teriak Aldi saat tau bahwa Anna sudah pulang.


"Oh, Al darimana aja?" tanya Anna tapi tetap menikmati makanannya.


"Habis main bola di komplek sebelah," jawab Aldi sambil duduk di samping Anna.


"Aldi cuci kaki dan tangan dulu lalu makan dengan Kak Anna," suruh ibunya. Dan Aldi langsung berlari ke kamar mandi setelah itu ke wastafel untuk mencuci tangannya lalu duduk di samping Anna lagi dan makan bersama Anna.


Melihat kakaknya itu seperti kelaparan membuat Aldi gatal untuk bertanya.


"Kakak seharian belum makan?" tanya Aldi.


Lalu Anna diam lalu melirik ke ibunya yang sedang mengambil piring untuk putranya.


Anna berbisik ke Aldi, "Iya, hehe. Stttt ibu jangan sampai tau."


Lalu lanjut makan lagi.


Aldi langsung diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kakak gak di ganggu kan?" tanya Aldi dengan sangat tanggap.


Anna langsung berhenti makan seperti terkejut dengan ucapan adiknya itu.


Tetapi Anna seperti pura-pura semua baik-baik saja.


"Enggakkk, kakak seneng kok. Kenapa tanya gitu?" jawab Anna diakhiri tanya kepada adiknya itu.


Aldi beberapa detik diam sambil menatap kakaknya itu seperti tidak percaya dengan ucapan kakaknya.


Lalu ibunya sudah datang dan memberikan piring serta lauk pauk untuk Aldi.


"Ini sayang," ucap ibunya sambil menyodorkan piring berisi nasi dan lauk kepada Aldi.


"Terima kasih, ibu." jawab Aldi.


Lalu Aldi memakan sesuap. Saat selesai mengunyah dan menelannya tiba-tiba ia berucap.


"Kakak kalau ada apa-apa cerita kepadaku, aku akan selalu ada untuk kakak." ucap tiba-tiba Aldi dengan tulus tanpa menatap Anna. Ia langsung melanjutkan makannya.


Anna langsung diam saat mendengar ucapan adik laki-lakinya itu.


Lalu Anna tersenyum seperti terharu.


ia menjawab, "iya" dengan singkat sambil tersenyum. Lalu melanjutkan makannya juga.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya ibunya bingung tetapi kedua anaknya hanya diam.


Ibunya yang memperhatikan kedua anaknya itu jadi bingung karena tidak mengerti kenapa Aldi berbicara dengan tulus seperti itu.


__ADS_2