Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Keharmonisan


__ADS_3

Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part14


"Sayang, ini bawa kedalam ya! "ucap Bang Pras sambil menyodorkan sebuah tas ransel, yang mungkin berisi baju ganti nya,ya dalam 3bulan ini Bang Pras bolak balik, Aku hanya mengangguk lalu beranjak kebelakang kekamarku, saat Aku sedang menyimpan tas Bang Pras diatas meja belajar, tiba-tiba Bang Pras masuk dan menutup pintu kamar dan dikunci.


"Astaghfirullahalazdim"ucapku refleks karna terkejut Bang Pras juga tiba-tiba memelukku dari belakang dan mengendus tengkukku.


"Abang kangen, udah 2hari gak ketemu"ucapnya manja,Aku masih merasa risih karna belum terbiasa.


"Abang mandi dulu sana, bau busuk ni "ucapku sambil menutup hidung.


"Gak mau,masih kangen"ucapnya lagi sambil memanyunkan bibirnya dan menyandarkan dagunya dibahuku.


"Adib gak kangen tu"ucapku lalu melepaskan pelukkan Bang Pras dan berbalik.Dan Masya Allah lucunya wajah suamiku ini, bikin gemes aja pengen nyubit, Aku jadi tersenyum melihatnya.


"Cium"ucapnya sambil menunjuk pipinya.


"Merem ya"ucapku,Dia hanya mengangguk lalu merem dan Aku kabur aja keluar kamar sambil ngakak.

__ADS_1


"Adib, kamu punya hutang sama Abang ya, awas aja nanti"teriaknya


"Teriak apaan tu Simanja Mami? "tanya Papi pada Mami, Mami hanya menunjukku sambil senyum-senyum.


"Biasa Pi, pengantin baru"ucap Mami yang disambut Papi hanya manggut-manggut.Bunda hanya senyum-senyum karna bahunya ditoel-toel Mami, ntah apa yang diceritakan beliau-beliau. Aku harus semangat untuk menjalani ini demi Bunda dan Meisya. Saat Aku sedang asyik memperhatikan Mami dan Bunda, tiba-tiba Bang Pras.


'cuup'


Mencuri cium pipiku, Omegot malunya,wajah ini mungkin sudah seperti kepiting rebus menahan malu, tapi astaga Bang Pras merasa tidak bersalah lalu berjalan kearah Mami dan Bunda sambil tersenyum genit. Ihk gerem banget sih.


*****


"Oya, Bun besok Pras balik kekota, Adiba ikut ya? "ucapnya meminta ijin kepada Bunda.


"Sudah seharusnya seorang istri mengikuti kemana pun suaminya tinggal, Alm. Ayah sudah menyerahkan tanggung jawab Adiba kepada Pras, Adiba sekarang sudah tanggung jawab Pras sepenuhnya.Pesan Bunda hanya satu, jika Pras bosan dan sudah tidak mencintai Adib, jangan sakiti dia, antar Adib pulang kesini baik-baik"ucap Bunda sambil menitikkan air mata, Aku yang sudah tidak tahan langsung memeluk Bunda dari belakang.


"Lihatlah Bun, apakah Adib masih manja dan ngompol kalo tidur? "ledek bang Pras yang membuat semua orang tertawa terbahak, yang membuat kami tidak jadi bersedih-sedih.

__ADS_1


*****


Sesampainya dikota Aku langsung meminta Bang Pras mampir ditempat kost lama, karna Aku ingin mengabil beberapa barang-barangku yang masih tertinggal. Ku ketuk pintu kamar, mungkin Wina masih tidur karna masuk shift malam, tidak berapa lama menyembul kepalanya dengan rambut acak-acakkan langsung memelukku.


"Adib, Aku kangen banget sama kamu. Maaf ya aku gak bisa datang saat Ayah kamu meninggal"ucapnya,Aku hanya mengangguk dan menyadari jika Wina hanya mengenakan tanktop dan celana hawai, Aku langsung mendorongnya masuk karna diluar ada Mami dan Bang Pras, sedang Papi sudah pergi duluan bersama Pak Darwan.


"Astaga Pras, jadi menantu Mami sempat tinggal disini, jorok sekali anak-anak ini, terapkan kebersihan Pras, lihat itu sampah berserakan "omel Mami diluar. Aku cepat-cepat berkemas, sebelum Mami masuk kekamar ini dalam keadaan yang entah seperti apa, Wina orangnya tidak bisa rapi. Aku yang selalu ngomel beresi kamar.


"Yuk Mi, sudah ni? "ajakku pada Mami sambil menenteng tas ransel,Mami menatapku heran.


"Barang kamu cuma segitu, gak salah anak gadis jaman sekarang cuma segitu barangnya, biasa tas segitu cuma tempat make up doang! "ucap Mami


"Menantu Mami gak make up juga dah cantik dari orok Mi"Bang Pras nimbrung percakapanku dan Mami, tapi netranya tetap fokus pada gawainya. Oh iya Aku lupa memberi tahukan Bang Pras, jikalau benda pipih yang pernah dia berikan padaku sekarang sudah berpindah tangan ke Meisya.


*****


"Wah keren Kak, Kakak baru kerja 6bulan dah bisa beli Ipon? "ucapnya kagum sambil membolak balikkan benda pipih itu, sambil berdecak kagum, maklum kami hanya memiliki satu handphone tulalit yang ntah pengeluaran tahun berapa, dan masih berlayar hijau dan itu hanya Ayah yang punya.

__ADS_1


Adikku yang masih duduk dikelas XII SMA itu masih saja terus memandangi benda pipih yang jarang sekali aku pergunakan, paling Aku hanya untuk menanyakan kabar keluarga lalu kadang Bang Pras yang menelfon marah-marah memaksa Aku untuk ikut pergi jalan-jalan dengannya, lucu dan sebel, tapi Aku manut mengikuti ucapan Bang Pras kala itu yang masih ku kenal sebagai Bos yang bernama Bang Jhon, pertemuan yang tidak terduga.


"Mei mau ini?"tanyaku padanya lalu menyodorkan benda pipih itu ketangannya kembali, dia hanya menggeleng lalu menyodorkan kembali ketanganku.


__ADS_2