
Mereka bersiap-siap untuk meninggalkan tempat itu. Aries akan memandu mereka mencari jalan keluar karena dia yang paling tahu kondisi disana.
"Oke, kita mulai dari pohon beringin itu. Aku akan kasih tau alasan kenapa selama ini kita cuma berputar-putar aja disini". Ucap aries
Mereka berjalan tepat dibelakang aries. Mereka melewati tempat yang selama ini belum pernah mereka lewati. Wajah jhenta masih terlihat murung. Entah apa yang dia pikirkan. Mungkin kejadian semalam benar-benar mengguncang batinnya.
Mereka terus berjalan sampai kepohon beringin besar itu. Pohon itu terlihat biasa aja dipagi hari. Terlihat seperti pohon pada umumnya.
"Aku minta dari kalian jangan ada yang lari nanti, bisa jadi teman kalian ada disini"ucap aries.
"Maksud kamu apa? "Tanya ade.
"Kalian akan tau sendiri nanti. Aku minta kalian jangan panik. Mungkin kalian pernah dengar mitos tentang pohon yang menyesatkan orang-orang. Ini salah satunya. Dan disini juga lah kesembilan temanku menghilang." jelas aries.
"Langsung aja keintinya. Kenapa berbelit-belit"ucap ade.
"Oke. Ikutin jalanku. "Pinta aries.
Mereka mengikuti arahan aries. Mereka mengelilingi pohon itu sebanyak tiga kali namun berlainan dengan arah jarum jam.
Tiga kali putaran penuh tanpa henti.
"Nggak ada yang terjadikan! Masih sama, bedanya apa? " tanya ade lagi.
"Bagi kamu mungkin nggak ada apa-apanya, tapi cobalah lihat keatas." pinta aries.
Mereka mendongakkan kepala mereka keatas pohon itu. Seketika pemandangan berubah. Tubuh mereka bergetar ketakutan. Keringat dingin membanjiri tubuh mereka. Diva langsung merasa mual melihat apa yang ada di hadapan mereka. Wajah ade pun seketika berubah menjadi pucat pasih. Jhenta hanya menundukkan kepala.
Mereka tidak menyangka mereka bakal melihat pemandangan seperti itu. Mereka benar-benar nggak nyangka cuma dalam tiga kali putaran semua bakal berubah jelas. Pemandangan yang sungguh menyayat hati.
Mata mereka tertuju pada satu titik.
"Ninda! Itu ninda! Itu ninda" teriak intan.
"Itu nita disebelahnya" tambah diva.
"Nggak mungkin, ini semua nggak mungkin! " ucap cece.
"Ini kenyataan yang harus kalian lihat dan kalian terima. "Ucap aries.
"Nggak mungkin. Ini nggak mungkin. Ini nggak nyata. Ayo kita putar tiga kali lagi"ketus ade.
"Percuma, mau kamu berputar ratusan kali sekalipun kamu nggak akan kembali kemasa yang tadi. Aku udah coba berkali-kali. Setiap kali aku berputar. Selama tiga tahun ini, aku cuma kembali kemasa yang sama. Aku udah berusaha kembali kemasa sebelum aku ngelihat ini semua. Tapi nggak bisa"ucap aries.
__ADS_1
"Toloooong......... "
Mereka tercengang, suara itu berasal dari suara ninda.
"Itu ninda, dia masih hidup." ucap cece
"Itu bukan ninda, itu ilusi yang diciptakan pohon ini. Mereka seolah-olah hidup. Padahal mereka udah mati"jelas aries.
"Tapi itu ninda. Kita harus nolong dia"tambah cece.
"Kita nggak bisa nolong dia lagi. Dia udah mati." ketus aries.
Pemandangan itu begitu menakutkan. Pohon beringin itu benar-benar seperti hidup. Mayat-mayat tergantung diakar-akar pohon itu. Kesembilan mahasiswa yang menghilang tiga tahun lalu ada disana. Bahkan nita dan ninda pun tergantung disana. Akar pohon itu menancap menembus dada mereka. Ada yang melilit erat leher mereka. Ada juga yang terbelah menjadi dua. Benar-benar pemandangan yang mengerikan.
"Ayo kita pergi dari sini. Sebelum malam tiba. Bahaya kalau udah malam. Sore pun aku nggak bisa menjamin kalian" ucap aries.
Mereka mengikuti langkah kaki aries. Meninggalkan ninda dan nita disana. Mereka tidak begitu jeli memperhatikan pohon itu. Ada sosok yang tidak mereka sadari keberadaanya.
Merek terus berjalan berlawanan dengan matahari. Bahkan berjalan berlawanan dengan angin berhembus. Hampir beberapa jam mereka terus berjalan. Aries selalu merubah arah jalan mereka. Mereka akhirnya sampai kepinggir sungai.
"Kita istirahat disini aja."ucap aries
Mereka semua beristirahat didekat sungai itu. Jhenta duduk agak jauh dari mereka. Kenangan malam itu masih terbayang dalam pikirannya.
Aries udah duduk di samping jhenta.
"Tentang apa? "
"Apa yang kamu lihat dan kamu dengar semalam." ucap aries.
Jhenta hanya terdiam membisu. Dia membuka botol air minumnya. Dan membuka sebungkus roti.
"Percayalah, aku pernah lihat yang lebih mengerikan. Ketika mereka satu persatu tewas didepan mataku" ucap aries seraya berjalan meninggalkan jhenta sendiri.
Aries berjalan ke arah teman-teman jhenta.
"Kalian buat kemah disini. Malam ini kita berkemah disini. Ini tempat teraman selain tempat tinggalku." ucap aries.
Mereka mendirikan tenda di tepi sungai. Hari semakin sore. Matahari mulai perlahan bersembunyi dibalik dedaunan. Semoga bergegas bersiap menyalakan api unggun dan mempersiapkan makan malam. Jhenta dan diva baru saja selesai mandi setelah intan dan cece. Mereka bersiap- siap membantu yang lain.
"Menurut perkiraan ku tinggal sedikit lagi kita bisa keluar dari tempat ini. Kita hanya perlu mencari satu jalan aja. Jalan yang sama sekali belum pernah kita lihat dan kita lalui" ucap aries.
"Kamu yakin? " tanya jhenta.
__ADS_1
"Aku yakin, semua jalan yang pernah kita lalui ini udah pernah aku jelajahi. Aku yakin kalau kita ngikutin sungai ini bakal ketemu jalan itu. Kita pasti bisa." jelas aries
Mereka duduk disekeliling api unggun. Menikmati makan malam yang seadanya aja. Jhenta melihat sekeliling. Intan dan ade tidak ada ditempat. Mereka menghilang. Jhenta penasaran kemana perginya ade dan intan. Dia pergi meninggalkan api unggun, berjalan perlahan. Dari kejauhan terlihat dengan jelas ade dan intan yang sedang mengobrol. Jhenta berjalan perlahan, mencoba lebih dekat untuk mendengar apa yang mereka bicarakan. Jhenta bersembunyi dibalik pohon tak jauh dari mereka berdua.
"Aku heran sama kamu. Kenapa kamu nggak biarin aja si jhenta itu mati disana. Kamu bilang kamu bakal ninggalin dia demi aku. Terus kenapa kamu jadi sok pahlawan segala!."ucap intan
"Aku tau. Tapi hatiku sampai kapanpun nggak bisa lihat dia kenapa-kenapa. Aku ma dia udah lama jalani hubungan ini. Seharusnya kamu ngertiin posisiku dong. Selama ini aku susah jhenta yang bantu. Dia berjasa banget buat aku." ucap ade.
"Terus hubungan kita gimana? Kita udah tunangan de.! Kamu tu tunangan aku. Kita udah jalani hubungan ini diam-diam. Aku capek main kucing-kucingan terus ma jhenta". Ucap intan
"Kamu sabar dikitlah. Setelah ini berakhir aku bakal ninggalin dia." ucap ade
"Sabar terus. Udah setahun lebih kita jalani hubungan ini. Aku udah korbanin semua buat kamu. Aku rela ikutin kamu sampai kemari, bahkan semua yang kamu mau aku kasih, tanpa kecuali."ucap intan lagi.
"Iya iya. Aku janji, setelah kita keluar dari tempat terkutuk ini, aku bakal ninggalin jhenta." jelas ade.
"Kenapa harus nunggu. Sekarang aja!."
Kemunculan jhenta mengagetkan ade dan intan. Mereka benar-benar terkejut melihat jhenta disitu.
"Aku bisa jelasin jhen." ucap ade
"Udah! Nggak perlu penjelasan lagi. Aku udah dengar semuanya". Ucap jhenta lirih.
"Apa yang kamu dengar itu semua nggak bener. Aku bisa jelasin. Aku nggak serius jalanin hubungan kami". Ucap ade
"Akhirnya kamu mengakui berhubungankan dengan wanita ini" geram jhenta.
"Itu cuma sekedar ucapan aja tanpa bukti. Kamu jangan salah paham." tambah ade.
"Cuma ucapan kamu bilang!! Lalu apa yang kamu lakuin tempa hari dengan dia kamu sebut apa!!! Kamu kira aku nggak tau kalian lakuin apa dibelakangku kemarin!! Aku salah ternyata selama ini udah percaya sama kalian." ucap jhenta
"Udah deh dramanya. Garing tau. Sekarang lo kan udah tau hubungan kami. Bagusan lo pergi jauh-jauh deh." ucap intan ketus.
"Dasar perempuan nggak tau diri!! Aku udah anggep kamu sebagai sahabatku sendiri!! Aku bener-bener nyesel"geram jhenta.
"Eh tu mulut di jaga ya! Harusnya kamu itu nyadar, dari awal lo itu nggak cocok dengan ade! Kenapa kemarin lo nggak mati aja sih. Biar selesai urusan kita!!" ketus intan.
Jhenta tak mampu lagi berkata-kata. Ucapan intan itu benar-benar menyakitkan. Jhenta segera berlari meninggalkan mereka berdua.
"Jhenta!! Tunggu.. "Teriak ade.
"Kamu ngapaen lagi sih! Biarin aja nggak usah dikejar". Ucap intan menahan ade pergi.
__ADS_1
Ade hanya terdiam melepaskan kepergian jhenta dari hadapannya.