Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Sahabat masa kecil, dilamar dadakan


__ADS_3

Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part11


Adiba hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya, ternyata selama ini orang yang sangat dirindukannya ada didekatnya, pantas saja setiap kata-kata Bang Jhon selama ini sama persis yang diucapkan Bang Prasnya 10tahun yang lalu.


"Abang sudah tau kan sejak awal kalo Adib adalah orang yang sama 10tahun yang lalu? "tanya Adiba lagi, Jhon hanya mengangguk sambil tersenyum, tampan itu sudah pasti.


"Terus kenapa Abang tidak pernah bilang, Adib merindukan Abang, Adib hanya punya ini dan hanya menatap ini jika rindu dengan Abang! "Adiba mengeluarkan selembar foto ukuran 4X8cm dari dompetnya, foto masa kecilnya bersama Pras, saat Sekujur Pras masih dipenuhi penyakit kulit itu. Netra Adiba berkaca-kaca dan dia berlari keruangan dimana Ayahnya dirawat.


"Bun, Bang Jhon ternyata Bang Pras Adib yang pamit pindah kekota 10tahun yang lalu bun"ucapnya langsung pada Bunda sambil menyodorkan selembar foto jadul itu, Bunda hanya memperlihatkan ekspresi keterkejutannya sambil menutup mulutnya.


"Terus gimana ini Bun? "tanya Adiba masih berlinang air mata terharu.


"Sekarang keputusan ada pada Adib sendiri, Adib yang akan menjalani semua, mungkin kalo Ayah tau Pras yang akan menikahi kamu, Ayah pasti senang dan bahagia sekali!"ucap Bunda


"Ayah ingin ijab qabulnya disini, secepatnya! "tiba-tiba suara parau Ayah terdengar.


"Ayah sudah bangun? "Adiba menghampiri Ayahnya diranjang,lalu mengenggam tangan Ayah yang disambut hangat oleh Ayah.


"Panggil Pras masuk! "ucap Ayah, Adiba hanya mengangguk lalu bangkit menuju pintu keluar, tak butuh waktu lama keduanya pun masuk.

__ADS_1


"Pras, sini! "panggil Ayah, Dia menurut dan duduk disamping Ayah.


"Kamu serius akan menikahi Adiba? "tanya Ayah.


"Pras serius Yah, nanti malam Pras akan ajak Mami dan Papi kesini melamar Adib Yah? "ucapnya tegas tanpa ragu, yang membuat dada Adiba semakin berdebar, Dia akan dilamar oleh orang yang selama ini dirindukannya.


"Bang, apakah nanti tidak terjadi suatu konflik dengan kedua orang tua Abang, Abang pasti faham maksud Adib kan? "tanya Adiba,ragu-ragu. Ya ragu karna takut ditolak mentah-mentah oleh keluarga Bang Jhony Prakoso yang kaya raya, sementara Adiba hanya dari kalangan bawah.


"Kamu tenang saja, Mami dan Papi tidak pernah mempermasalahkan Abang berhubungan pada siapa pun dan dari kalangan mana pun, Beliau memberikan wewenang padaku untuk diri Abang sendiri! "ucapnya meyakinkan.


"Baiklah, sepertinya kesehatan saya semakin menurun, lebih cepat lebih baik! "ucap Ayah, Bang Jhon atau Pras hanya mengangguk tanda setuju.


"Ayah hanya tidak ingin, setelah kepergian Ayah, tidak ada seorang lelaki yang melindungi para wanita-wanita saleha Ayah! "semua semakin terharu dengan ucapan Ayah.


"Pras berjanji akan menjaga Adiba, Bunda dan Meisya Yah, sampai kapanpun! "ucapnya lagi,terlihat dipojokan Bunda tergugu. Meisya yang baru masuk nampak bingung, dan memeluk Bunda.


*****


"Assalamualaikum? "ucap seseorang dari pintu depan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam "ucap kami serempak dari dalam, terlihat menyembul wajah seseorang yang sangat aku rindukan selama ini, lalu seorang ibu dengan kebaya modis bersanggul, menenteng tas branded, sosialita sekali, dan pria paruh baya dengan stelan Jas berwarna senada dengan kebaya yang Ibu sosialita itu.Dibelakang terlihat 2pria memakai pakaian safari,dan satu wanita paruh baya, mungkin supir dan asisten rumah tangga Bang Pras,ditangan mereka membopong berbagai buah dan lain-lain.


Adiba yang memang sudah diberitahu sudah bersiap dengan gamis terbaik berwarna peach dan pasmina dengan warna senada,wajah Adiba dipoles sedikit make up oleh Meisya, cantik.


Jhon sampai tidak berkedip melihatnya. Melongo dan Adiba tersipu malu.


"Ehem "pria paruh baya itu berdehem,lalu Adiba dan Meisya meraih tangan semuanya dan mencium dengan takzim.


"Pras, mana calon mantu Mami? "tanya wanita itu sambil tersenyum ramah.


"Mi kenali ini Bunda Adiba, ini Adiba calon mantu Mami dan Meisya adik Adib Mi! "ucap Bang Pras memperkenalkan kami satu persatu.


"Dan yang terbaring disana, Ayah Adib Mi! "tunjuk Pras pada ranjang Ayah terbaring.


"Gusti ALLah, semoga bapaknya cepat sembuh ya! "ucap Mami Pras.


Papi Bang Pras lebih banyak diam lalu bangkit dan berkata.


"Bapak ibuk, Saya selaku orang tua Jhony Prakoso, tujuan kami kesini ingin meminang anak Bapak dan Ibuk yang bernama Adiba sibule yang buat anak saya tidak bisa tidur akhir-akhir ini,kerjaan terbengkalai"ucap Papi Pras,yang membuat Pras dan Adiba tersipu malu, dan membuat Ayah ikut terkekeh.

__ADS_1


Acara lamaran malam ini lancar dan ijab qobul akan dilaksanakan besok pagi, semua persiapan Bang Pras yang menghandle.


__ADS_2