Semak Belukar

Semak Belukar
Episode. 3


__ADS_3

Pagi ini tidak ada perkuliahan, aku melangkahkan kakiku menuju mading kampus seni. Aku penasaran banget dengan apa yang diceritakan andini kemarin. Aku ingin membuktikan sendiri kebenaran ucapan andini, apakah memang benar ada anak jurusan seni yang menghilang tiga tahun lalu.


Hari ini cuaca lumayan tidak bersahabat, panas terik sekali, dan jarak ke mading kampus seni itu lumayan jauh dari asramaku. Tapi nggak apa-apalah kalau memang bisa memuaskan perasaanku. Dari semalam aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkannya.


Aku pacu langkahku sedikit lebih cepat karena matahari mulai terasa menusuk-nusuk kulitku. Sesampainya disana, kutelusuri deretan berita yang tertempel di mading itu. Lembar perlembar, Judul perjudul, dan akhirnya..


"Wow, seriously?? "


Aku terperanjat, ternyata memang benar adanya. aku sudah kuliah di kampus ini hampir 2 tahun dan aku baru tahu kalau afa mahasiswa yang hilang entah kemana rimbanya. Aku telusuri nama yang tertera disitu baris perbaris. Ternyata ada sekitar 10 orang yang hilang. Lengkap dengan foto mereka terpampang. Mataku tiba-tiba tertuju pada satu foto. Di situ tertera nama Ariez, nama yang sepertinya tidak asing buatku, fotonya juga tidak asing ku rasa. Cuma mungkin itu hanya perasaanku saja. Namun rasanya kok aku pernah lihat dan kenal ya, ada perasaan familiar saat melihat fotonya.


Ku tepis rasa penasaranku sejenak. Kulangkahkan kakiku menuju kantin sekolah. Aku memilih duduk disudut kantin. Menikmati semangkuk mie ayam dan segelas teh dingin.


"Jhenta..! "


Seseorang di depan pintu kantin berteriak memanggil namaku. Aku mendongakkan kepalaku. Kukira cuma seseorang, ternyata sekolompok pengganggu yang ku sebut sahabat.


"Makan nggak ngajak-ngajak ya sekarang" ucap cece yang sudah duduk di depanku

__ADS_1


"Aku nggak pegang Hp, jadi nggak kabarin kalian. Biasanya kalian kan kalau libur gini ada molor" jawabku.


"Rencananya sih mau molor tadi. Cuma anak-anak ngajak ke asrama kamu. Nggak tau nya kamu disini" sambung nita


"Ngapaen ke asramaku? " tanyaku


"Mau lihat hantu penunggu asramamu.. Wkwkwk" ucap intan.


Aku hanya tersenyum simpul mendengar gurauan mereka. Sembari melanjutkan makan.


"Jhen, abis ini kita ke asrama mu yuks. Bosen di asrama kami nggak ada lu yang bisa dijahilin." ucap diva


Sesampainya di asrama, aku berhenti sejenak. Semak itu seolah-olah memanggil jiwa penasaranku. Rasa penasaran itu tak tertahankan lagi. Aku melangkah mendekati pagar belakang asrama. Ku tatap jauh semak rindang itu. Kakiku sudah bersiap-siap memanjat pagar asrama.


"Eh, gila.! Lu mau ngapaen jhen?! "


Ninda menarik celana training yang aku pakai mencoba menghentikan aku. Disusul nita, cece, intan dan diva.

__ADS_1


"Lu udah gila jhen. Cari mati aja lu. Kalau ketahuan penjaga asrama bisa di skors lu" ketus intan.


"Ah, cuma sebentar aja. Penasaran doank. Entar kalau petugas asrama kelihatan lu tinggal teriak aja." jawabku.


"Eh gila lu!! "


Aku tak lagi menghiraukan larangan mereka. Ku panjat pagar asrama. Melewatinya dengan sangat mudah. Ku langkahkan kakiku perlahan dan lebih dekat dengan kumpulan rumput ilalang dan pepohonan rindang dengan rerumputan yang bergantung padanya. Aku hanya sedikit penasaran ada apa dibalik semak itu. Ada apa dibalik pepohonan rindang itu. Tembus kemana, sampai kemana, hanya itu saja.


Langkahku semakin dekat memasuki kumpulan pepohonan rindang itu. Aku sudah selangkah masuk kedalamnya saat tiba-tiba saja anita berteriak padaku dari balik gerbang.


"Jhenta.. Petugas asrama datang!!! "


Seketika aku membalikkan badanku dan hendak berlari. Namun langkahku terhenti sejenak.


"Jhenta.. "


Aku menoleh kebelakang. Kutatap jauh dalam rimbunan pohon dan semak belukar dibelakangku. Seperti suara seseorang yang kukenal memanggilku. Hanya dingin tiba-tiba terasa dipunggungku.

__ADS_1


"Jhenta!! Buruan gilak!!! "


Teriakan intan membuatku tersadar. Aku langsung berlari dan memasuki asramaku lagi. Kami berlima berlari menuju kamarku.


__ADS_2