
Sudah lama sejak ibu Rumi melahirkan bayinya, sekarang bayi kembar itu sudah besar, walaupun masih SD.
Tak... Tak... Tak...
Suara seorang gadis kecil yang berlarian di dalam rumah menuju ke pintu utama seperti ingin menghampiri seseorang di luar.
"Kak... Ranggaaa..." teriaknya panjang kepada seseorang yang berada di luar rumah.
Rangga yang sudah beranjang remaja yang sedang memarkirkan motornya di teras rumah Harshendra.
Rangga langsung menoleh ke sumber suara.
"Apsaaaaa... " ucapnya dengan senang sambil menaruh helmnya di sepion motor lalu menerjunkan pelukan kepada Apsa.
"Aku sangat merindukanmu, bunny," ucap Rangga lagi sambil memeluk Apsa dan memberikan kecupan di dahi Apsa.
"Uhm, Apsa juga sangaaaaattt merindukan kak Rangga, hehe," jawab Apsa dan tetap memeluk Rangga.
Lalu.
"APSA! KENAPA KAMU SELALU LARI LARI DI DALAM RUMAH, SIH!" teriak keras ibu Rumi sambil membawa centong dan menghampiri putri kecilnya itu. Lalu ia melihat Rangga.
"Oh, Rangga disini toh," ucap Ibu Rumi lagi.
"Haha, maaf tante," ucap maaf Rangga karena membuat ibu Rumi marah karena tingkah Apsa saat menemuinya.
"Iya, tidak papa, kamu mau menemui Apsa ya?" tanya Ibu Rumi kepada Rangga.
Rangga mengangguk, "iya, sudah seminggu aku tidak menemuinya," jawab Rangga sambil mengelus-ngelus kepala Apsa yang sedang memeluknya.
Ibu Rumi hanya tersenyum, "yasudah kalau begitu masuklah dulu, tante sedang membuat makanan."
Rangga hanya membalas anggukan.
Saat Rangga hampir saja masuk rumah, ia melihat seorang gadis sedang berjalan menuju ke rumah keluarga Harshendra ia adalah Anna yang habis ke warung untuk membeli keperluan yang di minta ibunya.
"Aku pulangg..." ucapnya sambil melepas sandalnya lalu ia berhenti sejenak karena melihat sosok pria yang ia kenal.
"Kak Anna selamat datang," ucap Apsa kepada kakaknya itu.
"Uhm," jawab Anna singkat lalu berlalu meninggalkan Rangga tanpa menyapanya atau bahkan tanpa basa basi dulu kepada Rangga.
Melihat itu Rangga sedikit kesal.
"Oi, darimana lu?" tanya Rangga. Anna langsung berhenti.
__ADS_1
"Dari warung, kenapa?" tanya balik Anna tetapi ia hanya menoleh ke samping tanpa menatap mata Rangga.
"Gpp, tanya aja." jawab Rangga sok cuek.
Anna hanya berdecih melihatnya.
"Cih! Monyet!" ejek Anna lalu berlalu menuju ke dapur.
"Apa kau bilang?" tanya Rangga dengan marah tetapi tidak di dengarkan Anna dan itu membuat Rangga lebih kesal lagi karena ia tidak bisa membalas ejekan Anna.
"Kak Rangga Kak Rangga, ayo masuk kak." minta Apsa dengan bibir manyun karena kesal di cuekin Rangga.
Rangga langsung melihat Apsa yang cemberut dan menjawab, "iya... Iya... Hehe."
.
.
Saat berada di ruang keluarga, Rangga menaruh tas dan jaketnya di kursi yang di sediakan. Lalu seorang anak laki-laki turun dari tangga.
Rangga mencoba menyapa anak laki-laki itu.
"Aldi, apa kabar?" tanya Rangga sambil tersenyum.
"Baik." jawab Aldi dengan dingin dan malah melewati Rangga begitu saja. Lalu ia menghampiri kakaknya karena tau kalau Anna sudah pulang membeli sesuatu.
Anna kaget karena Aldi memeluknya, "Al..., kakak sedang mencuci ini dulu," ucap Anna.
Aldi tidak mendengarkan kakaknya dan malah memeluk kakaknya makin erat.
Aldi seperti itu karena tadi nonton kartun dengan Anna lalu ibunya menyuruh Anna ke warung, karena Anna lama datang jadi Aldi ketiduran.
Melihat hal itu Rangga sedikit jengkel karena saat tadi Rangga menyapanya ia menjawab dengan cuek dan dingin tetapi saat dengan Anna ia jadi berubah lembut dan manja. Entah kenapa si Aldi sejak kecil tidak pernah bersikap baik kepada Rangga.
Walaupun Aldi selalu menjawab perkataan Rangga tetapi Rangga merasa seperti Aldi tidak pernah menyukainya dia hanya ingin bersikap baik saja kepada Rangga karena Rangga lebih tua darinya dan anak dari teman ibu Rumi.
.
.
Melihat Aldi mengganggu Anna, ibu Rumi memberikan peringatan kepada putra kecilnya itu.
"Al, jangan ganggu kakakmu dulu, ibu sedang repot." ujar Ibu Rumi.
Tetapi tetap saja Aldi tidak mendengarkan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa ibu, dia hanya memelukku tidak menggangguku," jawab Anna sambil mencuci sayur mayur dan memotongnya.
"Tetapi tetap saja kau tidak bisa bergerak!" seru Rumi sedikit kesal. Lalu Rumi melihat Aldi lagi yang masih tetap memeluk putri pertamanya itu.
"Aldi kenapa selalu manja kepadamu sih, padahal ibu yang sering memanjakannya," ucap ibu Rumi lagi seperti sedang iri dengan Anna.
"Entahlah, kenapa Al?" tanya Anna kepada Aldi tetapi Aldi hanya menggeleng.
Lalu Anna baru ingat bahwa saat di warung ia membeli cemilan untuk kedua adiknya.
"Oh iya, tunggu sebentar Al," ucap Anna sambil melepas pelukan Aldi dan mengambil cemilan yang ia beli di meja makan.
"Ini untukmu adikku," ucap Anna sambil menyodorkan cokelat batang kepada Aldi dengan tersenyum.
Aldi langsung memeluk Anna lagi.
Ia berkata, "Terima kasih, kakak yang terbaik." sambil menatap Anna dengan senyuman manisnya.
.
.
Lalu Anna memberikan satunya kepada Apsa tetapi saat ia ingin memberikannya kepada adik perempuannya itu tidak di sangka ternyata Rangga sudah membawakan se keranjang cokelat penuh dengan varian yang berbeda-beda.
Saat Apsa tau Anna menghampirinya,
"kak Na, lihat, kak Rangga membawakan cokelat banyak sekali kepadaku, hehe," ucapnya dengan polos sambil memperlihatkan keranjang isi cokelat kepada Anna.
"benarkah?" tanya Anna sambil memberikan cokelat yang ia beli kepada Apsa.
Apsa hanya menjawab anggukan lalu ia melihat kakaknya memberikan cokelat kepadanya ia agak kaget.
"Kakak ternyata membelikan cokelat untukku?" tanya Apsa dengan wajah polos.
"Tentu, karena kamu adikku, kakak akan memberikan apapun yang kamu suka asal sewajarnya." jelas Anna seperti menyindir Rangga. Rangga sedikit merasa tersindir tapi bodo amat.
"tetapi Apsa, kamu tidak boleh memakan semua cokelat itu." ucap Anna lagi.
Mendengar itu Apsa langsung memberikan ekspresi kesal.
Rangga yang sedari tadi menyimak interaksi Apsa dan Anna langsung di buat terkejut dengan ucapan larangan Anna.
"Kenapa gak boleh? Gue khusus kasih ke bunny dengan tulus dan cokelatnya gak beracun!" seru Rangga yang langsung emosi.
Anna menatap Rangga dengan tajam tanpa menjawab seruannya lalu berbicara dengan Apsa lagi.
__ADS_1
"Gigi kamu nanti akan sakit," ucap Anna kepada adik perempuannya itu.
Tetapi Apsa tetap kesal.