![She Is Mine[Taennie]](https://asset.asean.biz.id/she-is-mine-taennie-.webp)
Update...
Di kediaman milik seokjin. Jisoo tengah menyiapkan beberapa perlengkapan senjata untuk suaminya yang sebentar lagi akan turun ke dunia hitam.
"Oppa apakah ini benar, aku hanya takut sesuatu yang buruk terjadi. Apalagi jika jane mengetahui semuanya."Ucap jisoo saat seokjin menghampiri nya.
Seokjin menghela nafas cepat, menatap lamat wajah sang istri "victory pasti sudah memikirkan ini matang-matang. Aku harus cepat membunuh kai, jangan sampai lelaki itu meminta bantuan kepada kelompok mafia lain untuk menghancurkan kita. "
"Baiklah lalau begitu, cepatlah pulang. "
Seokjin mengangguk, mengecup singkat kening sang istri lalu pergi. Jisoo menatap punggung suaminya yang mulai menjauh.
"Aku juga ingin turun tangan ke dunia gelap, rose pasti juga menginginkan nya. "Ucap jisoo dengan smirk.
•
•
•
Di ruangan yang gelap seorang wanita tengah terkapar lemah di lantai yang dingin, sekujur tubuh wanita itu dipenuhi oleh bercak merah, bekas sayatan dan yang paling parah kewanitaan wanita itu terluka.
"Kumohon ampuni aku. "
Lagi-lagi im nayeon bersujud di kaki victory untuk meminta permohonan maaf, dengan nafa sayang tersegel nayeon berusaha menyeret kakinya untuk menjangkau kaki victory.
victory menyingkirkan saat nayeon hampir menjangkau kakinya. "Jangan menyentuh ku sialan!"
Akhh...
Satu cambuk berhasil dilayangkan ke tubuh nayeon yang sudah tak terbentuk lagi.
"Kenapa kau jadi seperti ini, sadarlah aku mencintaimu. Aku adalah takdir mu dan aku milikmu. "Ucap nayeon tanpa takut. Wanita itu sungguh tak tahu tengah berhadapan dengan siapa.
Nyali nayeon seketika menciut saat mendengar gelak tawa yang menggelegar dari mulut victory. Ia terlihat begitu menyeramkan.
victory berjongkok dihadapan nayeon. Menampar pipi wanita itu.
"Tutup mulutmu sialan, kau tak akan pernah pantas manjadi milikku. Hanya istriku, wanita cantik yang kuat dan pintar yang pantas menjadi milikku. "
Nayeon mendongakkan wajahnya "dia pasti akan meninggalkan mu saat dia tau kau bukan malaikat dihadapan nya, dia akan meninggalkan mu saat dia tau kau adalah seorang iblis. "
Plak...
victory kembali menampar wanita itu. Ia bangkit dari, menatap nayeon dengan amarah.
victory menyeringai "aku tau, tapi sayangnya aku akan mencegah nya pergi dengan berbagai cara. Termasuk mengurungnya sekalipun. "
victory lantas pergi dari sana meninggalkan nayeon yang berteriak marah. Anak buah victory kembali menghampiri nayeon untuk membawa wanita itu ketempat semula, didalam penjara.
victory keluar dari ruangan gelap itu, tak lupa ia menekan tombol agar tempat gelap itu tertutup rapat. Menoleh kearah jam tangan miliknya.
"Sudah pagi."
victory cepat-cepat berlari menuju kamarnya. Dia tak ingin membuat jane menangis karena ia tak berada disisinya.
Saat memasuki kamar victory sudah disuguhkan dengan jane yang kini tengah terduduk di sisi ranjang sembari menatap nya tajam.
"Dari mana? "Tanya jane dengan mata yang berkaca-kaca.
victory meringis singkat, hormon istrinya sering sekali naik turun. Membuat dirinya sering kewalahan. Wanita itu sering menangis, merengek, bahkan sangat manja pada saat yang bersamaan.
"Dari ruang kerja sayang. "victory menghampiri sayang.
__ADS_1
"Kenapa kau bangun? Bukankah masih agak petang. "Tanya victory dengan membelai rambut istrinya.
Tanpa diduga jane menepis tangan victory kasar, bergeser menjauh dari sisi sang suami.
"Kenapa? "
"Wajah oppa menyebalkan, seperti singa. "
Rahang victory jatuh mendengar pernyataan istrinya. Heol... jane adalah wanita satu-satunya yang berucap itu padanya. Padahal diluar sana begitu banyak pujian para human untuk wajah tampan nya.
"Bau badan oppa tak enak, membuat jane mual. "Lanjut jane dengan suara kecil.
victory berusaha menggapai tangan istrinya, namun ia terkejut saat jane menepisnya dengan kasar.
"Jangan menyentuh jane. Oppa bisa kah oppa keluar dari sini, wajah oppa sungguh sangat menyebalkan. "
"S-sayang..."
victory berucap dengan terbata.
"jane ingin mandi. "
jane beranjak dari duduknya, melangkah menuju kamar mandi meninggal sang suami yang kini tengah menjatuhkan rahangnya tak percaya.
"Oh ya lord... Apa yang terjadi pada istriku. "Ucap victory dengan wajah memelas.
Sedangkan didalam kamar mandi jane menggaruk-garuk kepalanya sendiri .
"Kenapa muka victory oppa sangat menyebalkan hampir seperti singa, atau tidak seperti kera."
jane merendamkan dirinya didalam bathtub yang penuh busa. Menyandarkan kepalanya.
"Kenapa jane ingin berkencan lagi dengan seokjin oppa, ah tidak jane ingin berkencan dengan jimin oppa. "
"Oppa... "
victory menoleh.
"Ya ada apa sayang? "
hane berjalan mendekat. Seketika membuat taehyung was-was. Apalagi melihat jane yang mengigit bibir bawahnya. Ia belum siap mendengarkan lontaran kalimat dari mulut wanita itu.
"A-aku, ingin berkencan lagi. Tapi bukan dengan seokjin oppa, aku ingin berkencan dengan jimin oppa boleh kan?"
Bahu victory melemas, firasat nya memang tak pernah bohong.
"Yah tuhan... "victory memijat pelipisnya.
"Tak ada kencan lagi kali ini, diam di rumah. "Ucap victory tegas.
"Tapi oppa... "Bibir jane melengkung kebawah.
"Sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa mu. "Ucap victory sembari menarik tangan sang istri agar duduk dipangkuan nya.
"Siapa yang sakit oppa? "
"Kau. "
"aku?, jane tidak sakit. jane sehat kok. "
"Oppa tau, tapi kau harus tetap diperiksa. "
Bibir jane mengerucut tanpa sadar. Kenapa jane begitu kesal bahwa akan ada dokter yang datang.
__ADS_1
Tak lama pintu kamar terketuk, seorang maid masuk lalu membungkuk hormat.
"Dokter sudah sampai tuan. "
"Suruh dia masuk. "
Tak lama seorang dokter cantik datang dengan beberapa alat medis yang melekat ditubuhnya. Wanita itu membungkuk hormat. Tapi sayangnya jane mengeram saat dokter cantik itu menatap centil suaminya.
"Centil. "Gumam jane yang dapat didengar oleh victory.
victory terkekeh mendengar gumaman istrinya.
"Cepat periksa istri ku. "Ucap victory dingin.
Dokter bernama sowon itu terhentak. Ia terlalu larut menatap wajah sempurna milik victory.
"B-baik tuan. "
jane berbaring. Sowon berjalan mendekat memeriksa jane dengan telaten.
"Nyonya baik-baik saja. Mungkin karena faktor kehamilan membuat nya kadang-kadang bersikap aneh. "Ucap sowon dengan senyum paksa.
Tanpa aba-aba victory langsung saja menerjang tubuh istrinya. Memeluk wanita itu erat.
"Terimakasih sayang, terimakasih. "
jane membalas pelukan hangat suaminya. Ia tersenyum lebar, jadi selama ini ia menginginkan hal yang tak masuk akal karena mengidam.
Sowon menatap pasangan itu dengan tangan terkepal. Kenapa ia begitu marah, hanya karena melihat hal itu.
"Kau keluarlah. "
Sowon mengangguk. Dengan perasaan tak enak ia keluar dari kamar besar victory.
"Kau melupakan ku victory. "Ucap sowon sedih.
Sedangkan didalam kamar victory tak melepaskan rengkuhan nya. Ia masih Setia memeluk tubuh istrinya sembari berucap terimakasih tanpa henti.
"Sudah oppa. "jane mengelus-elus punggung suaminya.
"Aku bahagia. "
"jane juga. "
victory melepaskan pelukannya. Menangkup wajah sang istri.
"Jaga dia baik-baik nee, aku mencintaimu. "
jane mengangguk "jane juga mencintai oppa. "
victory kembali merengkuh tubuh istrinya. Menyamankan wajahnya dileher sang istri.
"Oppa. "
"Ya. "
"jane jadi berkencan kan dengan jimin oppa. "
Bersambung...
See you😘❤
__ADS_1