![She Is Mine[Taennie]](https://asset.asean.biz.id/she-is-mine-taennie-.webp)
Update...
jane menaruh jas milik suaminya kedalam keranjang pakaian. Melihat tangannya sendiri yang terkena cairan merah dari jas suaminya.
jane mendekatkan tangannya. Mencium bau cairan merah itu, dan benar saja baunya anyir.
jane segera mencuci tangannya. Tiba-tiba saja tubuhnya bergetar hebat, sebenarnya apa yang terjadi?
jane memijat pelipisnya saat rasa pening menghujami kepalanya tampa henti.
"Akhhh... "
"Sayang.. "
victory dari arah belakang menghampiri sang istri yang tengah meringis kesakitan.
"Hey ada apa? Apa yang sakit katakan padaku? "
jane tak menjawab. Wanita itu masih senantiasa memijat pelipisnya sendiri. Membuat victory khawatir dengan sangat. Tanpa aba-aba victory mengangkat tubuh istrinya keluar darii kamar mandi.
Menaruh tubuh sang istri di atas ranjang.
"Ada apa? Apa yang sakit? Biar oppa panggilkan dokter nanti. "
jane menggeleng "tak ada oppa, kepala jane hanya pusing saja. "
jane terkesiap saat victory mendekatkan wajahnya. Lelaki itu mengulurkan keduanya tangannya untuk memijat keningnya dengan lembut. jane menahan nafas sesaat saat merasakan deru nafas hangat sang suami menerpa wajahnya.
victory dengan teliti memijat pelipisnya dengan lembut. Membuat jantung jane menggila, suaminya begitu tampan dengan jarak sedekat ini.
"Sudah membaik? "jane mengangguk.
victory menghela nafas lega, begitu pun dengan jane. Namun jane kembali di buat terkesiap dan merona saat victory memajukan wajahnya. Mengecup kedua pelipisnya dan juga kening nya secara bergantian.
"Kalau ada yang sakit katakan. Jangan diam, itu akan membuat ku terluka. "jane tersenyum kecil, membuat victory mencolek hidung kecil sang istri.
"Apa ini karena baby nakal? "Tanya victory sembari mengelus perut sang istri yang mulai buncit.
"Entahlah oppa. Tapi baby tak mungkin nakal, dia belum mengerti apapun. Jadi oppa tidak boleh memarahinya.
victory terkekeh. Lelaki itu mengangkat baju istri hingga memperlihatkan perut jane yang berisikan malaikat kecil.
"Baby, dengarkan daddy nee. Jangan membuat mommy susah oke.baby tak boleh nakal. "victory mengecup perut jane. jane tersenyum lebar, tangannya terulur untuk mengelus surai gelap sang suami yang tangah berinteraksi dengan sang buah hati.
__ADS_1
"Nee daddy. "jane menyahut dengan suara imutnya.
victory kembali dibuat gemas. Ia mendekatkan wajahnya,mencium bibir dan juga kening istrinya.
"Aku mencintai mu. "Ucap victory sembari menempelkan kening pada istrinya.
"jane juga mencintai oppa. "Ucap jane dengan rona malu.
"Bersiaplah, malam ini kita akan ke pasar malam. "
"Jinjja.. "victory mengangguk.
"Terimakasih oppa. "jane mendekap tubuh suaminya dengan erat. Tentu saja victory dengan senang hati akan membalas pelukan sang istri.
"Cepatlah bersiap. Gunakan baju yang hangat, diluar mungkin sedikit dingin. "jane mengiyakan. Wanita itu segera berlari mengambil beberapa baju didalam lemari.
victory menghela nafas lega,setidaknya ia mengajak sang istri ke pasar malam agar tak jadi pergi berkencan dengan jimin pendek itu.
Beberapa menit mereka telah sampai disalah satu pasar malam. jane berloncat-loncat kecil. Membuat victory gemas bukan main.
Wanita itu menunjukkan salah satu wahana bermain. Permainan kuda putar adalah pilihan pertama bagi jennie. Wanita itu tersenyum sangat lebar bahkan tertawa saat wahana kuda putar itu bergerak. victory yang berada di samping sang istri hanya dapat menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun ia juga ikut tersenyum saat wanita itu menatap nya dengan tawa.
Selanjutnya, wajah kedua adalah mobil-mobil. jane terlihat antusias saat mengendari mobil bergerak itu. Senyuman lebar tak pernah pudar dari wajah wanita itu.
"Apa kepala mu tidak pusing sayang? "
jane memakan permen kapasnya sembari menggeleng "tidak oppa, tadi itu sangat seru. Terimakasih. "
"Terimakasih untuk apa? Kau adalah istri cantik ku. Jadi tak perlu berterimakasih. "jane terkekeh saat victory mencolek hidungnya.
jane dengan nyaman menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya. Ia tak percaya akhirnya akan seperti ini. Dulu jane mengira victory adalah seseorang yang sangat keras dan arogan. Tapi sayangnya jane menarik segala ucapan nya dulu, victory sangat hangat padanya, sangat perhatian dan juga romantis.
victory mengusap-usap rambut sang istri. Mengecup pucuk kepala jane dengan sayang.
Agaknya keromantisan kedua sejoli itu tak bertahan lama saat seorang wanita menghampiri mereka dengan senyuman mengembang.
"Noona jane, taun victory kalian disini?"
jane menoleh. Ia tersenyum kendati dalam hati jane mengutuk wanita itu.
"Eh dokter sowon."
Yap, wanita itu adalah sowon. Dengan pakaian sedikit terbuka sowon menghampiri dirinya tanpa malu. Membuat jane semakin kesal dibuat nya.
__ADS_1
"Tak perlu formal seperti itu noona. Anda cukup memangil saya dengan nama saja. "Ucap sowon sambil sesekali melirik victory yang sama sekali tak melirik kearahnya.
"Sedang apa kau di sini sowon? Apa ku sendirian? "
Sowon terkekeh sejenak, sedikit mengusir rasa amarah "ya saya sendiri noona. Saya kan tak memiliki kekasih. "
jane mengepalkan tangannya dibalik jaket. Apa-apaan wanita ini, walaupun jane mendengar kata halus wanita ia tetap saja dapat mendengarkan kata sindiran daru wanita itu untuk suaminya.
"Udah semakin dingin sayang. Lebih baik kita pulang saja. "Ucap victory.
Sowon tersenyum kecut. Lelaki itu sama sekali tak meliriknya, membuat relung hati nya terluka. Bagaimana bisa victory mengabaikan dirinya seperti ini.
Didalam hati jane tersenyum senang "sowon kami permisi dulu ya. Dan semoga kau cepat mendapatkan kekasih. "
Sowon tersenyum sinis. Ia tau bahwa wanita polos itu tengah mengatai dirinya.
Sowon menatap lamat punggung victory dan juga jane yang mulai menjauh, wanita itu masih senantiasa menatap keduanya dengan amarah yang sedikit membeludak.
"Kau terlalu naif jane. Aku tau kau berusaha untuk menjauhkan ku dengan victory dengan cara polos mu. Tapi sayang nya aku bukan wanita bodoh, aku akan benar-benar melenyapkan mu. "
Sementara didalam mobil jane mengerucutkan bibirnya. Wanita berbadan dua itu masih dibuat kesal akan tingkah laku sowon tadi. Harusnya sekarang ia masih berada di pasar malam.
"Kenapa sayang? "
"Wanita itu menyebalkan. "Ucap jennie.
"Ya oppa tau. "
"Aku ingin dia berhenti untuk memeriksa ku oppa. Cari dokter lain saja."pinta jane.
"Baiklah akan oppa lakukan. Jangan cemberut seperti itu. "
Setelahnya sudut bibir jane terangkat keatas. Walaupun ia masih agak kesal dengan kejadian tadi. Setidaknya ia tak akan lagi diperiksa oleh dokter yang selalu menatap suaminya dengan tatapan memuja. "
"Dasar wanita menyebalkan, wanita centil. jane tak suka. "
victory terkekeh gemas mendengar makian yang jane layangkan untuk sowon.
"Jika jane melihatnya curi-curi pandang pada oppa lagi. jane tak akan segan-segan mencolok kedua matanya. "Ucap jane dengan wajah cemberut.
Hormon kehamilan memang semengerikan ini.
Bersambung....
__ADS_1