
Geetaaaaa..!!!" Bunda Bian menangis sejadi-jadinya melihat putrinya melakukan percobaan bunuh diri.
Pria yang menjadi kekasihnya meninggalkannya karena Geeta di anggap anak haram hasil perselingkuhan ayahnya dengan wanita lain.
Bang Angger menengadah tak sanggup melihat keadaan adik kandung terkecilnya yang terlahir tidak di rencanakan.
"Cari yang namanya Mulya..!!" Perintah Bang Angger.
"Kita urus Geeta dulu Bang. Setelah itu kita kita cari si Mulya." Saran Bang Anggara.
"Dia harus merasakan akibat dari ulahnya..!!!"
"Saya tau Bang, sabar dulu..!!" Kata Bang Anggara menenangkan Abangnya.
Terdengar suara Bunda Bian begitu histeris. Papa Dewa tak sanggup bicara apapun melihat tenaga medis sedang berusaha keras menjaga putrinya.
Setelah beberapa saat melakukan tindakan penyelamatan, dokter menarik nafas lega. "Geeta bisa si selamatkan. Obat tidur sudah di kuras dari lambungnya, darah dari sayatan di tangan sudah bisa di hentikan."
"Alhamdulillah.." seluruh anggota keluarga bisa berucap syukur.
"Bee.. kamu jaga adikmu..!! Kami mau pergi urus Mulya..!!" Pamit Bang Angger.
"Jangan le, tidak usah ribut dengan orang..!!" Cegah Bunda Bian.
__ADS_1
"Biar mereka pergi..!!" Papa Dewa memberikan ijinnya.
Mendengar restu sang Papa, Bang Angger pun pergi mencari Pratu Mulya. "Kamu tetap disini..!!" Perintah Bang Angger pada Letda Renash Hariral. "Minta seorang anggotamu ikut berjaga di ruangan ini..!!"
"Siap Abang..!!"
Bang Renash tidak berkata apapun tapi pandangannya mengarah pada Geeta yang sedang mendapatkan perawatan intensif di ruang gawat darurat.
'Tega sekali Mulya menyakiti kamu. Jika saja saya punya daya.'
Flashback Bang Renash on..
Beberapa jam yang lalu Bang Renash melihat Geeta tengah bertengkar dengan seorang pria. Pria tersebut adalah Pratu Mulya.
"Kalau saya tidak menghubungi kamu berarti saya sedang sibuk. Kamu tau sendiri tugas tentara itu banyak." Bentak Bang Mulya.
"Tapi tidak sampai satu minggu juga khan Bang. Geeta melihat Abang pulang sama perempuan lain kemarin. Dia siapa Bang?" Geeta ingin mendapatkan kejelasan dari kekasihnya itu.
"Kamu tidak usah mengurusi saya, urus saja ujian nasional terakhirmu."
"Apa Abang selingkuh? Apa salah Geeta Bang?" Tanya Geeta.
"Salahmu adalah banyak bertanya. Masih untung saya tidak memutuskan hubungan sama kamu. Ingat Geeta, silsilah keluargamu saja tidak benar. Saya ingin memiliki garis keturunan yang jelas, bukan hidup bersama dengan gadis yang berasal dari perselingkuhan ayahnya. Bagaimana dengan nazabnya."
__ADS_1
Seketika Geeta terdiam jelas sekali gadis itu down mendengarnya.
Bang Renash yang sedikit banyak mendengar cerita tentang keluarga panglima jelas saja ikut tidak terima dengan ucapan Pratu Mulya. Statusnya saat ini adalah ajudan putri kecil sang Panglima merasa tergugah untuk melindungi putri Panglima. Ia pun segera turun dari mobil lalu menghampiri Bang Mulya.
"Tutup mulut sampahmu itu Mul..!!"
"Siap salah Danton..!!" Pratu Mulya gelagapan saat Bang Renash menegurnya.
"Tau apa kamu tentang kehidupan dan keluarga Geeta?"
Pratu Mulya terdiam karena mungkin dirinya tidak bisa melawan atasan.
"Pergi kamu dari sini sebelum kesabaran saya habis..!!" Nada suara Bang Renash terdengar kuat sampai pengguna jalan di sekitar mereka pun ikut menatapnya.
"Siaap..!!" Pratu Mulya memilih pergi daripada harus berurusan dengan Letda Renash Hariral yang terkenal begitu garang dan keras pada para anggotanya.
flashback Bang Renash off..
.
.
.
__ADS_1
.