![She Is Mine[Taennie]](https://asset.asean.biz.id/she-is-mine-taennie-.webp)
Update....
Bibir tipis milik victory melengkung kebawah. Melihat bagaimana istrinya yang kini tengah tertawa girang bersama hyung-nya sendiri.
Setelah kejadian diruang kerja victory memarahi sang istri habis-habisan tak terima akan keinginan aneh istrinya yang meminta untuk berkencan bersama kim seokjin.
Alhasil jane menangis semalaman penuh dan menjauhinya. jane bahkan tak makan malam saat itu dan membuat victory kelimpungan sendiri.
Pada akhirnya dengan terpaksa dan hati yang tak ikhlas victory menelepon jisoo dan mengutarakan keinginannya. Awalnya jisoo juga dibuat terkejut akan keinginan victory yang meminta agar seokjin mengencani istrinya.
Dan ya, disini mereka berada disebuah cafe mewah di daerah gangnam. victory memakan kentang goreng miliknya dengan kesal. Melihat interaksi sang istri yang kini tengah tertawa bahagia bersama seokjin di meja depan.
Jisoo yang memang ikut bersama victory pun hanya dapat menahan tawa. Melihat wajah victory yang sangat masam.
"Apakah jane sering meminta hal-hal yang aneh seperti ini victory? "Tanya jisoo.
victory mengangguk dengan bibir yang melengkungkan kebawah. Jisoo adalah kerabat dekat victory, jadi ia tetap bisa sedikit curhat pada noona nya itu.
"Apa jane sering muntah-muntah? "
victory menggeleng. victory bahkan tak menatap jisoo sama sekali, ia terlalu fokus memperhatikan gerak-gerik seokjin takut-takut hyung nya itu berlaku kurang ajar kepada istrinya.
"Ini aneh, apa mungkin jane hamil? "
victory yang hendak memasukkan kentang goreng kedalam mulutnya pun terhenti seketika. victory menatap jisoo yang kini tengah berfikir keras.
"Maksud noona? "
"Menurut medis jika seorang wanita meminta yang aneh-aneh itu tandanya dia hamil. Seperti ini contohnya, jane tak takut saat meminta berkencan dengan seokjin oppa. Meminta hal-hal yang tak masuk akal. Namun anehnya kenapa ia tak muntah-muntah. "
Pikiran victory seketika melayang. Seperti ada yang telah ia lupakan. Ia berusaha mengingat keras, mata victory melebar setelah mendapatkan ingatan nya kembali.
__ADS_1
"jane pernah muntah-muntah, tapi sudah lama itu terjadi noona. Dan menurut maid itu hanya masuk angin biasa. "
Tak...
Jisoo menjitak kepala victory. Membuat sang empu meringis.
"Bodoh, kenapa kau langsung percaya. Bisa saja maid itu tak tau apa yang telah terjadi. "
"Jadi maksud noona? "
"Bawa istrimu ke dokter. Aku yakin dia hamil, ya walaupun aku tak bisa menjamin sih hehe.. "Ucap jisoo dengan cengiran.
victory mendelik, ia kembali menatap istrinya. Darah victory seketika mendidih saat dengan kurang ajarnya seokjin membawa kepala istrinya agar bersandar dipundak lebarnya.
"Sialan kim seokjin. "
victory sedikit menggebrak meja cafe. Membuat jisoo menahan tawa, jisoo sama sekali tak cemburu melihat hal itu. Malahan ia senang karena dapat melihat amarah victory terhadap suaminya, sedikit merindukan momen hangat yang jarang terjadi.
"Oppa.. Kenapa berada disini? "Tanya jane bingung.
"Ayo pulang. Kencannya sudah selesai. "Ucap victory dengan nada kesal.
Di sana seokjin menutup mulutnya rapat. Melihat bagaimana raut wajah victory yang mengeras cukup membuat nya ingin melayangkan tawa.
"Tapi oppa, aku ingin ke pasar malam dengan seokjin oppa. "Ucap jane dengan bibir mengerucut.
"Tidak! Tidak ada kencan lagi, tidak ada jalan bareng lagi dan tidak ada ke pasar malam. Sekarang kita pulang, titik! "
victory menggendong tubuh jennie. Sebelum melangkah pergi dari sana victory sempat melirik seokjin, melotot tajam kearah hyung-nya itu.
"Habis kau nanti hyung. "Ucap victory tanpa suara.
__ADS_1
Seokjin berdecak mendengar nada ancaman dari sang adik. victory melangkah pergi dari cafe meninggalkan jisoo yang kini sudah tertawa terbahak-bahak.
victory membuka pintu mobil. Memasukkan istrinya dengan hati-hati. "Tidurlah, nanti kalau sampai rumah oppa bangunkan. "Ucap victory ketika melihat istrinya menguap tanda mengantuk.
jane hanya mengangguk saja. Lalu bersandar pada kepala kursi mobil. victory menancap gas untuk kembali ke mansion nya .
"Apa benar jane hamil. "Gumam victory sesekali melirik sang istri yang kini telah tertidur pulas.
Sesampainya di mansion victory mengangkat tubuh sang istri. Melupakan bahwa ia telah berjanji akan membangunkan jane nanti.
Keadaan mansion sudah cukup gelap. Beberapa lampu sudah dimatikan. victory berjalan kearah lift untuk menuju kamar miliknya.
Membaringkan tubuh jane dengan posisi yang benar menarik selimut hingga sebatas dada.
Ponsel victory berdering kuat. Membuat victory mengeram marah karena takut istrinya terusik.
victory mengambil ponselnya. Berjalan kearah balkon.
"Ada apa? "
"Kai kabur. "
Shitt...
victory mengumpat marah. Bagaimana bisa anak buahnya tak becus untuk mengurus kai sampai laki-laki itu bisa lolos dari kurungannya.
"Aku tak mau tau kalian harus tangkap dia bagaimana pun caranya. Bawa dia secara hidup-hidup. "victory mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Mencengkram kuat pembatas balkon.
"Kau takan lolos dari ku kai. Kau takan lolos dari kematian mu. "
Bersambung....
__ADS_1