She Is Mine[Taennie]

She Is Mine[Taennie]
part 16


__ADS_3

Update...


Keadaan mansion dibuat suram akibat kim victory. Wajah lelaki itu mengeras dengan tatapan tajam. Para pelayan bahkan tak berani menghampiri tuannya yang kini tengah menggendong jane dengan keadaan terluka.


Langkah besar victory terarah menuju kamar mereka. Nayeon pun sempat dibuat bingung saat melihat jane terisak di pelukan victory.


"Apa sebenernya yang terjadi."gumam nayeon.


Sedangkan dikamar victory.jane tengah mengutuk suaminya didalam hati. Bagaimana tidak saat sampai dikamar victory begitu kalang kabut mencari keberadaan p3k dan yang paling menyebalkan nya lagi victory membungkus kaki jane menggunakan perban dari atas hingga bawah. Padahal hanya lututnya saja yang terluka.


"Oppa ini berlebihan. "


"Ani... Ini tidak berlebihan,lukanya akan infeksi jika tak diperban seperti ini. "Ucap victory dengan sok taunya.


"Ada yang terluka lagi. Kalau ada oppa akan obati. "


jane menggeleng. Sebenarnya sikunya pun tergores meski tak mengeluarkan darah, namun jane lebih memilih berbohong dari pada membiarkan tangannya diperban dari atas hingga bawah oleh suaminya. Dan lagi victory akan bersikap lebih menyebalkan.


"Syukurlah. Lain kali oppa tak akan mengijinkan mu keluar rumah. "


Mata jane membelalak,terkurung didalam rumah adalah mimpi buruk bagi jane "Oppa! "


victory menaikan salah satu alisnya "kenapa? Ini demi kebaikan mu sayang. Beruntung tadi oppa datang kalau tidak kau mungkin sudah berada ditangan lelaki itu. "Bibir jane melengkung kebawah.


"Tapi tidak dengan mengurungku di rumah terus oppa. jane butuh kebebasan. "Ucap jane.


"Tak ada, kau akan tetap di rumah. Kau boleh keluar hanya saat bersama oppa, mengerti. "


jane mencibir dalam hati. Yang benar saja ia harus terkurung didalam rumah sebesar ini tanpa melakukan apapun. Dan apa tadi tak boleh keluar kecuali bersama victory, hoel... victory adalah lelaki sibuk.


"Oppa! "


"Aku tak ingin mendengarkan bantahan apapun darimu. "Bibir jane semakin melengkung kebawah. Ia tahu jika suaminya sudah berucap seperti itu maka ia harus melakukannya.

__ADS_1


victory menghembus nafas pelan saat melihat istrinya cemberut "jangan seperti itu, tersenyum. Aku tak suka melihat lengkungan bibirmu. "


jane mengangkat sudut bibirnya dengan paksa. jane bangkit dari duduknya.


"Ingin kemana? "


"Ke kamar mandi. "


victory mencekal tangan istrinya "tak perlu mansi untuk saat ini. Luka mu masih basah. "


"Tubuh ku lengket oppa. "


"Kalau begitu biar oppa memandikan mu. "


Mata jane melotot. jane memekik saat tiba-tiba victory mengangkat tubuhnya dan berjalan kedalam kamar mandi.


"Oppa. "


"Tenanglah sayang, aku suamimu. "


"Jika aku bisa memandikan mu kenapa tidak. Lagi pula aku sudah hafal semuanya. "victory terkekeh saat jane menatapnya tajam.


"Jangan membahasnya oppa. "victory kembali terkekeh kecil.


Selanjutnya jane berteriak kesal saat tangan suaminya sudah merambat ke mana-mana "oppa! "


"Aku menginginkan mu. "Bisik victory tepat di telinga sang istri.


Tubuh jane menegang. Otaknya sudah paham apa maksud suaminya itu.


"Opp... "


"Sekali saja. "

__ADS_1


jane dapat menangkap tatapan memohon dari mata suaminya. Ia jadi tak tega. Tanpa pikir panjang jane mengangguk kecil. Membuat victory tersenyum miring.


Dan ya, kalian pasti tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


Sedangkan dibawah sana nayeon tengah membawa nampan berisikan makanan untuk noona mudanya. Menaiki satu persatu anak tangga dengan hati-hati.


Nayeon mengetuk pintu kamar tuan mudanya. Tak ada sahutan dari dalam, membuat nayeon mengernyit. Dengan berani nayeon membuka pintu kamar.


Kosong!


Nayeon melangkah pelan. Meletakkan nampan berisi makanan itu di atas nakas dekat tempat tidur tuannya.


Nayeon menatap ke sekeliling, ia tak pernah masuk kedalam kamar tuan dan noona mudanya dan ternyata semewah ini. Membuat nayeon semakin bertekad untuk merebut hati victory bagaimana pun caranya.


Sayup-sayup telinga nayeon mendengar suara lenguhan dari kamar mandi. Nayeon melangkah mendekat. Suara lirih berserta umpatan semakin terdengar keras di telinganya.


Nayeon mencengkram gagang pintu kamar mandi. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Nayeon membuka pintu kamar mandi sedikit, untuk melihat apa yang sedang terjadi didalam.


Seketika tubuh nayeon menegang, lidahnya kelu, matanya memanas melihat bagaimana tuan dan noona mudanya bercumbu didalam bathtub. Nayeon menutup mulutnya tak percaya, sesegera mungkin nayeon menutup pintu kamar mandi dengan hati-hati.


Nayeon segera keluar dari kamar victory. Tak terasa air mata nayeon jatuh. Nayeon berlari kearah kamarnya, mengabaikan tatapan aneh para maid. Membanting pintu kamarnya.


Tubuh nayeon merosot dan terduduk dilantai.


"Kenapa rasanya begitu menyakitkan hiks... Aku mencintaimu victory, tapi kenapa aku tak bisa memilikimu. "Nayeon terisak sembari mengacak-acak rambutnya.


"Baiklah kim jane, kau yang memintanya. Kau yang memintaku untuk menyingkirkan mu. Maka aku akan benar-benar menyingkirkan mu dengan cara yang kejam. "Tangan nayeon terkepal kuat. Wanita itu tengah dikuasai oleh dendam dan Cinta buta nya.


Nayeon bangkit. Membuka laci miliknya, disana begitu banyak gambar berserta koran yang bergambarkan wajah victory.


Nayeon mengambil salah satu gambar victory yang pernah ia potret diam-diam.


Nayeon mengelus foto itu dengan berlinang air mata "kau milikku. "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2