Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
11. Tak ada lawan.


__ADS_3

Geeta dan yang lainnya berangkat menuju tempat tugas yang baru usai berpamitan dengan Papa dan Bunda. Tidak ada kesedihan berarti karena Geeta pun sudah memahami resiko menjadi istri seorang tantara.


Perjalanan menggunakan pesawat militer seperti ini sudah sangat biasa di alaminya dulu dan kini dirinya pergi menggunakan pesawat militer sebagai istri dari seorang tentara.


Hal berbeda di rasakan Bang Renash saat dirinya benar-benar kesulitan mengontrol rasa di dalam tubuhnya sendiri. Baru kali ini pria yang akan menjabat sebagai Danton Batalyon tempur harus merasakan mabuk udara. Seluruh crew sampai kebingungan merawat Danton yang tetap galak meskipun sedang tertimpa kesulitan.


"Ijin Danton.. biar saya pijat kepalanya." Prada Anton selalu setia berada di samping Bang Renash bahkan sampai mengikuti Bang Renash pindah tugas ke tempat yang baru.


"Nggak perlu, saya baik-baik saja." Tolak Bang Renash yang sebenarnya sangat membutuhkan bantuan.


...


Sekuatnya Bang Renash menyangga badannya bertopang pada tubuh Prada Anton yang memiliki tinggi seratus tujuh puluh dua sentimeter.


Bang Angger dan Bang Anggara yang tau kesulitan Prada Anton segera mengambil alih.


"Akhirnya datang juga. Kalian lama sekali?" Protes Danton yang juga adalah suami Mbak Beeya.. Letkol Chares.


Bang Renash memberikan salam hormat pada Bang Chares yang menatapnya dingin namun kemudian senyum pria itu mengembang sempurna.


"Ciyeeeee.. yang pindah ke pedalaman. Selamat menempuh hidup baru ya..!!" Ledek Bang Chares.


"Siap Bang..!!"


"Mana Geeta?" Tanya Bang Chares.


Para pria sudah melempar pandangan ke segala arah mencari keberadaan sosok Geeta dan akhirnya jauh di sudut sana.


"Masya Allah.. deeeekk..!!" Bang Renash menahan rasa mualnya dan menghampiri Geeta yang sedang memetik kacang panjang dan melahapnya di tempat. "Ini kebun orang. Kalau mau kacang panjang nanti Mas Ren carikan..!!"


Tidak ada satu pun yang berani berkomentar dengan ulah bumil.


Geeta melirik Bang Renash kemudian berjalan menjauh. Agaknya istri Letda Renash Hariral itu sudah merasa 'tersinggung'.


'Ya Tuhan.. marah lagi..!! Bagaimana cara membujuk Geeta biar nggak ngambek.'

__ADS_1


"Ren, ada danau pemancingan tidak jauh dari sini. Kamu bawa saja kesana. Mungkin istrimu bisa terhibur." Bisik Bang Chares.


"Siaapp.. terima kasih banyak infonya Bang."


...


Awalnya Geeta tidak tertarik dengan ajakan Bang Renash karena yang ia inginkan hanya makan saja.


"Bismillah sluman slumun slemet." Ucap Bang Renash karena Geeta sedang mengandung.


Geeta masih saja cemberut tidak mau bicara dengan Bang Renash. Diam-diam Geeta mengambil sebatang rokok dari saku tas pinggang Bang Renash.


Dari jauh Bang Renash melihat asap mengepul dari sekitar tubuh Geeta.


"Bukan main bikin dada panas saja punya istri muda." Gumam Bang Renash lalu berjalan menghampiri Geeta.


Geeta menoleh, tidak ada rasa takut sedikit pun bahkan saat Bang Renash sudah memasang wajah marah.


Melihat Geeta seakan membangkang, Bang Renash mengambil rokok dari tangan Geeta lalu menghisapnya sendiri agar rokok tersebut segera habis.


:


Geeta ingin menangis kencang saat Bang Renash menyuguhkan jus pare di hadapannya. Hukuman tersebut memang terbilang sadis dan Geeta semakin tidak bisa berbuat apapun saat Bang Renash berkacak pinggang di hadapannya.


Bang Renash bukannya tidak kasihan dan tidak memikirkan Geeta yang sedang hamil tapi sikap keras ini memang harus di lakukannya demi Geeta dan jabang bayi yang masih ada di dalam kandungan.


"Habiskan..!!" Perintah Bang Renash.


"Jangan Mas, nanti Gita pijatin deh, sama Geeta kasih bonus bakpao anget..!!" Bujuk Geeta melakukan negosiasi terselubung. "Hmm.. sama mendhut isi kelapa. Mau nggak?"


"Nggak..!! Nggak ada tawar menawar..!! Minum dan habiskan..!!!!" Bentak Bang Renash di balik rasa tidak teganya.


Geeta yang tak bisa berbuat apapun akhirnya pasrah dan meminum jus pare tersebut. Bang Renash memalingkan wajahnya menutup rasa sedih di hatinya.


"Hhkkkkk..."

__ADS_1


Bang Renash ingin menyentuh bahu Geeta tapi Geeta menepisnya dengan kasar.


"Hhhhkkkk.." Geeta terus saja muntah hingga tak mampu lagi menahan beban tubuhnya sendiri.


bruuugghh..


"Geetaaaa..!!!!!"


...


Bang Renash memijat keningnya sambil menggenggam tangan Geeta yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena tiba-tiba mengalami dehidrasi apalagi tempat yang baru tersebut bercuaca sangat panas terik namun berangin dingin.


Bang Angger, Bang Anggara dan Bang Chares menjenguk Geeta di rumah sakit beberapa para perwira yang lain.


"Belum juga lapor datang masa langsung buat istri tumbang?" Tegur Wadanyon saat melihat Geeta sedang marah dengan Bang Renash tapi sekaligus tidak ingin jauh dari suaminya itu.


"Siap salah Wadan. Ijin.. Letda Renash Hariral mulai hari ini berdinas di satuan yang baru..!!" Ucap Bang Renash lebih formal.


"Bagaimana ini? Surat nikah belum masuk. Nggak boleh lah Danton bawa pacar ke asrama. Biar tinggal di mess transit saja ya?" Goda Wadanyon.


"Siap laksanakan Bang..!!" Jawab Bang Renash hanya sekedar membalas candaan Wadanyon tapi kemudian ia memercing saat Geeta mengeratkan genggaman tangannya. "Aduuhh Bang, ternyata saya nggak sanggup jauh dari anak istri." Kata Bang Renash menahan sakitnya tangan yang baru saja di remas Geeta sekuatnya meskipun gadisnya itu terdiam membawa tubuh lemah dan wajah pucat. Harus di akuinya atlet MMA tidak semudah itu untuk di tumbangkan.


:


"Ayolah sayang, masa dari tadi ngambek terus nggak mau makan? Ini sudah jam berapa? Biasanya kamu sudah makan." Bujuk Bang Renash mulai cemas.


"Mas Ren minum jus pare campur cabe dulu baru Geeta mau makan." Balas Geeta.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2