Senyum Shanum

Senyum Shanum
Nikah Dadakan Dengan Musuh


__ADS_3

Brugh ....


Tubuh seorang laki-laki mendarat di kasur empuk ukuran tiga kaki yang terbalut sprei berwarna krem. Badannya lelah telah menemukan tempat yang nyaman untuk istirahat. Matanya langsung terpejam begitu kepalanya menyentuh bantal.


Laki-laki itu bernama Ricky Kurniawan, berusia 22 tahun. Seorang mahasiswa teknik mesin semester akhir. Anak laki-laki satu-satunya pasangan tuan Kurniawan dan nyonya Miranti, seorang pengusaha terkenal di kota itu.


Ricky memiliki paras yang memukau di mata para kaum hawa. Postur tubuhnya juga tidak kalah bagusnya dengan para artis atau model. Tinggi badan 175 cm dan berat badan 70 kg.


Seorang gadis keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk. Handuk itu hanya menutupi dada sampai pangkal paha saja. Gadis itu tidak menyadari jika ada seseorang yang baru saja memasuki kamar itu.


Mendengar ada suara pintu terbuka dan tertutup, membuat Ricky membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat melihat pemandangan di depan mata. Waktu seolah berhenti berputar.


Seorang wanita berparas cantik yang begitu dia kenal, berdiri dengan selembar handuk menutupi tubuhnya. Ricky menelan salivanya berulang kali hingga jakunnya naik turun. Dia pun duduk memperhatikan sang gadis yang mulai berjalan mendekati ranjang.


"Aa ...." Suara gadis itu tertahan oleh tangan yang dengan sigap menutup mulutnya.


"Sstttt ... jangan berisik, ini kos-kosan! Nanti kita digerebek kalau jejeritan ...."


"Apa yang kalian lakukan di kamar ini?" tanya Soraya, adik pemilik kos-kosan itu.


"Ini tidak seperti yang Tante lihat! Rena bisa menjelaskan semuanya ...."


"Pakai bajumu dan jelaskan pada kami di depan!" perintah tante Soraya tak terbantahkan.


"Kamu!" tunjuk tante Soraya pada Ricky. "Kamu keluar sekarang!"


Mau tidak mau, Ricky pun terpaksa keluar kamar. Mengikuti langkah tante Soraya dan beberapa temannya yang tadi ikut mengintip dia dan Renata.


Ya, tadi saat Rena menjerit, tante Soraya dan teman-teman arisannya sedang melintas di depan kamar itu. Di saat yang bersamaan juga pemilik kamar yang sebenarnya juga baru saja pulang dari warung.


"Kalau kamu di sini, suara siapa yang di dalam?"


"Sstttt ... jangan berisik, ini kos-kosan! Nanti kita digerebek kalau jejeritan ...."

__ADS_1


"Kita lihat saja, Mi!" usul Lola, anak kos yang saat ini kamarnya berisi Rena dan Ricky.


Betapa terkejutnya mereka, melihat Renata duduk di atas pangkuan seorang laki-laki yang tidak mereka kenali. Yang lebih mengejutkan lagi adalah keadaan Rena yang hanya mengenakan selembar handuk untuk menutupi tubuhnya.


Sekarang, di sinilah mereka. Duduk di ruang tamu dengan dihadiri oleh RT setempat dan juga ayah Renata, pak Gunadi. Mereka hendak menindaklanjuti apa yang mereka lihat tadi di kamar.


"Apa hubungan kamu dengan anak saya?" tanya pa Gunadi, biasa disapa pak Gun. Seorang perwira TNI dengan pangkat Letkol.


Ricky gelagapan karena tidak tahu harus menjawab apa untuk menyelamatkan dirinya. Berbohong sedikit tidak apa 'kan? Seperti itulah pikiran Ricky.


"Pacar, Om," jawab Ricky dengan sangat jelas.


Renata yang mendengar jawaban Ricky langsung melotot, tidak terima.


"Bohong! Dia bohong, Pa! Kami ti-"


"Papa tidak bertanya pada kamu, Re! Hormati orang tua jika berbicara!" murka pak Gun.


Pak Gunadi pun menoleh, tatapannya kembali pada Ricky.


Mata Rena menatap tajam pada Ricky, karena kebohongan Ricky mereka harus menikah. Padahal selama ini mereka berdua bak Tom dan Jerry bila bertemu di kampus.


"Orang tua saya sedang berada di luar kota, Om. Apakah tidak bisa ditunda saja pernikahan kami?" tawar Ricky, berusaha agar dirinya tidak menikahi musuh bebuyutannya di kampus.


"Ditunda? Enak saja! Pihak kami akan sangat dirugikan jika Rena sampai hamil. Kamu laki-laki tidak ada bekasnya laki-laki perjaka atau tidak. Sedangkan anak kami perempuan, bisa saja dia hamil dan kami pun mendapat malu," sahut pak Gun semakin marah.


"Pa, kami tidak ...."


"Kamu diam saja, Rena! Jangan terlalu banyak membantah! Tugas dan kewajibanmu saat ini hanya menurut, tidak untuk membantah!" potong pak Gun, membuat bibir Renata mengerucut, kesal tidak diberi kesempatan berbicara.


"Sekarang juga hubungi keluargamu! Acara akad nikah kalian dilaksanakan nanti malam ini. Kalian berdua jangan kabur!" perintah pak RT.


Akhirnya Ricky pun menghubungi pamannya, adik sang ibu. Dia meminta tolong agar pamannya tersebut datang, membantu menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1


Ricky kabur dari rumah karena berbeda pendapat dengan sang ayah. Pemuda itu meninggalkan rumah beserta fasilitas mewahnya, hanya karena tidak mau mengikuti kemauan sang ayah.


Sang ayah menginginkan dirinya membantu mengurus perusahaan, akan tetapi Ricky memilih untuk membangun sebuah bengkel. Dengan bermodalkan uang jajan yang ditabungnya selama ini, dia nekat membuka usaha sendiri.


Kecintaan Ricky terhadap otomotif, membuatnya membangun sebuah bengkel motor tak jauh dari kampusnya. Walaupun hanya sebuah bengkel kecil tapi sangat ramai pengunjung.


Paman Ricky datang ke kediaman pak Gunadi bersama asisten tuan Kurniawan, membawa serta surat-surat untuk kelengkapan menikah.


Kedua keluarga itu pun berbincang dan akhirnya memutuskan nanti malam akan dilangsungkan akad nikah antara Ricky dan Rena.


Beberapa jam sebelum kejadian penggerebekan ....


"Al, gue numpang tidur di kosan Lo, ya! Di bengkel lagi rame pasien, gue pengen istirahat bentar," ucap Ricky pada teman sekaligus rekan kerjanya di bengkel.


"Datang aja! Kamar kos gue selalu terbuka buat Lo dan teman-teman lainnya. Asal tahu diri aja," sahut Aldi.


Saat ini mereka masih berada di bengkel. Banyak motor yang antri untuk ditangani, sehingga Ricky kurang istirahat. Akhirnya memilih meminjam kamar Aldi yang letaknya tidak jauh dari bengkel.


Hanya berdasarkan petunjuk dari Aldi, Ricky masuk begitu saja ke dalam kamar yang kebetulan tidak terkunci. Ricky pikir kos-kosan Aldi khusus cowok, sehingga masuk begitu saja dan langsung tidur. Tanpa bertanya atau memperhatikan keadaan.


Badan yang lelah membuat Ricky hanya berpikir tidur dan tidur. Apalagi tadi malam dia begadang mengerjakan motor yang turun mesin. Besok akan diambil, jadi dia harus segera merampungkan pekerjaannya.


Sementara itu, Rena yang kamarnya sedang direnovasi numpang kamar mandi anak kos. Kamar itu sengaja tidak dikunci dari dalam selama Rena mandi. Penyewa kamar, Lola, sedang keluar membeli cemilan. Sehingga pintu hanya ditutup tanpa dikunci.


Tanpa mereka sadari jika mereka berdua terjebak dalam kamar yang sama. Ricky dan Rena baru tersadar setelah keduanya tanpa sadar telah saling menatap satu sama lainnya.


Malam hari ....


"Sah!"


"Sah!"


Acara akad nikah yang jauh dari kata mewah itu pun akhirnya berjalan lancar. Kini Rena dan Ricky telah sah menjadi suami istri. Usai acara akad nikah, para tamu undangan dan keluarga menikmati acara makan malam bersama.

__ADS_1



__ADS_2