Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Terungkap


__ADS_3

"Adiba,ooo ya kamu sangat seksi dan cantik,"racau Pras saat tengah bergumul dengan Marisa.Marisa yang mendengar ******* Pras dengan memanggil wanita lain membuatnya sudah tidak berhasrat lagi,dia menghentikan aktivitas nya dan turun dari ranjang menuju kamar mandi.Pras merasa heran dengan apa yang dilakukan sang kekasih.Ia pun beranjak mengikuti Marisa.


"Risa,hey are you okey?"tanya Pras mendekap tubuh polos Marisa yang diguyur air dari shower.


"Sayang,ada apa?"Pras mengulangi lagi pertanyaan nya,karena dia merasa ini adalah hal yang,tadi Marisa yang baru saja datang ke huniannya dan menggodanya,tapi kini Marisa justru menghentikan tanpa alasan.


"Jhon,apa gue gak cantik?"tanya Marisa memutarkan tubuhnya kearah Pras, ia memandang tepat kemanik hitam Pras cirikhas orang lokas Indonesia.


"Cantik,bahkan lo sangat cantik"Pras membelai lembut pipi Marisa.


"Apa gue tidak seksi?atau gue tidak memuaskan lo?"tanya Marisa lagi,air yang terus mengguyurnya menyamarkan air mata yang telah berlinang sejak tadi.Betapa sakit hatinya ketika sang kekasih tercinta menyerukan nama wanita lain disaat pergumumulan mereka.


"Sssyyuutt,lo sangat sempurna dan rasanya juga legit seperti gula jawa"puji Pras sambil bercanda.


"Sempit"bisik Pras lagi ditelinga Marisa,Marisa tersipu malu dengan gombalan Pras,dan Pras melanjutkan apa yang tadi telah tertunda.Mereka menyatukan kembali bibir mereka,guyuran air membuat hasrat keduanya semakin melonjak,Marisa sudah tidak peduli lagi dengan ******* dan racauan Pras yang selalu saja menyebutkan nama Adiba disetiap permainan panas mereka,memang bukan baru kali ini,bahkan saat pertama kali mereka bercinta yang keluar dari mulut Pras selalu nama Adiba,istri pertama Pras. Tapi entah mengapa tadi Marisa merasa sakit sekali mendengar racauan Pras,dia merasa hanya pelarian fantasinya kepada wanita Adiba.Setelah tertuntaskan hasrat liarnya, mereka segera membersihkan diri.Pras segera bersiap-siap,hari ini dia telah berjanji akan menjemput dan mengajak Adiba dan ketiga anak kembarnya untuk berjalan-jalan.Kini Adiba sedang berkunjung kerumah Rachel, karena disana ada Mbah Arum.Sejak kejadian beberapa bulan yang lalu kedua orang tua Pras mengalami kecelakaan membuat perekonomian keluarga Pras anjlok dan sangat menurun, bahkan beberapa perusahaan Prakoso grup dalam bidang furniture dan kecantikan sudah gulung tikar.Beberapa swalayan sudah terjual.Namun Pras tidak mengetahui masih ada sebuah swalayan yang dikelola Deni dan Wina masih berjalan.


Sejak itu Pras yang tidak terbiasa bekerja keras,dia hanya sering merongrong kakak satu-satunya Jihan untuk menghidupi keluarga nya dengan alasan untuk pengobatan Indah,Maminya.Semenjak itu juga Pras mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan keluarganya.Namun Pras tidak bisa mengahadapi ujian ini dengam sabar,dia menerima tawaran Marisa yang akan memberinya uang dan kehidupan yang layak terhadap Pras dan keluarganya jika dia mau menuruti kemauan Marisa.Tanpa fikir panjang Pras mengikuti apa yang diinginkan Marisa,meskipun awalnya dia tolak mentah-mentah karena tak ingin mengkhianati cintanya pada sang istri,meskipun masalalunya kelam tapi Pras telah berjanji akan berubah setelah bertemu Adiba wanita impiannya sejak kecil.Namun Pras tidak memiliki opsi lain,dia menyetujui apa mau Marisa dan mengikuti permainan dari seorang Marisa.


"Ris,gue harus segera pergi,Adiba dan anak-anak sudah menunggu"ijin Pras saat Marisa baru saja keluar dari kamar mandi,Marisa yang baru sebulan lalu tinggal disini karena untuk melancarkan aksinya.


"Hemm"Marisa hanya berdehem kecil lalu melenggang keluar kamar Pras menuju kamar miliknya,namun sebelum dia sampai kekamarnya,dia berbelok menuju kamar orang tua Pras yang sedang tergolek lemah disana.Indah.

__ADS_1


"Ris,gue titip Mami sebentar ya,gue mau jemput Adiba"Pras mengecup kening Marisa sekilas dan berlalu dari sana.


Marisa melanjutkan langkahnya kekamar Indah.Marisa menyunggingkan senyum yang sulit diartikan.


"Hai Mami mertua,apakabar?bagaimana enak terbaring terus disini?"tanya Marisa,meskipun dia tahu tidak akan ada jawaban dari Indah,karena Indah mengalami stroke berat setelah mengalami kecelakaan bersama Bagas dan merenggut nyawa Bagas.


"Kan Viana sudah bilang jangan ikut campur dengam urusan pribadi Viana,Mami tau kan jika gue sudah sangat tergila-gila dengan anak lo"ucap Marisa emosi dan menjambak rambut Indah yang sudah mulai ditumbuhi uban.


"Uuuhhhhh heeemmmppphh"Indah meracau tidak jelas,matanya terbalalak.


"Uuuummm heeemmpp"entah apa yang diucakan Indah,sehingga membuat pipinya berlumur air liur.


"Iiihhhkkk jorok sekali"Marisa mengibaskan tangannya didepan hidung bangirnya.Tiba-tiba saja Marisa mencium. bau sesuatu yang lebih menjijikan.


'Braaaakkk'


Marisa membanting pintu dengan keras,Indah hanya bisa beristighfar dalam hati,untung saja tadi pagi Adiba memakaikannya pampers,jadi kotoran tersebut tidak tercecer kemana-mana.


Indah hanya bisa menangis.


"Papi jemput sajalah Mami,Mami tidak sanggup lagi,kasihan Adiba harus mengurusku dan sikembar"batin Indah terus berlinang air mata.

__ADS_1


"Entah mengapa wanita ular itu dibawa Pras masuk kerumah kita Pi"gumam Indah lagi dalam hati,hatinya sangat sakit.


Marisa tidak memperdulikan Indah,setelah dia mengetahui Indah buang air besar,justru dia meninggalkannya,berbeda jika ada Pras dirumah,dasar ular berkepala dua.Dua bulan ini hidupnya berasa sangat berwarna,karena obsesinya ingin memiliki Pras seutuhnya telah diraih,meskipun harus hidup seatap dengan Adiba,meskipun harus bersandiwara,tapi Marisa merasa sangat bahagia selalu mendapatkan belaian dari Pras,bahkan Marisa akan program hamil tanpa sepengetahuan Pras.


"Adiba,gue akan memiliki Jhon seutuhnya tanpa gangguan lo,gue akan buat Jhon lupa sama Lo"gumamnya sambil mengeringkan rambutnya,seringaian liciknya tersungging dibibirnya yang seksi yang telah berulang kali difiller.Bahkan wajah asli Marisa tidak secantik ini,tapi berkat dokter-dokter diKorea yang membuatnya semakin cantik. Kini dikepala Marisa telah tersusun berbagai macam rencana yang dibantu oleh Bayu sang adik sepupu.


Saat membuka lemari Marisa merasa sangat kesal,karena Adiba mengharuskannya memakai pakaian yang tertutup meskipun belum berjilbab.


"Ribet sekali hidupnya"gerutu Marisa melemparkan sehelai daster lengan panjang.Dia mencari bajunya didalam koper,baji tanpa lengan dan berdada rendah panjang diatas lutut berwarna merah muda,heels yang sudah lama tidak ia kenakan kini ia kenakan kembali,dia benar-benar rindu suasana dugem.


"Nanti gue akan ajak Jhon"gumamnya setelah memoleskan lipstik dibibirnya,lalu dia mematut didepan kaca yang besar,dia melihat pantulan dirinya sendiri.


"Sempurna"puji Marisa pada dirinya sendiri.


"Gue akan aja Rachel,anak itu nakal tapi polos"gumamnya lalu melenggak lenggok keluar dari kamar,Dia sudah memesan taksi online.


"Hallo Cel,ikut yuk?"


(Hai Risa,kemana?)jawab Rachel.


"Ntar gue share lokasi ya!"

__ADS_1


(Ok)


Sementara itu Pras dan ketiga anak kembarnya yang baru berusia 2,5tahun itu sedang berjalan-jalan kesebuah mall terbesar dikota Medan,Medan plaza.


__ADS_2