![She Is Mine[Taennie]](https://asset.asean.biz.id/she-is-mine-taennie-.webp)
Update...
Kai berlari dengan langkah gontai menuju salah satu markas didalam hutan. Lelaki itu berusaha berlari sekuat mungkin dari kejaran anak buah victory yang sekarang tengah memburu dirinya.
"Sialan... Aku harus cepat sampai di markas mereka sebelum dia menangkap ku. "
Agaknya kai kurang berhati-hati dalam langkah nya. Ia tersandung agar liar yang membuat kakinya mengeluarkan darah.
"Sialan!"
Kai tergeletak menghantam batu kerikil di hutan itu. Pelipis nya mengeluarkan darah. Jika dilihat sekarang keadaan kai begitu memprihatinkan. Luka lebam di sekujur wajah, ujung bibir yang robek, perban yang melilit di perutnya tak lupa pula pakaiannya yang sudah robek tak terbentuk lagi.
Sekarang ditambah dengan keadaan kakinya yang terluka. Membuat keadaannya dua kali lebih mengenaskan lagi.
Kai menyeret kakinya, bersembunyi dibalik pepohonan saat ia mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat kearahnya.
"Seokjin. "Gumam kai.
Ya. Di sana seokjin berserta beberapa anak buah victory tengah mencari dirinya. Lengkap dengan beberapa senjata di tangan mereka, kai berusaha mungkin untuk sembunyi. Bisa mati dia jika tertangkap.
"Cari dia disekitar sini. "Bentak seokjin.
Anak buah seokjin mengangguk, mereka segera berpencar mencari kai yang kini tengah bersembunyi dibalik pohon.
Sementara di sana seokjin mendudukkan dirinya disalah satu pohon sembari mengawasi area sekitar. Kai mengumpat kesal, bagaimana caranya ia bisa pergi jika seokjin berada di sana.
Kai semakin merapatkan tubuhnya dengan pohon. Ia tak sadar bahwa dibelakang nya seseorang tengah menyeringai.
"Hmppppp... "
Orang itu membekap mulut kai hingga sang pemilik jatuh tak sadarkan diri.
"Bawa dia. "Ucap seseorang itu pada anak buahnya.
Ketiga orang itu segera membawa tubuh kai pergi. Tanpa sepengetahuan siapapun. Seokjin menajamkan matanya, sayup-sayup ia mendengar suara seseorang yang berjalan kearah dirinya.
Seokjin menoleh kesamping.
"Baby. "
Seokjin sungguh dibuat terkejut saat melihat sang istri kini tengah berada disampingnya dengan pakaian serba merah. Tak lupa wanita itu menutup wajahnya dengan cadar merah yang membuat nya semakin terlihat memukau.
"Ya, ini aku. "Jisoo melepaskan cadar yang melekat di mulutnya.
"Kenapa kau kesini. Disini tidak aman sayang. "
"Aku ingin ikut mencari lelaki sialan itu. Aku harus menyiksa lelaki itu karena telah berani mengambil jennie dari Taehyung bahkan melukai nya. "Ucap jisoo.
Seokjin tersenyum bangga "baiklah mari."
Seokjin mengulurkan tangannya pada sang istri, tanpa banyak ucap jisoo menerima uluran tangan suaminya dengan senang hati.
Sementara di ruangan gelap dengan dipenuhi obat-obatan. Kai terbatuk-batuk sembari membuka mata nya.
"Dimana aku. "
__ADS_1
Mata kai mengitari ruangan penuh debu itu. Luka disekujur tubuhnya telah diobati dan kakinya telah diperban.
"Kau sudah bangun. "
Suara derap langkah mendekati ranjang yang kai tempati. Sepatu bersih mengkilap itu berjalan dengan langkah besar menghampiri kai.
"Hyung... "
"ya, ini aku. "
Kai menghembuskan nafas lega. Ia kira anak buah victory yang membekap mulutnya, ternyata anak buah hyung-nya.
"Jadi ada kabar apa? Siapa yang mengganggumu bahkan membuat mu sampai terluka seperti ini? Apakah dia? "
"Ya siapa lagi kalau bukan lelaki sialan itu! Oh ayolah hyung bantu aku. "
Lelaki itu menaikan kedua bahunya seolah tak peduli. Membuat sang adik mengeram melihat sikap acuh sang kakak.
"Hyung ayolah. Kau tak kasian dengan adikmu. Ini juga sebagai tanda balas dendam mu padanya bukan, ayo lah hyung. "Kai merengek.
"Aku sudah berhenti bodoh, aku tak ingin mati ditangan lelaku sialan itu. "
Bahu kai melemas seketika, padahal tujuan satu-satunya adalah meminta bantuan Hyung-nya ini.
"Aku mohon hyung. Ini yang terakhir bantu aku."
Lelaki bernama lengkap kim suho itu memijat pelipisnya. Bagaimana ia membantu adiknya ini jika ia sudah berjanji kepada sang kekasih bahwa akan berhenti merajai dunia gelap.
Tetapi, ia sadar bahwa yang sekarang meminta tolong adalah adiknya. Orang yang selalu membantunya saat masa-masa sulit.
Sudut bibir kai terangkat. Ia memiliki banyak kesempatan sekarang, walaupun kemungkinannya sangat kecil untuk mendapatkan miliknya lagi.
"Berikan pasukan bersenjata berserta pasukan yakuza dari Jepang untuk ku. Itu sudah lebih dari cukup. "Ucapnya dengan smirk.
"Dasar psikopat."
"Yes, i'm. "
---------
Sementara itu ditempat lain lebih tepat di gedung tua tak terpakai bagian ujung hutan. Beberapa kelompotan lelaki bersenjata tengah bersujud takut karena kemarahan sang tuan.
Katana tajam itu diayunkan ke berbagai arah. Membuat siapa saja tak akan berani mengangkat kepalanya, kalau tidak bisa saja saat ini kepala mereka sudah tak lagi menempel ditubuh mereka.
"Aku tak mau tahu, cari dia di pelosok negeri ini. Jika bisa hancurkan seluruh markas yakuza yang ada di korea. "
"Hentikan kelakuan mu bodoh. "Dari arah belakang wanita berpakaian merah mendekat tanpa takut.
"Ada apa kau disini noona, hyung akan memarahi mu. "
"Aku di sini juga sialan. "
victory mengeram "kalian tidak mendapatkan lelaki itu. "
Wanita bercadar itu menggeleng tanpa takut "dia berhasil meloloskan diri. Mungkin saja dia sudah meminta bantuan kepada kelompok mafia bagian bawah, termasuk lelaki itu. "
__ADS_1
"Apa kau takut? "Lanjutnya.
victory terkekeh "tentu tidak, kenapa harus takut. Aku bahkan bisa menghancurkan markas hyung-nya itu dalam sekali layangan katana. "
"Dasar gila. "Umpat seokjin.
"Oh.. Sadarlah hyung, kau bahkan lebih gila dariku. "
"Berhenti berbicara. Lebih baik kau perintah anak buah mu itu untuk memeriksa beberapa cctv di bagian Timur. Aku melihat bercak darah di akar salah satu pohon. "Ucap wanita itu dengan santainya.
"Lebih baik kau kembali ke mansion. Jangan sampai istri mu menunggu dia sedang hamil. "
"Aku akan pulang. Sebagai gantinya kalian harus mencari lelaki itu sampai ketemu. Jika tidak gunakan wanita hyung-nya untuk memancing nya keluar dari sarang. "
Seokjin yang tengah bersantai di samping istrinya pun membuatkan matanya "jangan menyakiti nya bodoh, istri mu pasti akan marah. "
"I don't care. "
"Dasar tidak tahu diri. "
victory mengambil jas miliknya. Pergi dari markas tanpa memperdulikan umpatan demi umpatan yang hyung-nya layangkan.
Mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia merindukan istri cantiknya sekarang.
Hanya beberapa menit saja ia sampai di mansion. Berjalan dengan tergesa-gesa menaiki tangga. Melupakan lift yang tersedia di mansion miliknya.
"Sayang... Aku pulang. "
Dapat victory lihat sang istri tengah membaca majalah sembari mengelus-elus perutnya yang kini sudah sedikit buncit.
Sudah 3 bulan lebih jane menjaga sang buah hati.
"Berikan aku kecupan. "
Cup
"Lelah oppa? "
"Tentu tidak, karena aku telah melihat mu. "
jane terkekeh.
"Mandi lah oppa, aku akan menyiapkan air hangat untuk oppa. "
"Baiklah, sudah makan? "
"Sudah. "
"Gadis pintar. "
jane mengambil jas milik suaminya. Masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air mandi suaminya.
Namun pergerakan jane terhenti saat tangannya tak sengaja terkena cairan dari kemeja sang suami.
"Darah..."
__ADS_1
Bersambung...