
"Gitu aja marah padahal sakitnya nggak seberapa." Gerutu Geeta karena menepis rasa bersalahnya karena sudah menindih Bang Renash. Jelas ia bersikeras tidak ingin di salahkan.
Bang Renash hanya melirik Geeta yang bersikap santai saja setelah menyakitinya.
"Mbak Geeta, nanti satu couple sama Mas Jeva ya..!! Seat sudah penuh dan para pelatih memilih seat depan daripada belakang." Kata seorang manager yang menangani Geeta San team.
"Jevaaa???? Yang ganteng itu??"
"Iya Mbak Geet."
"Okeeyy.. sebentar ya, Geeta dandan dulu." Sifat centil Geeta muncul begitu saja bahkan sengaja tak peduli dengan Bang Renash yang sedari tadi meliriknya.
Tanpa banyak bicara Bang Renash berdiri tepat di hadapan Geeta dan menatap gadisnya itu dengan tatapan tajam.
"Mau apa kamu??"
"Idiiih sewot amat. Mas Jeva itu ganteng. Atlet paling ganteng. Kapan lagi bisa duduk berdua sama atlet yang terkenal se Indonesia Mas."
"Eehh onde-onde pecah. Kamu nggak ingat statusmu??" Tegur Bang Renash.
"Selama janur kuning belum melengkung, kita masih bebas nge- fans." Geeta yang kegirangan segera meninggalkan Bang Renash tanpa banyak kata.
:
Geeta membuka kacamatanya melihat pria yang duduk di bangku sampingnya adalah Bang Renash.
"Apa-apaan nih??? Kenapa bukan Mas Jeva???" Protes Geeta.
"Bukan main, kamu atlet macam apa sampai tidak tau prestasi seniormu??? Menurutmu kenapa saya bisa jadi pelatih volly dan MMA??"
Geeta terdiam sejenak. "Apa Mas Renash terkenal??"
"Matamu rabun?? R. Hariral itu siapa????"
Geeta ternganga lalu menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Ia tidak menyangka bahwa atlet yang sangat terkenal dan berprofesi sebagai tentara itu adalah 'tunangannya' sendiri.
"Maaass.. minta tanda tangan..!!!!!!" Pekik Geeta di dalam pesawat.
"Ya Tuhan, kampungan sekali kau ya..!!" Bang Renash menoleh ke kanan dan kiri saling malunya dengan para atlet, manager dan pelatih yang lainnya.
"Ayo maaass..!!!"
__ADS_1
"Huusssttt.. nanti Mas tandai sendiri di kamar..!!" Kata Bang Renash.
"Okeeeyy.." jawab Geeta mungkin tak paham maksud Bang Renash.
***
Perjalan sampai ke USA sudah terlewati. Mess Geeta berada tepat di sebelah Mess pelatih.
Bang Renash menggaruk kepalanya sendiri, satu kamar atlet berisi dua orang, dengan kata lain Geeta tidak tidur sendiri dan dirinya yang tidur sendiri karena fasilitas untuk pelatih adalah kamar pribadi.
"Bang Renash, mau ke club nggak?? Ada tambahan fasilitas untuk kita merilekskan otot." Ajak Pak Abdul.
"Waahh.. saya nggak ikut Pak, mau istirahat saja. Badan saya pegal semua." Jawab Bang Renash.
"Makanya kita pergi kesana, semua pegal jadi hilang." Pak Abdul tak hentinya membujuk Bang Renash.
"Terima kasih pak, saya ingin tidur saja." Tolak Bang Renash yang selalu mengingat Geeta.
...
Hampir seluruh anggota team keluar mencari hiburan masing-masing dan baru esok hari mereka berlatih bersama.
Bang Renash berusaha menghubungi Geeta berkali-kali tapi panggilan teleponnya tidak di jawab.
Mengingat dirinya pernah membuat GPS untuk memantau keberadaan Geeta, ia pun segera mencarinya.
Love body night. Mata Bang Renash terbelalak, rahangnya bergemeretak saat tau Geeta berada di dalam ruang kehidupan malam yang begitu ekstrem di USA.
"Beraninya kamu ke tempat seperti itu tanpa ijin dariku Geetaaa..!!!" Rasa geram Bang Renash semakin menjadi mengingat ucap Pak Dewa yang mengatakan bahwa Geeta masih belum bisa menjauhkan diri dari minuman keras dan rokok persis seperti bakat kurang baik mendiang Mamanya yang akrab dengan dunia malam karena pekerjaannya dulu.
Tak membuang banyak waktu Bang Renash segera menuju tempat hiburan malam tersebut.
:
Bang Renash memperhatikan keadaan sekitar, tempat yang begitu mewah dan merupakan surga dari pelepasan hawa nafsu dunia. Bang Renash pun melangkah masuk ke dalam tempat hiburan malam.
Saat masuk di dalamnya sudah banyak kupu malam yang menyambutnya juga beberapa gadis pemberani yang menggodanya. Bagai artis papan atas banyak pasang mata melihat ke arahnya. Wajah Asia maskulin milik Bang Renash tak di ragukan lagi kualitasnya.
Mata Bang Renash menyisir ke seluruh pelosok ruang gedung hingga ia melihat pemandangan yang menjengkelkan hati. Langkah cepat menghampiri Geeta dan Bang Renash segera menarik lengannya.
"Ayo pulang..!!" Ajak Bang Renash.
__ADS_1
"Kamu ganteng sekali, tapi jangan coba dekati aku ya..!! Aku sudah punya tunangan, kurasa wajahnya mirip denganmu." Celoteh Geeta dalam keadaan setengah sadar.
"Kamu banyak minum Geeta. Saya tidak mungkin membawamu kembali ke mess dalam keadaan masih mabuk seperti ini..!! Panita bisa menjatuhkan diskualifikasi untukmu..!!" Bang Renash benar-benar kelabakan mengurusi Geeta yang banyak bertingkah.
"Jangan lapor sama Mas Renash ya, nanti Mas Renash marah.. galak sekali." Geeta meletakkan telunjuknya di depan bibir bermaksud agar Bang Renash mengunci rapat kejadian ini.
"Oya?? Kamu suka Letnan Renash atau tidak?" Tanya Bang Renash.
"Asalkan dia tidak galak, aku pasti suka. Oya.. apa kamu punya gadis yang kamu suka?" Geeta balik bertanya.
"Iya.. punya. Gadis nakal yang hanya bisa membuat huru hara." Jawab Bang Renash sambil membawa Geeta keluar dari gedung hiburan malam.
"Hukum saja..!!"
"Pasti, tidak ada ampun bagi gadis pembangkang."
...
Hari menjelang subuh tapi Geeta tak kunjung sadar dari mabuknya, Bang Renash pun sudah merendamnya di bathtub tapi Geeta masih saja memejamkan matanya.
Bang Renash menghubungi pihak panitia dan mengatakan bahwa dirinya bertanggung jawab atas atlet bernama Basageeta Trimelasti agar bisa tidak ikut dalam upacara pembukaan acara yang berlangsung di USA tersebut. Dengan segala upaya dan perundingan yang lumayan alot akhirnya Bang Renash mendapat ijin untuk hadir siang nanti dan tidak ikut dalam upacara acara pembukaan.
:
Satu jam kemudian Geeta terbangun dan melihat Bang Renash sedang menyeruput kopinya menatap luar gedung dan hanya mengenakan kimono handuk yang melekat di tubuhnya.
"Kenapa Geeta ada di kamar Mas Ren?" Tanya Geeta.
"Kalau tidak ingat ya sudah."
Geeta memercing merasakan seluruh tubuhnya ngilu tak karuan dan perih disana sini. Ia pun melirik tubuhnya juga memakai kimono handuk yang sama seperti Bang Renash.
Saat melihat jam di ponselnya, Geeta terlonjak kaget karena jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Maass.. kita telat..!!" Pekik Geeta.
"Telat yang ini masih bisa di atasi, setidaknya kita tidak panik menghadapi telat yang lain."
.
.
__ADS_1
.
.