Semak Belukar

Semak Belukar
Episode. 7


__ADS_3

"Aku tetap akan mencari cece apapun yang terjadi. Kalian kalau nggak mau ikut silahkan tunggu aja di jalan setapak yang kita lalui tadi. Aku harus bawa cece pulang juga, bagaimanapun dia sahabat kita juga. Aku nggak akan maksa kalian untuk ikut, ini tanggung jawabku"


Mereka terbelalak menatapku. Mungkin mereka berpikir aku terlalu gila untuk mengambil resiko itu. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi barusan, kenapa cece bisa tiba-tiba menghilang, apa yang menyeret cece, semua itu misteri dan aku masih nekad ingin mencarinya.


"Ya sudah gini aja, kami bakal nunggu kamu balik sampai jam 15.00, ini kan masih jam 12.45,jadi masih ada waktu untuk cari cece. Tapi kalau dalam waktu itu kamu belum balik, terpaksa aku tinggal, nggak mungkin kan kita korbankan beberapa orang demi satu orang yang nggak tau gimana keadaanya saat ini". Ucap Ade santai.


Aku benar-benar nggak habis pikir bagaimana dia bisa mengatakan kalimat itu. Aku pikir dia bakal ikut sama aku mencari cece. Ternyata dia lebih memilih untuk pergi meninggalkanku. Serius, hatiku sakit banget waktu dia ngomong seperti itu. Aku kehabisan kata-kata. Aku masih berpikir dia bakal belain aku atau ikut sama aku. Tapi ternyata nggak. Aku mulai meragukan cintanya saat itu juga.


"Kamu nggak mau ikut sama aku, de? "


Aku bertanya padanya untuk memastikan dan menguatkan hatiku.


"Aku di sini aja sama mereka, mereka butuh pemandu jalankan, aku tahu kamu bakal balik kok" ucapa ade santai dan tenang.


Aku terdiam tanpa kata, sakit dengernya. Baru kali ini aku rasain sakit tapi nggak berdarah, hanya membekas di hati.


"Oke. Aku jalan kalau gitu. Do'a kan kami kembali secara utuh". Ucapku.


Aku pun bergegas mengikuti jejak kemana hilangnya cece. Aku tidak berpikir apapun saat ini. Persetanlah dengan semua yang akan terjadi nanti. Aku hanya berpikir bagaimana menemukan cece saat ini.


Aku terus berjalan menyusuri jejak yang ditinggalkan disana, terlihat jelas bahwa itu jejak seretan sesuatu. Aku melihat kekanan dan kekiri sambil sesekali melihat jam di tanganku. Aku takut kalau sampai mereka benar-benar meninggalkan kami.


Aku terus memanggil-manggil cece, berharap dia mendengar panggilanku.


"Cece..! Cece..! "


Hampir satu jam aku berjalan menyusuri jejak itu. Sampai langkahku terhenti pada sebuah pohon yang rindang. Aku nggak tau itu pohon apa. Yang jelas itu tinggi, sangat tinggi.


"Ya ampun, cece!! "

__ADS_1


Aku terkejut melihat cece tergeletak di bawah pohon itu tak sadarkan diri.


"Ce, bangun ce! Ayo bangun! Ce..! "


Aku menggoyangkan tubuhnya sekuat tenaga untuk membangunkannya.


"Aku dimana??"


Cece tersadar dan terlihat begitu terkejut.


"Aku nggak tau kita dimana, yang jelas kita harus kembali keteman-teman. Kalau nggak kembali sekarang mereka bakal ninggalin kita disini" ucapku.


Aku membantu cece bangkit. Kami berdua menyusuri kembali jejak tadi untuk kembali ke teman-teman kami. Jam ditanganku sudah menunjukkan waktu 14.50 wib. Berarti sepuluh menit lagi mereka bakal ninggalin kami disini. Kami memutuskan untuk berlari secepat mungkin. Harap-harap kami nggak telat.


"Akhirnya kalian balik".


"Ya udah ayo balik, yang penting cece udh ketemukan. Syukur deh kalau cece bisa ketemu" ucap ade.


"Ya udah ayo balik. Selagi matahari masih bersinar terang". Ucap intan


Kamipun bergerak menyusuri jejak setapak yang kami lalui sebelumnya. Kami terus berjalan mengikuti jalan tersebut. Aku merasa ada yang aneh. Kami sudah berjalan hampir satu jam tapi kami belum juga sampai, kami belum juga keluar dari hutan ini.


" kalian merasa ada yang aneh nggak sih? "Tabyaku pada mereka.


"Aneh apanya jhenta? " tanya diva.


"Kalian ngerasa nggak dari tadi kita jalan hampir 1 jam tapi nggak sampai-sampai? Kita seperti cuma berputar-putar saja dari tadi. Coba lihat jam kalian. Sudah lebih dari satu jam kita berjalan. "Jelasku.


Kami saling berpandangan. Kami bingung dan sedikit panik. Mataharipun perlahan-lahan mulai meredup dan hawa dingin mulai terasa dipunggung kami.

__ADS_1


"Sepertinya malam ini kita harus berkemah disini terlebih dahulu. Besok kita lanjutkan lagi". Jelas ade


Kami menyetujui perkataan ade. Kami mencari tempat yang strategis untuk mendirikan tenda. Ada aliran kecil sungai di sekitar kami. Kami memutuskan mendirikan tenda di dekat aliran sungai dan mulai mengumpulkan kayu bakar serta bahan makanan apa saja yang bisa kami temukan. Tak terasa malam mulai datang. Suara ringkikan hewan malam mulai terdengar bersama hembusan angin yang terasa begitu mencekam.


Kami mendirikan tenda dan mulai membuat api unggun. Sebagian dari kami memasak untuk mempersiapkan makan malam. Intan, ninda, diva dan nita mandi di sungai. Ade, tomi dan andre mempersiapkan tenda dan membuat api unggun. Aku mempersiapkan makan malam dari bekal yang kami bawa. Semua ini terasa seperti mimpi. Aku kira semak belukar itu hanya semak biasa, dan nggak pernah terpikirkan dalam benakku bakal seperti ini kejadiannya. Ini terlalu ekstrem bagiku, bagi teman-temanku. Ini terlalu diluar pemikiran kami dan aku masih nggak menyangka hal-hal aneh mulai berdatangan. Aku terus berpikir bagaimana jika kami semua akan bernasip sama dengan para mahasiswa tiga tahun lalu.


Pikiranku berkecamuk nggak karuan. Banyak pertanyaan terlintas dibenakku. Namun aku tepis semua, aku yakin kami bakalan bisa keluar dari sini.


"Kamu mikirin apa jhenta? " tanya ade.


Aku terkejut dia duduk didepanku, menatapku memasak mie instan sambil melamun.


"De, kamu ngerasa nggak kalau ini semua diluar perkiraan kita? " ucapku


"Maksud kamu? "Tanya ade bingung.


"Kita pernah kan lihat data siswa yang hilang tiga tahun lalu".


"Iya, terus? "Tanya ade makin bingung


"Coba deh kamu pikirin, semua ini seperti misteri kotak pandora yang harus dipecahkan, seperti ada hal-hal yang nggak wajar di sini, baru pertama kita masuk aja udah beda suasananya. " Jelasku.


"Udah, sayang. Jangan berpikir yang aneh-aneh deh, ini semua cuma kebetulan aja, nggak ada yang aneh. Kita cuma tersesat dan nggak tau jalan pulang, itu aja. Kita bingung dan panik karena hari mulai gelap dan tiba-tiba tadi cece menghilang. Itu aja.. Take it easy aja sayang. Nggak usah berpikir ribet. " ucap ade.


"Iya sih de, cuma aku masih penasaran kemana hilangnya kesepuluh mahasiswa itu. Kalau memang mereka hilang disini, kita pasti bakal ketemu ma mereka kalau mereka masih hidup, dan kita bakal ketemu mereka juga kalau mereka udah meninggalkan!"Ucapku.


"Udah nggak usah berpikir diluar nalar, mandi sana, biar seger badan dan pikiran kamu".


Aku hanya terdiam membisu, pertanyaan itu harus aku jawab, dan misteri ini harus bisa aku pecahkan, dengan atau tanpa mereka.

__ADS_1


__ADS_2