
Evan dan Manda dipersilahkan masuk oleh Rumi ke dalam rumah mereka untuk melihat bayi kembar mereka yang berada terbaring di ruang keluarga beralaskan kasur lantai dan di tutupi kelambu bayi anti nyamuk seperti biasanya. Rumi sangat senang jika bayi kembarnya ia taruh di luar kamarnya agar dirinya bisa mengawasi dan juga agar tamu-tamu yang ingin menjenguk bayi mereka bisa langsung melihatnya. Lagipula rumah mereka lebih sering sepi hanya ada Rumi dan juga Anna, Rashaa pergi bekerja.
.
.
"Itu kedua bayiku," tunjuk Rumi ke bayinya yang terbaring di ruang keluarga
dan menggeliat-geliat tanpa rewel.
"Kalau begitu aku siapkan makanan dulu," ucap Rumi lagi dan menuju ke dapur meninggalkan keluarga Lawrence.
Manda langsung menuju ke bayi kembar itu dengan berbinar dan senang.
"Uluh... Uluhhh... Bayi siapa ini," ucapnya sambil mengambil selembar tissue basah untuk mengelap tangannya lalu menyingkirkan kelambu bayinya dan menggendong salah satu bayi.
"Aku taruh hadiahnya di sini," ucap Evan kepada Rashaa sambil menaruh plastik besar isi hadiah di dekat meja TV. Lalu Evan menghampiri istrinya dan melihat bayi kembar tersebut dan Rangga hanya mengikuti orang tuanya.
Evano Jhonatan Lawrence, suami Amanda Laurinda adalah keturunan Italia. Amanda sendiri keturunan bali-inggris.
Evan adalah teman Rashaa dan Rumi sejak bangku SMA sedangkan Manda adalah sahabat Rumi.
.
.
"Aku jadi iri padamu Rumi," ucap Manda, "padahal aku yang sejak dulu ingin bayi kembar tetapi kau malah yang beruntung," ucap Manda lagi sambil menggendong kedua bayi kembar Rumi dan Rashaa bergiliran.
Lalu Manda berucap lagi kali ini kepada Rashaa, "Rashaa, benihmu tidak ada yang gagal," celetuknya tiba-tiba untuk Rashaa.
Mendengar celetukan Amanda membuat suaminya sedikit tersinggung.
"Maksudmu benihku tidak hebat begitu?" tanya Evan tetapi dengan nada sedikit kesal.
"Haha bukan begitu honey, maksudku lihatlah kedua bayi ini, mereka benar-benar menawan." jawabnya dengan memandangi kedua bayi itu dengan mata bersinar. Evan hanya menghela nafas dan berbisik kepada Rashaa kata maaf.
Di sisi lain
Rangga yang duduk di sebrang mamanya itu menatap terus bayi perempuan sampai tak berkedip berjam-jam.
Batinnya 'bayi ini cantik, imut dan bersinar, sangat menawan'
Sambil terus menatap bayi perempuan itu dan mencoba menyentuh bayi perempuan dan bayi itu memegang jemari Rangga dan mata Rangga langsung berbinar bahagia seperti terhipnotis dengan pesona bayi perempuan Rumi dan Rashaa.
__ADS_1
Melihat putranya itu terlihat seperti diam saja padahal ia sedang menatap bayi perempuan itu dengan semangat, Manda langsung menyadarkan Rangga.
"Rangga, kamu kenapa diem aja?" tanya Manda.
Rangga seperkian detik diam, lalu.
"ma, bayi ini sangat cantik dan imut, saat besar nanti dia pasti akan tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik," jelas Rangga. Mamanya hanya bengong seperti tidak bisa berkata-kata dengan yang ia dengar.
"Ho-honey, si-siapa yang mengajari Rangga seperti ini," ucap Manda kepada suaminya tersebut tanpa menatap suaminya karena ia sedang menatap putranya.
Rumi yang sedang membawakan cemilan pun sampai berhenti mematung saat mendengarnya. Rashaa yang sedang duduk di samping Evan pun sudah mulai mengeluarkan aura kemarahan. Evan sampai bergidik ngeri.
"A-aku tidak mengajari apapun, honey," jawab Evan kepada istrinya itu.
"Dia benar-benar mirip denganmu Van," ucap tiba-tiba Rashaa dengan tetap beraura mengerikan. Rangga sampai merinding di buatnya.
Rumi yang sedang mematung langsung sadar dan berucap, "iya, dia mirip sekali dengan Evan dulu yang gila sekali dengan kecantikan," timpa Rumi sambil tersenyum.
Mendengar teman-temannya membicarakan masa lalunya dulu membuat Evan sedikit malu.
Lalu Rashaa menatap Rangga kecil dengan aura hitamnya.
"Mungkin saat besar nanti si kecil ini akan menjadi pria playboy!" serunya dengan nada menekan.
tiba-tiba.
Pletak!
"Aw.... sayang!" seru Rashaa.
Rashaa di pukul istrinya.
"Jangan bicara yang tidak tidak!" seru Rumi kepada suaminya.
***
Sejak saat pertemuan itu, Evan dan Manda jadi lebih sering mengunjungi rumah keluarga Harshendra hanya untuk melihat bayi kembar mereka. Kadang juga hanya Manda dan putranya karena Evan sedang sibuk di kantornya sekalian Manda juga menemani Rumi yang lebih sering sendiri mengurus ketiga anaknya.
*PERKENALAN
Manda dan Evan memiliki dua anak perempuan dan laki-laki.
Yang pertama bernama Rania Ruthvika Lawrence, yang sedang bersekolah di bali maka dari itu ia tidak datang bersama kedua orang tua mereka, Rani memiliki selisih umur dengan adiknya enam tahun.
__ADS_1
Yang kedua adalah Ranggajay Kavin Lawrence, anak yang tenang dan kalem tetapi ternyata mulutnya sangatlah pedas tidak sesuai dengan ketenangannya.
Dan anak dari Rashaa dan Rumi.
Yang pertama tentunya Annaya Alfarizqia Harshendra, gadis yang sangatlah baik dan sopan, ia sangat menutup diri tetapi walaupun begitu ia mudah sekali bergaul.
Lalu yang kedua adalah anak kembar mereka, Apsari Bellezza Harshendra dan Aldiano Jameel Harshendra.
Apsa dan Aldi adalah kembar perempuan dan laki-laki yang tak identik yang lahir dari rahim ibu Harumi ibu cantik keturunan Bali.
Apsa dan Aldi adalah anak yang memiliki banyak keberuntungan sejak Rumi mengumumkan bahwa dia mengandung anak kembar, semua orang menunggu bayi kembar itu.
Dan saat bayi kembar itu lahir, keluarga serta teman-teman dari Rashaa dan Rumi ikut bahagia dan terpukau dengan betapa cantik kedua anak kembar mereka.
Anna, anak pertama mereka tidak cemburu sama sekali, ia sangat menerima dan malah bahagia tetapi ia merasa sedih karena diperlakukan buruk kepada putra dari keluarga Lawrence si Rangga.
Seperti saat Anna di ejek jelek pertama kali oleh Rangga entah kenapa Rangga tiba-tiba berkata seperti itu.
Anna menutup diri di kamar dan ternyata ia menangis dalam diam.
'Apa yang dia katakan, apa aku se jelek itu' batin Anna sambil berkaca.
Lalu tiba-tiba ia meneteskan air mata, yang awalnya setetes-setetes jadi banjir air mata tanpa suara sama sekali.
"Ta-tapi, ayah bilang aku gadis paling cantik, apakah itu bohong?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
Lalu ia tak pernah keluar kamar sampai keluarga Lawrence pulang.
Saat Anna keluar setelah keluarga Lawrence pulang, ia seperti bertingkah biasa saja seperti tidak terpengaruh.
.
.
Tetapi malamnya saat ia tertidur ternyata ayahnya datang ke kamarnya dan tidur dengan dirinya.
Sepertinya Rashaa tau suasana hati putri pertamanya sedang tidak baik.
.
.
Besoknya saat Manda dan putranya datang lagi, Anna sudah tidak apa-apa.
__ADS_1