Semak Belukar

Semak Belukar
Episode. 5


__ADS_3

Hampir saja aku tertidur sepanjang kelas berjalan. Mataku begitu berat untuk terbuka. Rasanya sudah tak ada lagi tenaga untuk melangkah ke kantin. Aku hanya ingin tidur di kelas. Please jangan ada yang ganggu aku. Aku benar-benar ingin tidur. Aku merebahkan kepalaku di tangkai kursi, perlahan memejamkan mataku. Aku hampir tertidur saat seseorang duduk dihadapanku. Aku membuka mataku perlahan. Berharap bukan seseorang yang hanya sekedar iseng menggangguku. Aku menatapnya, dan dia hanya tersenyum manis. Aku kembali memejamkan mataku.


"Ngantuk banget ya? " tanyanya.


"Hmmm.. " gumamku.


"Beberapa hari ini aku nggak lihat kamu ke kantin. Kenapa? " tanyanya kembali.


"Aku males kesana, jauh, ngantuk" jawabku.


"Iya, aku tau. Kata temen kamu akhir-akhir ini kamu sering tidur di kelas, mau cerita? ".


"Kalau aku cerita, apa kamu bakal percaya? "Tanyaku padanya.


"Why not?, kamu pacarku. Nggak mungkin aku nggak percaya sama kamu. Cerita aja"


Aku membenarkan duduku. Ku tatap dalam wajah ade nugraha yang ada didepanku. Dia tersenyum begitu manis. Membuyarkan kantukku. Kami berhubungan sudah lama. Hampir 3 tahun sejak SMA.

__ADS_1


"Kamu pernah dengar cerita tentang hilangnya 10 mahasiswa seni? " tanyaku.


"Pernah.. " jawabnya.


"Aku kemarin penasaran banget sama cerita-cerita itu, jadi beberapa hari yang aku ke sana.. Hampir masuk ke sana, tapi nggak jadi" jelasku.


"Terus? Apa yang kamu dapat? " tanyanya.


"Sejak kejadian itu, tiap malam aku nggak bisa tidur. Ada yang panggil namaku. Suaranya nggak asing ditelingaku, familiar banget, serius" jelasku.


"Cuma perasaan kamu aja itu. Udah nggak usag dipikirin lagi. Mending kita ke kantin aja, Makan. " ucap ade.


"Ayo ke kantor administrasi"


Ajakan ade membuatku tersadar. Seharusnya memang ada dikantor administrasi data mahasiswa yang hilang. Kenapa aku bisa sebodoh ini ya. Aku nggak pernah berpikir kesana. Buru-buru aku kemasi barang-barangku kedalam tas. Aku berjalan mengikuti langkah ade ke kantor administrasi. Semoga apa yang aku harapkan bisa kami dapatkan disana.


Sesampainya disana, petugas menyodorkan buku mahasiswa kepada kami dari empat tahun yang lalu. Buku data mahasiswa seni. Kami berdua membolak balikkan buku itu perlahan, mencari deretan nama yang ada di papan mading. Satu persatu nama mereka kami temui disana. Namun sejauh ini kami belum menemukan nama Ariez di sana. Sudah 10 buku kami lihat, tapi belum juga kami temui. Sampai buku terakhirpun nggak ada, aneh banget pikirku. Aku bangkit menuju petugas administrasi."

__ADS_1


"Maaf pak, bisa cek nama ariez di data komputer? Mahasiswa seni tiga tahun yang lalu? " pintaku kepada petugas.


"Sebentar ya.. "


Petugas itu memasukkan nama ariez ke komputernya, namun sejauh ini juga tidak ada data mahasiswa dengan nama tersebut. Tapi kenapa namanya tertera di mading kampus.


Apakah dia beneran mahasiswa sini, apakah dia beneran hilang bersama mahasiswa lain, ataukah itu hanya sekedar nama mahasiswa yang memang hilang bukan karena semak belukar, atau hanya cerita mahasiswa saja supaya kesan asrama itu kelihatan lebih serem?.


Pertanyaan-pertanyaan itu menari-nari dikepalaku. Kami melangkah pergi, membawa langkah kami menuju taman kampus. Aku masih sangat-sangat penasaran.


"Kamu masih penasaran? " tanya ade.


"Iya, aku penasaran banget itu hanya sebuah cerita halu atau kenyataan" jawabku.


"Bagaiamana kalau kita buktikan sendiri itu cerita halu atau bukan"


Ucapan ade membuatku kaget. Seriously?!

__ADS_1


Bagaiaman kalau itu nyata, bagaimana kalau kita beneran nggak bisa balik? Bagaimana kalau nasip kita sama dengan sepuluh mahasiswa itu??.


__ADS_2