Semak Belukar

Semak Belukar
Episode. 1


__ADS_3

Ya, ya ya, awal semester sudah dimulai. Hari ini rasanya malas banget berangkat ke kampus. Asrama yang baru saja aku tempatin jaraknya lumayan jauh dati gedung perkuliahan. Rasanya enggan sekali melangkahkan kakiku. Aku masih nggak habis pikir kenapa kepala asrama memindahkanku ke asrama yg kumuh ini. Tempatnya terlalu buruk jika dikatakan asrama kelas atas yang melahirkan siswa-siswa jenius. Asrama ini seperti gudang penampungan kutu buku. Terlalu sepi jika malam hari. Lebih sepi dari ada kuburan belanda.


Ya sudahlah. Aku menepis jauh khayalanku yang tak berujung. Hari masih pagi, terlalu dini menyangkal dan berkhayal, terima saja. Toh hanya untuk semester ini, semester depan aku bisa mengajukan pindah asrama lagi, siapa juga yg betah lama-lama di asrama kumuh ini, semak belukar di belakang asrama sungguh menyiksa mata.


"Jhen, kamu pindah asrama? "


Pertanyaan itu seketika mengagetkanku dari lamunan pagiku. Aku meregangkan badanku di kursi yang aku duduki sembari menghela napas panjang.


"Iya, aku dipindahin, bukan pindah" ucapku


Sepasang mata itu menatapku dengan penuh antusias.


"Biasa aja kalau lihatin aku, nggak pernah lihat murid pindahan asrama apa? "Ucapku ketus


Dia cuma tersenyum sembari membenarkan duduknya di sebelah.


"Eem.. Aku cuma penasaran aja kamu pindah ke asrama mana.. " ucapnya


Belumpun aku jawab ucapannya segerombolan gadis-gadis penggosip yang selama ini aku sebut sahabat duduk mengelilingiku. Iya mereka sahabatku, nita, diva, intan, cece, ninda dan aku, jhenta. Kami dulu satu asrama sebelum aku dipindahkan, yang duduk di sebelahku ini adalah diva, dia satu kamar denganku, yang tadi mennyaiku terlebih dahulu.


"Eh, jhen, lu serius pindah asrama? "Tanya nita


"Lah, lu lihat sendiri semalam aku masih di kamar itu kagak" jawabmu dengan nada sedikit tinggi

__ADS_1


"Galak bener ih, biasanya kan lu suka protes kalau disuruh pindah atau apa gitu sama kepala asrama" ucapnya lagi


"Aku lagi males protes aja, urusannya bakal lama, pindah ya pindah, cuma semester ini aja, semester depan aku bisa pindah lagi"ucapku dengan nada santai


"Kalau ada semester depan"


Kami berempat tersontak, tiba-tiba saja ninda mengatakan ucapan itu. Kami menatapnya dalam.


"Ih.. Maksud aku tu kalau semester depan kamu bisa pindah, kalau nggak bisa kan kamu tetap disitu" ucap ninda sambil tersenyum tipis.


Kami berempat hanya saling memandang, tapi ya sudahlah, pelajaran juga sudah akan dimulai.


Aku terfokus pada dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas. Cece yang duduk di belakangnya mencolekku. Aku mengalihkan pandanganku kepadanya.


"Apaan colek-colek? " tanyaku padanya.


"Asrama yang di ujung sana" ucapku


"Ujung sana mah banyak, yang mana jhen? Tanyanya kembali


"Asrama 471" jawabku


Tiba-tiba mereka berempat menatapku dengan pandangan yang tidak biasa, seperti kaget dan tidak percaya.

__ADS_1


"Seriusan jhen?? " tanya intan sedikit kepo.


"Serius, lu kira main-main" jawabku.


"Asrama 471?" tanyanya lagi


"Iya"


"Yang ada semak belukarnya itu? "Tanya nita


"Iya"


"Gokil, gokil serius gokil" ucap nita.


Aku sedikit penasaran tapi banyak ingin tahu kenapa mereka seperti kaget, nggak biasanya mereka segitunya.


"Kenapa emangnya? " tanyaku penasaran.


"lu kagak tau apa pura-pura nggak tau?! "Ketus nita


" seriusan aku mah nggak tau, apaan? "


"Bahaya, serius bahaya, jhen"ucap nita lagi.

__ADS_1


"Kalian yg di belakang bisa diam tidak! "


Astaga, itu bapak dosen kagetin banget tiba-tiba udah berdiri di depanku. Seketika aku kembali menepis khayalanku. Aku masih penasaran kenapa mereka begitu kaget dengan asramaku. Aku terlalu penasaran sampai gagal fokus hari ini.


__ADS_2