
"Untuk saat ini kita aman diatas sini. Sini aku lihat lengan kamu."
Aries memperhatikan luka dilengan jhenta. Merobek bajunya sedikit untuk membalut luka d lengan jhenta.
"Besok kita cari jalan keluar lainnya. Malam ini terlalu bahaya kalau kita lanjutin. Makhluk itu bisa muncul dari mana saja. Dia terhubung dengan pohon itu." ucap aries
"Apa tidak ada cara membasmi pohon itu? "Tanya jhenta.
"Nggak ada. Aku udah pernah coba tebang. Percuma. Batangnya tak tergores sama sekali. Aku memotong akarnya juga percuma, tumbuh lagi". Jelas aries
"Terus kita harus gimana? "
"Kamu istirahat dulu, aku akan naik lebih tinggi, mungkin aja jalan keluar itu bakal kelihatan". Ucap aries.
Malam ini mereka bersembunyi diatas salah satu pohon yang rindang disana. Pohon itu memiliki dahan yang besar dengan akar menjuntai ketanah sehingga mudah dipanjat. Mereka naik sedikit agak tinggi dari jangkauan tanah. Sangat berbahaya berkeliaran pada malam hari. Selain dari bahaya dari pohon itu, hewan buas dan makhluk lain juga berkeliaran dibawah.
Suara jeritan hewan malam benar-benar terdengar jelas dari atas pohon itu. Lolongan dan auman makhluk malam terdengar begitu jelas. Jhenta menyandarkan tubuhnya dibatang pohon itu. Air matanya berlahan-lahan turun membasahi pipinya. Kenangan mengerikan itu terlintas kembali dalam pikirannya.
Semuanya baik-baik saja sebelum mereka masuk kedalam semak itu. Semuanya begitu indah, persahabatan, cinta, canda dan tawa. Semua terasa seperti mimpi. Rasanya ingin cepat-cepat bangun dari mimpi ini dan semua kembali normal seperti sedia kala. Semua ini begitu tiba-tiba seperti sebuah cerita karangan. Semua teriakan kesakitan, kengerian dan peristiwa yang terjadi benar-benar menggetarkan hati dan pikiran jhenta.
"Nggak kelihatan apapun dari atas sana. Mustahil jalan itu nggak kelihatan sama sekali. Aku udah mempelajari tempat ini bertahun-tahun". Ucap aries sambil duduk disamping jhenta.
Jhenta menghapus air matanya. Kembali memusatkan pikirannya. Sepertinya ada yang terlewat. Jhenta mencoba mengingat kembali semua peristiwa dari awal sampai akhir. Ini sesuatu yang mengganjal dipikirannya.
"Ris. Coba kamu ingat-ingat, dulu kalian masuk kemari atas keinginan sendiri atau ada yang ngajak? Bayangan aneh atau sesuatu gitu?" tanya jhenta.
Aries mencoba mengingat lagi kenangan beberapa tahun yang lalu. Mengulang kembali kenangan yang udah berlalu.
"Aku dulu ikutan kemari gara-gara temenku bilang lihat sesuatu yang aneh disemak belakang asrama setiap malam bulan purnama. Jadi kami penasaran.. Pengen cari tahu lebih lanjut". Ucap aries seingat dia.
"Sama..! Aku juga kemari karena bayangan itu. Mungkin aja jalan keluar kita sederhana banget. Kalau memang pohon itu menampilkan ilusi yang kelihatan nyata setiap malam ketika bulan purnama bersinar. Bisa jadi jalan keluar kita adalah kearah bayangan pohon itu pas malam bulan purnama." ucap jhenta
"Bisa jadi. Semoga besok malam purnama. Malam ini kita bermalam disini dulu aj. Besok pagi kita cari tempat aman disekitar pohon itu" jelas aries.
"Ok! "
Jhenta dan aries memutuskan untuk tidur di atas pohon besar itu malam ini. Untuk sementara pohon itu yang paling aman untuk menghindari bahaya dibawah sana.
*****
Seharusnya matahari udah muncul. Jam tangan jhenta sudah menunjukkan pukul 09.00 wib. Tapi kenapa matahari belum juga muncul. Masih begitu gelap gulita. Bahkan lolongan hewan malam masih terdengar. Jhenta mencoba membangunkan aries.
"Ris.. Bangun deh. Ada yg aneh. "Ucap jhenta
Aries membuka mata perlahan. Menyadarkan dirinya dari tidurnya. Dia mengamati sekeliling lalu bangkit dari duduknya.
"Ada apa jhen? Masih malam.. "Ucap aries.
"Bukan malam, ini mah udah pagi. Udah jam 9 ris, tapi kok masih gelap aja? ". Ucap jhenta
__ADS_1
"Apa?!.. Gawat..! ". Teriak aries kaget.
Aries segera naik lebih tinggi keatas pohon itu. Beberapa saat kemudian dia turun menghampiri jhenta segera.
"Kita nggak aman disini. Ayo cepet kita kembali ke pohon yang aku tinggalin kemarin. Buruan".
Aries segera mengajak jhenta meninggalkan pohon tempat mereka tidur semalam. Jhenta bingung sebenarnya apa yang terjadi, tapi mungkin aries punya alasan tersendiri kenapa dia bisa sepanik itu. Jhenta mengikuti aries dan segera berlari mengikuti langkah aries.
"Emang kenapa sih ris? "Tanya jhenta
"Nanti aja aku jelasin, pokoknya kita harus segera ketempat itu. Cuma itu tempat yang paling aman saat ini" jelas aries singkat.
Jhenta mengikuti langkah aries. Mereka berlari begitu cepat. Aries memimpin jalan.
"Krrretaak.....!!!! Kraaakk!!! "
Mereka berhenti sejenak, suara itu terdengar seperti patahan pohon. Jantung mereka berdetak sangat kencang. Jhenta membalikkan badan. Melihat dari mana asal suara itu.
"Lari jhen. Apapun yang terjadi!! Kita harus lari sekencang mungkin".
Jhenta tertegun sesaat mendengar ucapan aries. Dia masih penasaran dari mana arah suara itu berasal.
"SRAAAAKKK....!!!! "
Suara aneh lain kembali terdengar.
Aries langsung menyambar tangan jhenta. Jhenta masih tidak sadar apa yang sebenarnya terjadi. Dia hanya mengikuti arah lari aries. Aries berlari begitu kencang. Sepertinya keadaannya benar-benar gawat. Wajah aries terlihat begitu tegang dan ketakutan, tapi jhenta masih tidak berani untuk bertanya.
"Aduh!!!!!! " teriak jhenta menabrak sesuatu.
Aries berhenti tiba-tiba dan membalikkan badan melihat apa yang terjadi.
"Kalian? " tanya aries.
Intan dan ade sudah berdiri di depan jhenta dan aries. Mereka berpapasan secara tidak sengaja. Intan dan ade terlihat sama paniknya dengan mereka berdua.
"Bhuuum.... Kraaakkkk!!! "
Suara itu benar-benar mengejutkan mereka. Konstresi mereka langsung tertuju pada arah suara itu. Suara itu terdengar sangat dekat.
Mereka tertegun. Mata mereka tertuju pada pohon-pohon di belakang mereka yang bergerak dengan kuat dahan dan daunnya.
"Lari...!!!! Lari...!!!!!".
Teriakan aries membuyarkan lamunan mereka. Mereka spontan berlari mengikuti aries. Mereka berlari sekencang mungkin.
"Lari sekuat tenaga kalian..!! Jangan menoleh kebelakang!" ucap aries.
Mereka terus berlari tanpa menoleh kebelakang. Suara-suara aneh mulai terdengar seperti suara dahan patah, pepohonan yang tumbang dan suara kegaduhan.
__ADS_1
Pandangan mata mereka sangat terbatas. Benar-benar hari yang gelap seperti malam.
Dalam pikiran mereka hanya harus berlari menyelamatkan diri.
"Aduh..!!! "
Mereka berhenti mendengar suara teriakan itu. Intan jatuh tersungkur. Sepertinya kaki nya tersandung akar.
"Sreeeekk...!!!"
Tiba-tiba tubuh intan terseret kebelakang perlahan lalu berhenti. Mereka tertegun sesaat. Mengamati apa yang terjadi. Intan sendiri juga bingung kenapa dia terseret kebelakang dengan sendirinya.
"Apa itu tadi? "Tanya jhenta.
"Nggak tau. Tapi firasatku buruk. "Jawab ade
"Ris? "Tanya aries kepada aries yang terdiam.
"Sebaiknya kamu bangun tan!" ucap aries
Intan berusaha bangkit. Tapi ada yang aneh. Kakinya tidak bisa digerakkan. Intan membalikkan tubuhnya melihat apa yang terjadi pada kakinya.
"Sreeekkkk!!!! "
"Tolong...!!!!!!! "
Tubuh intan tiba-tiba terseret dengan cepat. Mereka segera memburu tubuh intan. Ade menarik dan menahan tubuh intan sekuat tenaga.
"Lari jhen! Dia udah nggak mungkin bisa kita tolong! "Ucap aries mencobamenarik tangan jhenta.
Jhenta hanya terdiam melihat keadaan itu. Intan menangis sekencang-kencangnya. Raut wajahnya begitu pucat ketakutan dan ade masih berusaha menahan intan supaya tidak tertarik lebih jauh.
"Jhenta!!! " teriakan aries mengagetkan jhenta
"Apa ris?? "Tanya jhenta
"Ayo lari!! " ucap aries
"Tapi intan? "
"Ngapaen kamu masih mikirin dia. Dia udah nggak bisa kita tolong lagi" jelas aries.
"Tapi dia butuh bantuan ris! "
"Apa kamu lupa gimana perlakuan dia sama kamu? Sama temen-temen kamu? Biarin aj dia dapat balasannya!" geram aries.
Jhenta terdiam sesaat melihat pemandangan yang benar-benar menggoyahkan iman dan pikiran.
"Jhen!!! Tolong jhen..! Aku nggak kuat lagi..! Tolong jhen! " pinta ade memelas.
__ADS_1