Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)

Setia Dalam Luka (Pengkhianatan)
Pov Jhon Prakoso


__ADS_3

Diam dalam luka (Pengkhianatan) #part7


Pov Jhon


Hari itu hujan lumayan deras, Aku berlari-lari kecil menuju halte bus didepan rumah sakit, dan tanpa sengaja kaki ini jatuh tepat digenangan air yang didekatnya seorang wanita setengah berdiri mengibaskan tangannya dikakinya.


"Aaaawww...."teriaknya


"Maaf Mbak saya tidak sengaja "wanita itu pun mendongakkan kepalanya, dan astaga ternyata Adiba.


"Adib, kamu gak kenapa-kenapa kan "ucapku reflek lalu memegang pundaknya. Dia langsung bertanya padaku,bahwa yang memanggil dengan sebutan 'Adib' itu hanya Bang Pras, ya iyalah Adib, Bang Jhon ini ya Bang Pras kamu.


******


Kurang lebih 10tahun yang lalu Aku meninggalkan seorang gadis panti asuhan yang mengidap penyakit ALbino, yang selalu diganggu teman-temannya dengan sebutan dengan anak ha**m, gadis kecil itu Adiba, dia selalu menangis tanpa melawan. Karna dia sedikit berbeda dari anak-anak lainnya, dan Dia selalu menjadi bahan bullyan teman-temannya, Adib kecil hanya bisa duduk melipat kedua kakinya dan menangis sejadi-jadinya, Hari itu aku yang tak Pede juga keluar rumah takut dibully teman-teman karna penyakit kulitku yang membuat seluruh wajah dan tubuhku bintik-bintik hitam persis seperti monster, entah mengapa hari itu Aku ingin sekali jalan-jalan keluar, melihat-lihat suasana dan tampak dari kejauhan 3 bocah lelaki tertawa dan 1bocah perempuan meringkuk dilempari kulit jeruk mereka meneriaki "Anak aneh, anak ha**m".


Aku berlari saat salah satu dari mereka ada yang ingin menendangnya,dan...


"Hei, beraninya jangan keroyokan donk"teriakku saat jarak kami skitar 3meter.Kami pun terlibat aksi pergulatan liar, heeheee, dan seorang Pras tidak mungkin akan kalah, mereka lari tunggang langgang bukan karna aku kuat, tapi Aku bilang barang siapa saja yang menyentuh kulit maka akan tertular oleh penyakit kulit ku, mereka pun lari tunggang langgang.


Aku pun menghampiri gadis kecil itu, awalnya dia terkejut melihatku lalu berucap.


"Apakah kamu juga akan mengejekku seperti mereka ?"masih sesenggukkan.


Indah, ya sangat indah, Netranya yang yang bulat besar bermanik biru dan coklat, pantas saja anak-anak lain mengejeknya anak aneh, ternyata gadis kecil ini terlahir dengan kelainan gen dan kekurangan hormon. Aku hanya menggeleng dan menyodorkan tanganku, lama baru disambutnya, sejak hari itu kami selalu bertemu dan bermain bersama, dan pada suatu hari keluarga ku pindah kekota, berat rasanya meninggalkan Adib kecilku, kala Aku berpamitan padanya dan Bundanya, Adib kecil terus menangis hingga mengejar mobil yang kami tumpangi kegerbang panti, Aku ya aku juga menangis.Perpisahan setelah kurang lebih 1tahun kami berteman.


*****


"Abang harus tanggung jawab ni,Adiba kan mau berangkat kerja ni, baju ada dikost semua kunci dibawa Wina"Ucap Adib panjang kali lebar membuyarkan lamuananku.Sedikit-sedikit Adib sudah mulai menyadari bahwa aku adalah Bang Prasnya, Entah apa saja yang diomelkannya, aku pun menarik paksa tangan nya untuk menuju mobil yang terparkir sedikit jauh diseberang jalan. Ternyata Adiba ingin kasbon padaku untuk biaya rumah sakit Ayahnya, sungguh mulia hatinya. Padahal Adib hanya seorang anak angkat, anak panti yang gak mau diadopsi dengan siapapun, kata Bundanya, jika ada calon-calon orang tua angkat yang datang, Adiba akan berlari keluar panti kalo tidak dia akan bersembunyi, ehm lucu.

__ADS_1


Aku sudah berjanji akan membantu keluarga Adib, apapun itu.


Kami menuju swalayan, saat masuk keswalayan para karyawan mengintimidasi dengan tatapan mereka, terutama Rachel sikasir yang Ku tau, bekerja hanya ingin dekat denganku, padahal dia anak lumayan berada, tinggi cantik. Tapi hati ini tidak bisa dipaksakan, sudah terukir nama Adib disana.


Aku langsung masuk keruanganku dan mengambilkan stelan kaos yang baru ku beli kemaren, kebetulan masih tertinggal dikantor, lalu aku keluar menemui Adib.


"Adib, pakailah baju kamu basah nanti bisa masuk angin " ucapku sambil menyodorkan baju yang masih bersegel itu.


"Gak usah Bang, Adib gak apa-apa kok kayak gini, sebentar lagi juga kering "tolaknya, gemes deh


"Adib ambil, atau kamu Bang Jhon pecat !"ucapku dengan pandangan datar, ya sedatar tembok dan sedingin cuaca hari ini, Adib terperangah lalu menyamber kaos yang ku pegang lalu kebelakang. Aku berniat kembali keruanganku, tapi Siska menahanku.


"Pak, tadi Rachel nemui Adiba, dan bilang jangan dekat-dekat dengan bapak lalu mengancam akan membuat sebuah rekayasa agar Adiba dipecat Pak " ucap Siska sedikit berbisik.


"Terimakasih Siska, awasi terus Rachel dan Adiba, sampaikan semua infonya kepada saya"jawabku, Siska hanya menggangguk. Rachel semakin gila, aku hanya mengganggapnya teman tapi hingga sekarang Dia tidak bisa menerima semua itu. Rachel teman semasa SMA ku dikota ini, dulu dia selalu bercandain aku karna penyakit kulitku, tapi dia terus berusaha dekat denganku karna alasan aku pintar dan kaya, aku sadar dulu dimanfaatkan Rachel tapi setidaknya sedikit bahagia ada teman meskipun kadang dia menjaga jarak denganku. Setelah lulus, aku dibawa Papi keKorea, ternyata Papi sudah mengurus segalanya tanpa sepengetahuanku untuk mengikuti program oplas dan sebagainya.


"Adiba, kamu wanita beruntung yang dicintai seorang Jhon Prakoso, yang banyak digandrungi para wanita "Batinku sambil tersenyum tipis tanpa ku sadari Adiba sudah berdiri didepanku.


"Ternyata Abang bisa tersenyum juga ya,ganteng deh, hayo lagi mikiri Adib ya? "godanya,ahk cantiiiik, pantes saja Deni kepala gudang tergila-gila padanya,sahabat gak tau diri itu. Dia selalu cerita ini itu padaku, kami memang akrab karna kami teman kuliah. Dari Deni lah Aku mengetahui jika ada karyawan bernama Adiba orangnya cantik, saat itu Aku yang baru pulang dari luar kota langsung menuju swalayan untuk memastikan bahwa itu Adiba ku atau Adiba yang lain.


Ternyata benar Dia Adib ku yang sangat kurindu. Selama ini aku belum berkesempatan untuk mengunjunginya kedesa.


"Ihk Bang Jhon kesambet apa sih, kok senyum-senyum aja sih dari tadi "tanya Bidadariku, Aku hanya menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal sambil nyengir kuda, kuda yang ganteng, haaahaaa


Adiba berlalu sambil meletakkan jari nya dijidat setengah miring.Adib adib, kamu gak tau aku emang gila, ya gila karna kamu, aku masuk keruangan dan berlonjak-lonjak seperti orang gila, tanpa kusadari Deni melongok dan memggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kenapa bro, kesambet setan mana Lu? "tanyanya lalu nyelonong masuk dan duduk disofa.Aku hanya duduk tanpa menggubrisnya dan merogoh gawaiku dari saku dan melihat-lihat foto Adiba yang kemaren ditaman aku ambil diam-diam.


"Ahk,Lu pagar makan tanaman Bro...! "teriak Deni tepat ditelingaku

__ADS_1


"Gak sopan banget sih Lu Den? "sontak langsung berdiri, rasanya suara Deni memecahkan gendang telingaku.


"Semua Lu taksir, siRachel kasir cantik udah deket sama Lu, terus sekarang sibule Adiba jangan serakah deh Lu Pras! "ucapnya tidak senang, ya hanya Deni memanggilku Pras.


"Bomat.... !"ucapku sambil menjulurkan lidah, seperti anak-anak,beginilah tingkah kami jika sedang berdua.


"Payah Lu....! "ucapnya lagi sambil cemberut, aku terkekeh kecil melihat ekspresi wajah Deni.


"Hei kutub utara, ketawa terus siap-siap aja kena karma !"


'Gubraaaaaakkkk'


"Haaaaahaaaaaaaaaa"Deni tertawa sambil memegangi perutnya, aku terjengkang dari kursi.


"Sial, temen jatuh bukan ditolong malah diketawain !" umpatku


"Karma...... haaaahaaaaa !"ucapnya lagi lalu melanjutkan ketawanya.


"Lu berdua kenapa sih? " tanya Rachel tiba-tiba muncul aja dah kayak jelangkung, datang tak dijemput pulang tak di antar, kami serempak menoleh, dan....


"Haaaaahaaahaaahaha! "kami tertawa bersama, yang membuat Rachel kebingungan. Kami tidak menggubris Rachel,dia pun bosan sendiri dan meninggalkan kami.


"Dasar pada streees ya Lu berdua! " ucapnya berlalu dari ruanganku.


Jarum Jam sudah menunjukkan jam 12 siang, waktunya istirahat.


"Woy, kerja Lu, mau Gua pecat Lu..? "ucapku pada Deni yang sibuk dengan gawainya, dia hanya melihatku sekilas.


"Awas jika ada yang hilang,berarti Lu sebagai tersangka ya,"ucapku lalu keluar, ternyata Deni mengikuti langkahku..

__ADS_1


__ADS_2