She Is Mine[Taennie]

She Is Mine[Taennie]
part 15


__ADS_3

Update...


Hari ini jane kembali berkunjung ke toko bunga milik irene. Membawa beberapa hadiah dari paris yang ia siapkan jauh-jauh hari untuk wanita bermarga bae itu.


jane berlari kecil memasuki toko. Membuat bodyguard yang bertugas menjaga noona muda nya ikut berlari. Takut-takut nona muda nya itu terluka. Maka mereka yang akan kena imbasnya.


"Eonnie.. "jane berteriak kecil.


Irene yang tengah fokus membuat laporan pun mendongak. Senyum irene terbit saat melihat jane berlari kecil kearah. Ditambah dengan raut wajah panik kedua bodyguard membuat irene tertawa geli.


Irene bangkit dari duduknya. Menyambut jennie dengan pelukan hangat.


"Aigoo, eonni sangat merindukan mu. "


"Aku juga merindukan mu eonnie. "


jane melepaskan pelukannya. Menghadap bodyguard yang membawa beberapa paper bag dan memberikan nya kepada irene.


"Untuk eonnie. "


"Oh ya tuhan... Kenapa banyak sekali,aku tidak bisa menerimanya. "


Bibir jane mengerucut. Membuat irene terkekeh geli. "Baiklah, aku akan menerima nya. Tersenyum untuk ku." jane tersenyum lebar.


Irene menarik tangan jane kearah kursi yang biasa digunakan untuk para pelanggan. Menceritakan hal-hal lucu yang terjadi. jane tertawa lepas saat mendengar cerita lucu dari irene. Sungguh irene adalah eonni terbaik menurut jane.


"Bagaimana kabar eomma? "


"Eomma baik-baik saja. victory oppa menyuruh dua perawatan untuk menjaga eomma di apartemen yang victory oppa belikan. jane juga sering berkunjung. "


"Eonnie ingin bertemu dengan eomma juga. "


"Lain kali ya eonnie. Karena jane pasti akan dilarang keluar oleh victory oppa, victory oppa memang menyebalkan. "


Irene terkekeh.


Lalu setelahnya pandangan irene mengarah kepada dua bodyguard jane. Berucap tanpa suara, membuat jennie mengerutkan kening.


"Ada apa eonnie? "


Irene menggeleng "tak ada apa-apa. Sepertinya bodyguard mu bosan. "Elak irene.


jane yang notabene nya wanita polos hanya mengangguk paham.


jane menceritakan pengalaman nya berada di paris karena irene memaksanya. jane menjelaskan secara antusias hal-hal apa saja yang ia jumpai di paris membuat irene ingin ke kota itu.


Lonceng pintu toko irene terbuka. Menandakan seseorang masuk kedalam toko. Membuat kedua wanita itu menoleh.


jane membelalakkan matanya saat melihat sosok yang sangat ia hindari saat ini. Sosok yang membuat nya ketakutan.


Kim Jong-in (kai)



jane segera memalingkan wajahnya saat tak sengaja matanya bertabrakan dengan mata gelap kai. jane begitu takut dengan lelaki itu, jane sangat tau bawah kai menyukai nya.. Ah bukan,bukan menyukainya lebih tepatnya kai sangat terobsesi padanya.


Di sana kai menyeringai. Berjalan pelan menuju tempat duduk irene dan juga jane. Dan dengan tidak tahu dirinya kai duduk didepan jane.

__ADS_1


"Hay jennie. "


jane berusaha mendongak. Tersenyum canggung.


"Hai oppa. "


"Lama tak bertemu? Bagaimana kabarmu. "


"Baik. "


Kai memasukan tangan satunya kedalam kantong celana. Tangan itu terkepal kuat saat melihat ada tanda kemerahan dileher jane. Kai tentu tau tanda apa itu. Kai mengeram kecil.


"Katanya kau sudah menikah ya. Kenapa tidak mengundang ku. "


jane meremas tangannya. Disisi lain irene menatap tajam kai. Lelaki ini benar-benar tak tahu diri.


"Aku lupa oppa. "


Tangan kai terulur hendak menyentuh tangan jane namun terhalang oleh suara bodyguard yang langsung berdiri di samping jane.


"Tolong kondisikan tangan anda tuan. "Ucapan tajam dari salah satu bodyguard.


Kai menatap bodyguard itu tajam "kau hanya bodyguard. Tak usah ikut campur. "


"Kami memang hanya bodyguard. Tapi kami juga harus tetap menjalankan tugas kami dengan benar, tuan kami tak mengijinkan lelaki manapun menyentuh noona kami. "


Kai bangkit seketika. Mencengkeram kerah baju bodyguard itu.


jane dan irene dibuat menjerit saat melihat kai meninjau perut bodyguard itu.


"Kau tak punya hak melarang ku menyentuh jane sialan. "


Irene berusaha kuat menahan jane namun ia malah tersungkur karena kai mendorong nya hingga menghantam meja kerja.


Bodyguard jane pun segera menyerang kai. Kai mendorong tubuh jane agar menjauh. jane tersungkur ke tanah. Lututnya mengeluarkan darah, jane meringis kecil.


Ia melihat bagaimana kai menghajar bodyguard nya dengan membabi-buta hanya beberapa menit saja bodyguard suruhan victory telah dilumpuhkan oleh kai.


Membuat ketakutan jane semakin menjadi-jadi.


Kai berjalan kearah jane dengan nafas yang terengah-engah namun smirk menakutkan tetep melekat dibibir kai.


"Kau milikku. "


jane menggeleng takut. Toko bunga milik Irene benar-benar sepi sekali. Tak ada satupun orang yang bisa ia minta bantuan.


Kai kembali mencengangkan tangan jane. jane memberontak kuat, jane terisak kecil.


"Lepaskan tangan istriku sialan! "


Langkah kai terhenti. Ia membelikan badannya melihat sosok yang ia benci berada dihadapannya dengan rahang mengeras lengkap dengan tangan yang terkepal.



"Oppa... "


Taehyung menoleh sekilas kearah istrinya. Mata victory dibuat menggelap sempurna saat melihat lutut istrinya mengeluarkan darah.

__ADS_1


Kai bersmirk kearah victory "oh hai kim victory. Lihatlah aku berhasil mendapatkan milikku kembali. "


victory terkekeh, berjalan beberapa langkah ke depan. Membuat kai was-was.


Kai menatap sekitar. Kenapa sangat sepi menurut nya.


"jane adalah milikku. Sadarlah dari khayalan mu itu. "


"Sialan kau kim victory. "


Kai melepaskan tangan jane. Berlari hendak menghajar victory. victory dengan sigap menghindar.


"Hajar dia. "Ucap victory.


Mata kai membulat saat melihat beberapa anak buah victory keluar dari tempat persembunyian nya. Berjalan kearah nya dengan pistol ditangan mereka.


victory tak ada waktu untuk melihat bagaimana mana kai tersiksa. Yang ada dipikirkan nya saat ini adalah istrinya.


victory berlari kearah jane. Berjongkok untuk melihat keadaan jane.


"Hiks oppa.. "


victory menarik tangan jane agar berada di pelukannya. Mengelus kepala istrinya lembut.


"Apa yang sakit jelaskan pada oppa. "


"jane takut."


victory mengeratkan pelukannya.


jane semakin terisak kuat, ia membayangkan bagaimana nasibnya jikalau victory tak datang.


victory melepaskan pelukannya. Memeriksa tubuh istrinya. Pergelangan tangan jane memerah dengan lutut yang mengeluarkan darah.


Rahang victory mengeras. Ia menatap anak buahnya yang kini tengah memukul kai.


"Bunuh dia. "


Mata jane melotot.


"Oppa jangan. "


"Diam! Dia telah melukaimu. "


jane menggeleng. Ia menahan tangan victory yang hendak bangkit menghampiri kai yang sudah terkulai lemah.


"Ku mohon oppa jangan bunuh dia. Aku tak ingin oppa masuk penjara, aku tak ingin oppa meninggalkan ku. "


Tatapan victory yang tajam berangsur-angsur melunak. victory kembali mendekap tubuh jane. Membopong tubuh istrinya dan membawa kedalam mobil.


"Kalian bawa wanita bernama irene ke rumah sakit. Dan biarkan lelaki sialan itu. "Ucap victory.


"Baik tuan. "


victory segera masuk kedalam mobil. Mobil victory melaju dengan kencang meninggalkan toko bunga milik irene. Di sana kai sedikit membuka mata nya. Tangannya terkepal, kai berucap lirih.


"Sialan kau kim victory. "

__ADS_1


Bersambung...


Tuan besar kim victory dan noona muda kim jane ❤


__ADS_2