Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Ikut suami


__ADS_3

Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part15


"Gak deh Kak, Kakak sudah bersusah payah kerja pasti nya,nabung menahan selera apapun itu karna kakak ingin beli ini! "ucapnya terlihat sedih, Aku hanya tersenyum menanggapinya, Adikku ini emang sangat pengertian dari dulu, malah justru kadang Aku yang terlampau manja pada Ayah dan Bunda, tapi Mei tak pernah merasa cemburu, kadang dia hanya meledek mengucapkan 'Ingat umur kak' menggelitik perut atau hanya sekedar menjambak rambutku.


"Bukan kakak yang beli, Bang Pras yang memberikan ini Mei, saat Kakak belum menyadari bahwa dia teman semasa kecil kakak, tapi justru dia sudah menyadarinya dari awal....! "jelasku padanya, mulutnya membulat membentuk huruf 'O', gemas langsung Aku cubit aja.


"Ih Kakak sakit tau"ucapnya lalu menggosok-gosok bibirnya lalu menyambar benda pipih itu dari tanganku lalu berlari menjauhi ku.


"Terimakasih Kakak Buleku sayang, eemmmmuuuuuaaachhhh"teriaknya.


*****

__ADS_1


"Yuk kok malah senyum-senyum sendiri mantu Mami, jangan buat Mami jadi parnok deh mikirnya, masa iya siang-siang begini ada hantu yang ngajak kamu bercanda sayang? "ucap Mami ngelantur, Aku terkekeh pelan, dan Mami menggandeng tanganku dengan lembut,lalu Bang Pras merengkuh bahuku, Aku sedikit risih, malu pada Mami dan berusaha melepaskan tangan Bang Pras.


"Mami duluan ya "ucap Mami yang menyadari jika anak manjanya sedang bucin, lalu melangkah cepat keparkiran depan Swalayan.


"Abang apaan sih, malu tau sama Mami! "gerutuku sambil memanyunkan bibir, tapi astaga 'cuup'


lagi-lagi Bang Pras yang buat pipi dan bibirku tidak ori lagi.


"Kamu lucu deh sayang, kamu hidup diera teknologi serba canggih sayang, bukan jamannya purba, masih juga polos kayak gini, tapi bagus, masih bersegel semuanya, dan Ori''ucapnya menoel hidungku yang mancung dan mulus, hehehe memuji diri sendiri gak apakan, siapa lagi coba.. heeeheee


Sesampainya didepan Swalayan, kirain Mami langsung kemobil, eh ternyata Mami masuk ke swalayan, ku lihat Mami berbincang-bincang dengan kak Rachel, dia tersenyum dan sesekali tertawa, segitu dekatnya dia dengan keluarga Bang Pras. Kulihat Mami menunjuk-nunjuk kami keluar dan seketika wajah kak Rachel berubah seperti singa yang siap menerkam, mata merah dan taringnya, Omegot.

__ADS_1


Kabuuuuuurrrrrr..


Aku langsung buru-buru mendekati suamiku yang sibuk berbicara dengan benda pipihnya. Tampak bang Pras mengendikkan bahunya sambil menatapku, Aku hanya berbisik padanya.


"Kak Rachel mau nerkam Adib bang" ucapku tepat ditelinganya, tapi justru Bang Pras semakin merengkuhku dan membawaku kedalam pelukannya. Yang membuat Rachel disana semakin membulatkan matanya.


'Wah seperti jika pelakor kayak gitu gue takut deh, gak bisa melawan' batinku.


Aku menapat suamiku lagi yang masih tetap memelukku sambil berbicara dengan ponselnya, yang aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Tapi aku semakin nyaman dalam pelukan Bang Pras, aku merasa Ayah yang mendekapku. Ahk aku sangay merindukan Ayah, seorang yang aku kira tidak ada ikatan denganku justru menyayangi tanpa batas, ternyata Ayah kandung ku sendiri. Semakin bangga memiliki Ayah Abizdar.


"Semoga Ayah tenang disana dan ditempatkan ditempat yang sebaik-baiknya oleh Allah, aamiin" gumamku lirih.

__ADS_1


"Heem, apa sayang, Adib ngomong apa? " tanya Bang Pras, aku hanya menggelengkan kepalaku.


__ADS_2