
Sesampainya mereka ke dalam ruangan kelas
"Jareni,Lea,Alya,Citra, Dari mana saja?,"Tanya Bu Yani guru matematika
"Eeh a-an anu Bu"ujar Alya dengan gugup
"Silahkan kalian berempat berdiri di depan"Ujar Bu Yani dengan tegas
Kemudian alya dan ke tiga sahabat nya itu berdiri di depan papa tulis dengan kepala menunduk
"Anak anak kalian semua jangan pernah meniru sifat mereka berempat apa kalian mengerti?"Tanya Bu Yani
"Mengerti Bu"jawab seisi kelas dengan kompak.
"Untuk kalian berempat ibu mau nanya, apa sebenarnya mau kalian hah?, di lembutin ngelunjak, dikarasin pun tak mempan!!,jawab dulu sebenarnya mau kalian itu sekarang apa biar ibu juga tau, atau ibu ada kesalahan yang ibu tidak sengaja yang membuat kalian sering bolos jam pelajaran ibu?, atau kalian memang begini ke semua guru?"Tanya Bu Yani dengan menahan amarahnya yang membuat seisi kelas mendadak sunyi tidak ada satupun suara yang terdengar
"Nggak Bu"Jawab JLAC dengan kompak
__ADS_1
"Jadi apa hah?"Tanya Bu Yani dengan suara meninggi
"Aduhh lama-lama tensi darah saya bisa naik gara-gara kalian berempat"Ujar Bu Yani sambil memijat pelipisnya dengan jari jempol dan jari telunjuknya
"Sekarang ambil buku tulis kalian yang seratus lembar yang masi kosong"Perintah Bu Yani yang segera dilaksanakan oleh Jlac
"Ava, minta buku Lo dong, gua cuma bawa buku matematika sama kimia tadi"Ujar Alya sambil berbicara nyaris berbisik dengan canva
"Nih,"Ucap canva sambil menyerahkan buku kosong nya kepada alya
"Ihh awas aja lo kalo sampe ngadu"Geram Alya kemudian meninggalkan canva di kursi mereka
"Sekarang kalian berempat pergi ke depan tiang bendera sambil tulis di buku itu "Saya berjanji tidak akan bolos jam pelajaran lagi" timbal balik nanti pulang sekolah udah ada di atas meja saya yang diruang guru FAHAM?!!"Ucap Bu Yani
"Faham Bu"Jawab JLAC kemudian pergi ke depan tiang bendera
"Aeelahh panas banget ouy"Ujar Eni sambil mengipasi wajah nya dengan buku di tangan nya
__ADS_1
"Aeelah si curut takut hitam"Ledek Lea sambil melirik Eni dengan tatapan sinis
"Ya takut lah jablay orang scincare gua aja MAHAL!!"Ketus Eni dengan menekan kata mahal di akhir kalimat nya
"Trus apa hubungannya?, toh bisa di beli lagi kan?"Tanya citra ikut nimbrung di perdebatan Jareni dan leani
"Bisa sih bisa tapi sayang duitnya lah"Ujar Jareni lagi
"Trus bokap sama nyokap Lo kerja duitnya mau dikemanain?, sayang atuh duit di atm Lo yang berratus juta itu nganggur"Timpal Alya
"Dah lah kalah gua kalo debatnya sama Lo pada"Pasrah Jareni kemudian melanjutkan tulisannya begitu juga dengan Alya,citra dan Lea sampai akhirnya satu suara yang Amat sangat menggangu mereka dan parahnya suara inilah yang akhir-akhir ini mereka hindari
"Bebeb Alya haus nggak?"Tanya Dimas Ya orang paling dihindari Jlac saat ini adalah Dimas Anggara karena sering mengganggu ketenangan mereka terutama Alya yang terus diberi gombalan receh andalannya
"babang Dimas bawain air mineral nih dijamin haus nya langsung ilang deh,mau coba nggak?"Tanya Dimas lagi sambil menyerahkan botol air mineral itu kepada Alya
"Si Alya doang nih yang Lo tawarin, Punya kami mana?"Tanya Citra sambil menatap tajam ke arah Dimas
__ADS_1