
Sudah seminggu berlalu, Rumi dan Rashaa menyiapkan persediaan cemilan dan makanan untuk tamu yang mereka tunggu-tunggu yaitu sahabat mereka, keluarga Lawrence.
Tin... Tin...
Suara klakson mobil dari luar rumah mereka.
"Rashaa... Itu pasti mereka," ucap Rumi cukup keras kepada suaminya.
Suaminya menuju keluar untuk melihat dan ternyata benar itu mobil keluarga Lawrence.
Keluarga Lawrence sudah memarkirkan mobil mereka lalu mereka turun dan di sambut oleh Rashaa.
"Evan, selamat datang, bro." sambutnya kepada seseorang yang ia panggil Evan itu.
"Yo..., Gue tadi muter-muter jalanan akhirnya ketemu rumah lu." jelas Evan.
"Benarkah? Kenapa gak nelpon gue kalo kesasar!" seru Rashaa.
"Tidak apa-apa, kita hanya lupa," jawab istri Evan, Amanda.
Lalu ia berucap lagi, "dimana Rumi?"
"Dia di dalam," jawab Rashaa kepada Manda. Lalu Rashaa salah fokus dengan anak kecil di samping mereka.
"Apakah anak kecil ini putra kalian?" tanya Rashaa. Rashaa dan Rumi lupa karena mereka sudah tidak pernah bertemu sekian lama dengan Evan dan Manda.
"Iya, namanya Rangga," jawab Manda.
"Lu lupa, Ras?" tanya Evan heran.
"Hehe, gue lupa, kita kan udah lama gak ketemu, sorry," jawab Rashaa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Lalu Manda melihat ke putranya dan menyuruh putranya berkenalan kepada Rashaa.
"Rangga, ini om Rashaadi, teman mama dan papa," ucap Manda.
Rangga lalu bersalaman kepada Rashaa, "halo, aku Rangga."
"Iya, panggil saja om Ras," minta Rashaa. Lalu Rashaa menyuruh mereka masuk, "yaudah ayo masuk, Rumi udah menunggu di dalam." minta Rashaa lagi.
.
.
Saat mereka sudah masuk Rumah Rashaa dan Rumi.
"Kyaaaa~ Amanda~" teriak Rumi.
"Kyaaaa~ Rumiru~" teriak Amanda. Lalu mereka berpelukan. Suami mereka yang melihat, ' mulai deh mereka ' ucap mereka dalam hati.
__ADS_1
"Waaaaa... Sudah lama sekali Rumi~" ucap Manda sambil memeluk Rumi dan menggoyang-goyangkannya.
"Iya hehe, sudah sangat lama, aku sangat senang kamu kemari Manda," ucap Rumi sambil tersenyum ceria.
Lalu Manda mengingat bayi Rumi.
"Oh iya, bayimu dimana?" tanya Manda sambil menoleh-noleh mencari bayi kembar Rumi. Tetapi yang ia temukan malah putri pertama mereka yang sedang mengintip interaksi mereka.
"Wah, siapa ini~?" tanya Manda. Rumi langsung menoleh dan melihat bahwa Anna yang sedang mengintip.
"Oh, itu putri pertamaku, Anna," jawab Manda, "kemari sayang," minta Rumi kepada putri pertamanya itu.
Manda lalu menunduk dan berbicara kepada Anna.
"Anna yang dulu itu?" tanyanya lagi.
Lalu Rumi menjawab, "tentu saja yang itu, putriku yang mana lagi." jawabnya sambil memutar mata.
"Halo, Anna, apa kamu masih ingat dengan aunty?" tanya Manda kepada Anna. Anna hanya menggeleng.
Lalu Amanda mencoba mengenalkannya kepada putranya.
"Oh ya, Rangga kemari," minta Manda. Rangga langsung menghampiri mamanya.
"Rangga, ini sahabat mama, tante Rumi dan yang kecil itu putri pertamanya, Anna, dia lebih muda satu tahun darimu." jelas Manda kepada putranya itu.
Putranya menyalurkan tangannya tanda berkenalan, "Aku Rangga."
Lalu Rangga menelaah tubuh Anna dari bawah ke atas dan menatap mata Anna. Anna yang di tatap menjadi malu-malu takut.
Lalu tidak di sangka.
"Lu jelek!" seru Rangga.
JDERR!
seperti tersambar petir mendengar putri pertama mereka di katain jelek, Rashaa sebagai ayah merasa marah tetapi pasti ia menahannya tetapi Evan yang ada di sampingnya tau bahwa Rashaa marah dengan perkataan putranya itu karena Rashaa beraura seperti iblis, Evan sampai merinding ngeri. Dan Rumi yang ada tepat di dekat Rangga dan Anna juga beraura mengerikan.
Rumi berucap, "apa katamu!" serunya dengan tatapan tajam kepada Rangga.
Mendengar Rangga berucap kejam kepada Anna, Manda langsung menutup mulut putranya itu dan berucap, "Rangga! Apa yang kamu katakan! Itu sangat kasar!" peringatan Manda kepada putranya itu.
Lalu Manda memandang Anna tetapi tak di sangka Anna hanya diam mematung entah ia kaget atau menahan marah. Melihat putrinya diam membuat Rumi sedikit khawatir.
"Sayang, kamu gak papa?" tanya Rumi kepada putrinya itu sambil berjongkok agar sejajar dengan putrinya.
Tetapi Anna malah memandang Rangga tanpa ekspresi. Melihat hal itu membuat kedua orang tua mereka khawatir. Rumi memandang khawatir takut putrinya itu menangis dan Manda memandang bergantian Rangga dan Anna takut mereka berkelahi.
Tiba-tiba.
__ADS_1
"Kamu juga jelek! Dekil!" seru Anna tiba-tiba dengan muka datar.
Anna mengatai dekil karena Rangga saat ini berkulit coklat seperti sering terkena sinar matahari, tentu saja karena Rangga tinggal di bali jadi pastinya ia lebih sering ke pantai atau tempat wisata di bali, apa lagi wisata-wisata di sana indah indah.
Mendengar itu kedua orang tua mereka sangat kaget karena yang mereka tau Anna tipe gadis yang sangat baik dalam berbicara dan sangat sopan tetapi saat ini Anna benar-benar berbeda.
Mendengar Anna mengatainya dekil membuat Rangga kesal.
"Kau sangat jelek! Bau!" seru Rangga lagi kepada Anna kali ini dengan teriak.
Anna tidak terlihat marah atau sedih, ia seperti biasa saja di katain sama Rangga.
Lalu Anna membalas, "kau bahkan lebih pendek dariku, laki-laki pendek itu jelek!"
Lalu Anna ingin masuk ke dalam rumah tetapi terhenti karena Rangga berteriak.
"AKU TIDAK PENDEK! LIHAT SAJA SAAT BESAR AKU AKAN LEBIH TINGGI DARIMU!" teriak Rangga sambil menunjuk Anna.
Anna hanya diam dan berlalu masuk menuju kamarnya.
Melihat putranya itu terlihat sangatlah marah, Manda sebagai mama mencoba menenangkan. Eh, tidak, Manda memarahi putranya.
"Rangga! Apa yang kamu lakukan, itu tidak baik Rangga." marah Manda kepada putranya itu.
Rangga hanya diam tidak menjawab. Tetapi Rangga membatin ' tetapi aku berkata jujur, gadis itu jelek menurutku '
Lalu Manda merasa tidak enak hati kepada Rumi dan Rashaa.
"Ah, Ru-Rumi, maaf kan putraku ya maaf," sesalnya sambil menyatukan tangannya di depan Rumi.
Rumi lalu menghela nafas seperti menenangkan hatinya.
"Iya, tidak apa apa, mereka masih anak-anak," ucap Rumi sambil tersenyum kepada Manda.
Tetapi tidak untuk Rashaa.
Rashaa maju mendekati Manda dan putranya, Rangga.
Rashaa menatap Rangga dengan kesal. Lalu Rashaa menatap Manda dan Evan. Ia berucap, "Man, Van, tolong ini yang pertama dan terakhir!" serunya dengan tenang tetapi terlihat jelas ucapannya penuh dengan penekanan.
Lalu Manda dan Evan refleks mengangguk.
Batin mereka 'mengerikan'.
Melihat suasana suaminya yang mengerikan, Rumi mencoba menghentikannya.
"Ah, ka-kalau begitu ayo masuk, kalian mau melihat bayiku kan," ucap Rumi.
Lalu Rumi menarik Manda, Evan dan putranya masuk.
__ADS_1
Rashaa sangat sensitif jika menyangkut putri pertamanya yaitu Annaya. Anna adalah putri kesayangan dari Rashaa jadi jika ada orang yang menjelekkan atau bahkan menyakiti putrinya sekecil apapun itu ia akan sangat sangat kesal sekali. Walaupun itu anak kecil sekalipun. Rashaa benar-benar sangat protektif kepada putrinya, Anna.