Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Awal, bukan akhir


__ADS_3

Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part13


Bang Pras,Mami Indah dan Papi Prakoso akhirnya pamit balik kekota. Bang Pras hanya mengantar lalu akan balik kesini lagi dengan pak Darwan.


Setelah mereka sudah menghilang dari pandangan Adiba, Adiba pun masuk kedalam mencari Bunda Aisyah.


"Bun, bundaaaa! "teriak Adiba dari depan hingga kebelakang.


"Hussss anak gadis teriak-teriak, pamali tau! "ucap Bunda mengibas-ngibaskan tangannya.


"Istri orang Bun, tapi masih perawan"sahut Adiba lalu duduk disamping Bunda yang duduk diranjang.


"Oo iya, bunda lupa"ucap Bunda langsung memeluk Adiba.


"Bun Adib mau tanya ni? "


"Tanya apa sayang? "


"Ehm,itu bun!"


"Apaan sih? "

__ADS_1


"Janji bunda jangan bohong ya? "


"Iya, emang Bunda pernah bohong? "jawab bunda lagi.


"Bun,Mama Laura pernah menghubungi Bunda gak?"


Wajah Bunda seketika pias terkejut. Lalu Bunda mengangguk,Adiba sangat terkejut.


"Hampir setiap bulan Laura menghubungi Bunda untuk tahu kabar kamu sayang"


"Ayah bilang, Adiba gak boleh membenci Mama Laura yang telah membuang Adiba"


"Ssstt, siapa yang membuang siapa? Adiba tidak pernah dibuang oleh siapapun! "ucap Bunda yang membuat Adiba semakin bingung.


"Maafian Bunda Ayah yang merahasiakan semua ini dari Adib, Adib itu emang tidak terlahir dari rahim Bunda, tapi Adiba adalah anak kandung Ayah dan Mama Laura!"ucap Bunda,Adiba dengan sabar menanti kelanjutan cerita Bunda.


"Ayah dan Mama Laura pernah menjalin hubungan, tapi tidak dalam pernikahan, Laura yang hanya turis diIndonesia, dia tak ingin terikat, karna Laura sudah akan menikah diTurki,Laura hanya jalan-jalan diindonesia, namun terlibat cinta sesaat dengan Ayah dan melakukan dosa itu beberapa kali, sampai suatu hari Laura bilang dia hamil, Ayah ingin segera bertanggung jawab, namun Laura menolak. Laura bilang, jika Ayah menginginkan anaknya, Laura akan menetap diindonesia sampai anaknya lahir, dan bayi itu adalah kamu! "cerita Bunda lalu menjawil hidung mancung Adiba, Adiba yang masih belum percaya masih shock,ia masih diam tanpa berkomentar.


"Setelah 2bulan usia kamu, Ayah dan Bunda menikah, dengan perjanjian Bunda terima apa adanya Ayah, kakek dan nenek kamu juga sudah tau masalalu Ayah,setelah menikah Adiba kecil bunda yang mengurus penuh kasih dan sayang"


" Adiba percaya itu, bunda menyayangi Adiba"ucap Adiba terus memeluk Bunda Aisyah.

__ADS_1


"2tahun menikah, Bunda baru hamil Meisya, seolah Allah emang sudah mengatur segalanya, saat Adiba dah mulai besar, Allah baru menitipkan zuriat dirahim Bunda"


Adiba mengangguk puas dengan jawaban yang diberi Bunda, hilang sudah rasa penasaran Adiba selama ini.


"Bunda simpan no telfon Mama Laura? "tanya Adiba yang membuat Bunda tersenyum lebar.


"Anak bunda sudah dewasa sekarang, ada besok hubungi"ucap bunda lembut.


"Kakak tu udah jadi istri orang sekarang Bun jadi harus dewasalah, gak boleh peluk-peluk bunda Mei lagi, sebenernya Mei ini anak tiri ya Bun?"sahut Meisya tiba-tiba yang diiringi gurauannya dan ikut memghambur dalam pelukan Bunda.


"Kakak sekarang minta peluk Bang Pras donk, jangan Bunda lagi, kasih kesempatan untuk Mei! "pekik Mei yang membuat Bunda menutup telinganya. Bahagia,itu yang beliau rasakan, lega juga karna sudah tidak ada lagi yang dirahasiakan asal usul Adiba.


**


Tidak terasa kepergian Ayah sudah 3bulan,dan sejak itu Adiba masih saja tinggal ikut Bunda dan Meisya,masih takut ikut Bang Pras, terkadang Bang Pras dan Mami mertua yang datang kemari.Hari ini 100hari kepergian Ayah.


Papi, Mami dan Bang Pras datang dengan berbagai bawaan bahan pokok untuk keperluan acara 100hari Ayah.


Bunda hanya melongo melihat semua ini, Aku hanya mengendikkan bahu.


"Ya Allah menantu Mami, bantu Mami dong angkat ini, berat sayang"ucap Mami sambil menyodorkan kue-kue kering lalu Aku menerima kue-kue itu, dan Aku pun mencium punggung tangan Mami dan Papi dengan takzim.

__ADS_1


"Sayang...!"


__ADS_2