She Is Mine[Taennie]

She Is Mine[Taennie]
part 9


__ADS_3

Update.


Sang surya telah muncul dari tempatnya bersembunyi. Menyinari bumi dengan cahaya menggantikan sang bulan yang akan kembali pada saat matahari terbenam di ufuk barat nanti.


Cahaya sang Surya memasuki celah jendela. Namun ,sinar sang suya nyatanya tak bisa membangunkan sepasang pengantin baru ini. Mereka tak terusik sama sekali. Tetapi, sesaat setelahnya sang wan -- ralat sang gadis mengeluh.


Matanya mengerjap beberapa kali. Mengucek kedua matanya saat kesadarannya mulai terkumpul.


"Sudah pagi rupanya. "Gumam jane.


jane hendak bangkit. Namun lingkaran tangan di pinggangnya tak mau terlepas. Membuat jane mau tak mau harus berusaha keras melepaskan rengkuhan namja yang tadi malam sudah resmi menjadi suaminya.


Berhasil.


jane segera memindahkan tangan victory dengan lembut. Beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Aku akan memasak. "Gumam jane.


Hanya butuh beberapa menit untuk jane mandi. Ia memakai pakaian hangat karena musim panas telah berganti peran dengan musim dingin.


jane melangkah menuju dapur. Dapat dilihat suasana dapur sudah dikelilingi beberapa maid yang sedang bertugas menyiapkan sarapan.


"Nyonya ada disini. Apa nyonya butuh sesuatu? "Tanya salah satu maid saat melihat kehadiran jane di dapur.


jane memamerkan senyum manisnya. Membuat sang maid tertegun.


"Bagaimana tuan tidak jatuh Cinta pada nyonya, senyum nya saja dapat melewati manisnya gula. "ucap sang maid dalam hati.


"Apa aku boleh ikut masak, bi. "Tanya jane.


"Maaf nyonya. Tuan tak mengijinkan nyonya untuk memasak. Tuan berpesan pada kami agar nyonya tidak memasuki daerah dapur karena tuan takut nyonya terluka. "Jelas sang maid.


jane yang mendengar nya pun hanya dapat mengerucut kan bibirnya .membuat sang maid terkekeh kecil, karena majikannya ini sangat lucu. "Aku tetap ikut masak bi. Aku ingin membuatkan nasi goreng untuk victory oppa. Dia pasti tidak akan marah. "jane berusaha membujuk.


"Tapi nyonya kami pasti akan kena marah tuan jika nyonya kenapa-napa. "Tolak maid itu halus.


"Aku yang akan menanggunya. Bibi tenang saja. "


Sang maid hanya dapat mengangguk ragu. Membuat senyum jane semakin mengembangkan. Sang maid menuntun jane, membuat beberapa  maid yang berada di sana membungkuk.


"Ah tidak perlu membungkuk dihadapan jane. "Ucap jane dengan nada lembut.


"Bibi bantu jane masak ya ."ucap jane pada maid yang tadi berbicara padanya.


"Baik nyonya. "


"Bibi panggil jane saja ,jangan pakai embel-embel nyonya. "Ucap jane.


"Tapi saya bisa dimarahi tuan nyonya. "


jane berdecak sebal. "Bibi bisa memanggil ku nyonya saat didepan victory oppa. Kalo tidak ada victory oppa bibi harus memanggilku jane. "Ucap jane.


"Baik nyo--eh jane. "


jane tersenyum.


jane segera mengambil beberapa sayuran yang berada di keranjang. Memotongnya kecil-kecil. Memotong beberapa toping seperti daging dan sosis. Sang maid tadi pun ikut serta menyiapkan apa yang jennie perintah.


"Bibi kenapa maid disini banyak sekali. Padahal waktu itu aku hanya melihat bibi dan maid saja. "Ucap jane tanpa mengalihkan pandangnya.

__ADS_1


"Tuan mempekerjakan maid online di situs pencarian maid jane. Tuan ingin anda merasa tak kekurangan apapun disini. "Jelas sang maid.


"Tapi seperti nya ini berlebihan. Aku bisa melakukan aktivitas ku sendiri. "Ucap jane seraya memasukan bawang kedalam penggorengan.


"Bagi tuan ini tidak berlebihan. Karena kenyamanan anda adalah yang terpenting bagi tuan. "Ucap sang maid sembari tersenyum.


"Nama bibi siapa? "


"Sun miyeon. jane bisa memanggil bibi sun. "Ucap sang maid, bibi sun.


"Bibi sun. "Ucap jane.


"Bi kenapa maid disini seperti seumuran dengan jane. "Ucap jane.


Bibi sun tersenyum. Tangannya bergerak mengelus bahu jane.


"Tenang saja nak, tuan tidak mungkin tergoda oleh mereka. "Ucap bibi sun setengah bercanda.


Membuat jane tertawa kecil dengan memamerkan deretan gigi putihnya. Ternyata bibi sun tau sedikit kekhawatiran jane.


Bagaimana jane tidak khawatir. Hampir setengah maid di mansion ini seumuran sama seperti nya. jane hanya takut victory berpindah hati.


Gadis polos posesif.


"Sayang, kamu dimana. "Teriakan seseorang terdengar dari arah tangga .membuat jane yang tengah merapihkan makanan terkejut.


"Disini oppa. "Ucap jane.


Dapat dilihat victory yang menuruni anak tangga dengan muka datarnya.


Membuat beberapa maid muda menahan nafas karena ketampanan murni tuan besar nya.


victory sedikit melirik beberapa maid. Terutama bibi sun, dia memerintahkan untuk para maid pergi. Bibi sun yang mengertipun memberikan intruksi untuk undur diri .


"Loh para maid kenapa pada pergi. "Ucap jane cemberut.


victory menghampiri jennie. Mengecup kening istrinya.


"Kenapa kamu masak. Kan ada maid kalo kamu luka gimana? "


jane kembali mengerucut kan bibirnya ."jane ingin masak nasi goreng spesial untuk oppa. Apa tidak boleh ya. "Ucap jane dengan tatapan sedih.


victory yang melihat pun mengelus pucuk kepala jane. "Boleh kok, tapi harus minta ijin dulu ya ."


Mata jane langsung berbinar. Reflek jane memeluk victory "terimakasih oppa. "


victory tersenyum lebar, dan dengan senang hati ia membalas pelukan jane.


"Sekarang ayo makan. Oppa tak sabar ingin merasakan masakan istri oppa "ucap victory.


jane dengan semangat menarik kursi dan mendudukkan victory. Menyendokkan nasi goreng buatannya .


victory meraih sendok. Mengambil beberapa butir nasi dan memakan nya .


"Bagaimana rasanya oppa? "Tanya jane antusias.


"Ini enak, sangat. "Ucap victory.


jane pun langsung bertepuk tangan kecil. "Kamu juga makan sayang. "Ucap victory.

__ADS_1


jane mengangguk. Ia mengambil beberapa lauk dan memakannya. Keadaan meja makan hening karena victory melarang jane untuk berbicara saat makan.


Sedangkan dari arah pintu belakang ada seseorang yang mengepalkan kedua tanganya. Rahangnya mengeras .


"Sialan *****. Aku akan menyingkirkan mu, dan setalah nya aku lah yang akan menjadi nyonya dimansion ini. "Ucap nya sembari tersenyum smirk.


"Oppa apa aku boleh bekerja? "Tanya jane saat wajah victory sedang asik mengendus-endus lehernya.


"Oppa. "jane menjauhkan wajah victory dari lehernya. Membuat victory mendengus kesal karena penolakan sang istri.


"Apa? "


"Bolehkah jane bekerja? "Ulang jane.


"Buat apa kamu kerja. Oppa masih bisa beliin apapun yang kamu mau. "Itu bukan penolakan lebih tepatnya seperti perintah.


"Tapi oppa jane bosen dirumah terus nantinya. "Ucap jane dengan manja.


"Tidak boleh. "


"jane hanya--"ucapan jane terpotong.


"Tidak dan tidak ."ucap victory.


jane cemberut. Membuat victory gemas. victory memajukan wajahnya membuat jane harus menahan nafas sejenak.


Mata jane membola saat victory mengecup bibirnya. victory semakin gemas pun semakin menghujami jane dengan mecupan dibibir jane. Menggesek-gesekan hidungnya dengan hidup mancung jane.


Membuat jane tertawa geli.


"Kita akan honeymoon. "Ucap victory setelah melakukan aksinya.


"Honeymoon? "Ulang jane.


victory mengangguk.


"Kemana oppa? "


"Kamu maunya kemana? "


jane sedikit berfikir menaruh jari telunjuknya di hidung. Membuat victory  gemas.


Mata jane berbinar saat satu negara terlintas dipikirannya.


"Paris oppa, aku ingin ke menara eiffel. "Ucap jane antusias.


"Kita akan ke sana. "


"Jinjja.. "


victory mengangguk.


jane memeluk victory. Memberikan kecupan di pipi victory sebagai ucapan terimakasih.


"Gomawo oppa. "


"Saranghae sayang.


"Nado oppa. "

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2