
Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part10
Sesampainya dirumah sakit, Adiba langsung turun tanpa menunggu Jhon.Jhon memgimbangi langkah Adiba dengan berlari kecil.
"Adiba, buru-buru banget, tungguin Abang dong"teriak Jhon sambil berlari-lari kecil, Adiba hanya menoleh sekilas lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan dimana Ayah Abizdar dirawat.Dari kejauhan sudah tampak Bunda yang baru saja masuk keruangan Ayah, Adiba semakin mempercepat langkahnya.
"Bunda! "pekik Adiba yang dihadiahi pelototan oleh Bunda, Adiba hanya nyengir kuda saja lalu langsung memeluk wanitanya, malaikatnya itu dan mencium takzim tangan Bunda yang diikuti Jhon.
"Eh ada nak Jhon juga disini? "ucap Bunda. Yang ditanya hanya nyengir.
"Latihan jadi mantu yang baik Bun, ngantar Adiba harus sampai tempat dengan keadaan selamat tanpa kurang apapun dan sampai pada orang aman Bun"gurau Jhon santai yang dihadiahi tepukan dilengan Jhon dari Adiba pake tas slempangnya.
"Aaawww,sakit Adib! "keluh Jhon. Adiba hanya pura-pura tidak mendengar dan berpaling kembali keBunda yang hanya geleng-geleng kepala.
"Gimana keadaan Ayah Bun? "ucap Adiba sambil menggandeng lengan Bunda masuk kedalam.
__ADS_1
"Alhamdulillah,tadi pagi Ayah sudah siuman bisa bicara dan makan bubur,abis minum obat tidur lagi! "ucap Bunda sambil mengelus pucuk kepala Adiba, Adiba hanya mengangguk pelan.
"Adib sudah ada calonnya? "
"Belum Bun, Adib bingung, selama ini juga Adib gak pernah pacaran ataupun dekat sama laki-laki kecuali Bang Pras Bun"jelas Adiba..
Jhon diluar yang mendengar kata-kata Adiba tersenyum bahagia, ternyata gadis itu benar-benar Adibanya teman sejak kecil yang benar-benar tulus menyayanginya. Jhon memberanikan diri masuk dan bicara.
"Jhon siap menjadi menantu Bunda !"ucapnya serius lalu duduk ditepi ranjang Ayah yang sedang terbaring.
"Adib, hati-hati sayang! "masih terdengar teriakan Bunda
"Duduk"tangan Jhon dihempaskan dengan kasar oleh Adiba.
"Iya, kasar banget sih? cantik-cantik kok kasar sih? "ucapnya lalu duduk disamping Adiba.
__ADS_1
"Abang gak seriuskan, mau nikahi Adiba secara dadakan gini, tanpa ada rasa lagi, Adiba gak mau kedepan nya justru menjadi masalah Bang, ikatan pernikahan itu gak main-main Bang! "cerca Adiba
"Sapa bilang Abang gak ada rasa sama Adib? "ucapnya santai
"Abang, Adib serius ihk! "ucap Adiba sambil mengerucutkan bibirnya berbentuk segetiga. Jhon meraih kedua tangan Adiba lalu duduk didepan Adiba.
"Adib, Abang serius ingin menikah dengan Adib, Zahabiya Adiba arsyura bin Abizdar maukan kamu menikah dengan saya Jhony Prakoso ?"ucap Jhon,Adiba masih terbengong, nama itu.
"Will you merry me? "ucap Jhon lagi.
"Bang Pras? "ucap Adib lirih, yang disambut senyuman hangat Jhon dan semakin mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Adiba.
"Serius ini Bang Pras Adib? tapi wajah Abang? "ucapnya melepas genggaman tangannya lalu menyentuh perlahan pipi Jhon, seolah tak percaya dan menutup mulut nya dengan kedua tangannya.
"Tampan bukan Bang Pras mu ini? "ucap Jhon sambil tersenyum dengan ciri khasnya gingsul menyembul dan lesung pipinya yang cuma sebelah itu. Wajah yang selama ini rindukan.
__ADS_1
"Adib sedang tidak bermimpikan bang!" dia mencoba mencubit lengannya sendiri, masih tidak percaya dengan kenyataan ini.