Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
7. Masih menyembunyikan status.


__ADS_3

Geeta menangis sejadi-jadinya karena ketakutan. Bang Renash pun memeluk dan mengecupnya.


"Jangan pernah buat Mas Ren marah lagi. Kamu sendiri yang akan sakit nantinya."


Bang Renash tidak berbuat lebih dan hanya memberi sedikit pelajaran untuk Geeta. Pengenalan postur tubuh untuk hari ini cukup sampai disini. Sekedar salam tempel yang dirasa tidak berbahaya untuk kedepannya.


"Sakiit.." kata Geeta.


"Khan belum di apa-apain sama Mas Ren. Hanya nyenggol sedikit saja masa sakit??" Tanya Bang Renash merendahkan nada suaranya.


"Yang ketempelan itu Geeta, bukan Mas Ren."


Bang Renash tersenyum geli mendengarnya. "Maaf ya..!!"


Geeta mengambil tissue untuk membersihkan bagian tubuhnya yang basah sembari menarik selimutnya saat Bang Renash beranjak dari tubuhnya. Ia benar-benar malu harus mempertontonkan tubuhnya di hadapan seorang pria tapi tidak dengan Bang Renash yang santai saja merebahkan diri meskipun harus menunjukkan tombak sakti yang menjulang dengan gagah.


Geeta kembali mengintip dan bergidik ngeri. Ternyata 'benda' itu yang membuatnya tak karuan dan karena benda itu sudah menyerempet dirinya, akhirnya Bang Renash pun menjadi sedikit lebih jinak.


'Kurasa hanya ini caranya membuat Bang Renash tenang.'


Geeta menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan lalu mengusap air matanya lagi.


"Lihat apa? Mau lagi?" Tanya Bang Renash dengan mata masih tertutup.


Geeta gelagapan lalu memalingkan wajahnya. Memang tubuhnya ngilu dan sakit tapi tetap saja harus di akuinya ada sesuatu yang berbeda yang ia rasakan.


Ia terus berpikir, fenomena apa yang tengah si rasanya kini.


"Bagaimana kalau Bang Angger, Bang Anggara dan Mbak Beeya tau hal ini?" Pertanyaan Geeta membuat pandangan Bang Renash beralih ke arahnya.


"Mereka tidak akan tau selama kamu diam. Lagipula untuk apa kamu bercerita pada ketiga kakakmu?"


"Badan Geeta sakit semua. Ini namanya penyiksaan." Kata Geeta.


"Weeehh.. penyiksaan apa??? Tadi mas sudah mau berhenti, siapa yang nggak mau lepas??" Bang Renash ingat betul saat dirinya akan beralih dari tubuh Geeta tapi tak di sangka istri kecilnya malah menariknya kembali ke dalam pelukan, tidak hanya itu.. karena ulah Geeta juga dirinya yang hanya berniat memberikan syok terapy malah jadi bersilaturahmi sentuhan dan akhirnya tidak sengaja menebar bibit ****** yang entah tercecer dalam ruang indoor atau outdoor.


"Itu karena Geeta mendapat situasi yang terdesak."


"Terdesak itu melawan, kalau yang tadi itu namanya mengundang masalah." Jawab Bang Renash.


Geeta meremas selimutnya dengan wajah cemberut tak terima. Bibirnya manyun karena sekarang pikirannya blank.


"Dek.."

__ADS_1


"Apa??"


"Mas ajari sesuatu..!!"


Geeta berbalik badan, tidak ada kesiapan apapun ia harus menerima serangan cantik dari bibir Bang Renash, tangannya pun terarah menyentuh sesuatu dan dirinya yang tersentuh oleh jemari Bang Renash hanya bisa menurut tanpa bisa melawan.


...


Alia melihat Geeta lebih banyak diam. Ia menerka mungkin saja Geeta masih syok berat akibat keributan tadi.


"Geet.. kurasa Bang Renash ada hati sama kamu. Dia sampai rela dapat peringatan keras dan kartu kuning demi kamu."


Geeta tak menjawab apapun, pikirannya masih melayang membayangkan tombak sakti milik pelatih garangnya.


"Geeeeett..!!!"


"Eehh iya, apa Lia?"


"Kamu kenapa sih?? Lagipula kamu dari mana saja sampai pulang malam begini?" Tegur Alia.


"Eehh Alia, apa kamu pernah ciuman bibir?? Maksudku.. yang lebih dari sekedar ciuman."


"Hahahaha.. kau ini culun sekali. Aku ini wanita dewasa, jelas donk.. berhubungan badan pun aku sudah pernah. Sama Mas Pratama tuh." Jawab Alia.


"Iya, tapi aku sudah pernah membuka pakaianku di hadapan pria yang kucintai."


Geeta terdiam sejenak mendengar ucapan Alia. Ia masih menerka dan membayangkan maksud dari Alia tadi. Alisnya nyaris bersatu karena berpikir keras.


"Jangan bilang kau tidak paham.."


"Jelas saja aku paham. Aku ini wanita dewasa." Balas Geeta.


***


Geeta terus memperhatikan Bang Renash yang sedang berlatih MMA untuk memberi contoh pada rekannya namun pikirannya tidak mendengar arahan dan panduan dari Bang Renash sampai pria itu menegurnya.


"Kamu dengar atau tidak Geeta."


"Aku tidak tuli, jelas saja aku dengar." Jawab Geeta.


"Majuu..!! Tunjukan langkah yang sudah saya jabarkan..!!" Perintah Bang Renash.


Bang Renash yang belum siap tiba-tiba mendapat serangan membabi buta dari Geeta.

__ADS_1


"Geetaa????" Bang Renash sudah mundur tapi Geeta terus menyerangnya. "Kesurupan kamu ya???"


"Mas apakan Geeta semalam????" Protes Geeta.


Sontak Bang Renash mendekap dan membekap mulut Geeta agar tidak banyak bicara.


"Hhhhsstt.. kecilkan suaramu..!! Jangan marah dek. Nanti kita bicara. Nggak enak nih banyak orang."


Geeta menepis tangan Bang Renash lalu kembali menghajarnya.


"Geeta.. Geetaaaa.. sabar sayang..!!" Bujuk Bang Renash.


"Sayang.. sayang..!! Nanti kalau ada apa-apa sama Geeta atau Geeta sampai hamil bagaimana??" Ucap marah Geeta tak peduli dengan rekan satu team yang sudah menatap mereka berdua.


"Jelas Mas Ren tanggung jawab dek."


"Halaah mulut berbisa..!!!!!"


buuugghh..


~


Mas Pratama tertawa terbahak bahak melihat perkara yang terjadi antara Bang Renash dan Geeta. Apalagi saat ini Bang Renash tengah mengompres jidatnya dengan bantalan khusus karena beberapa bagian wajahnya ada yang memar.


"Kenapa tidak jujur dari awal saja Bang?"


"Geeta itu polos sekali, apapun yang saya bilang tidak akan di dengarnya kalau Geeta sedang marah."


"Hehehe.. saya juga momong usia dini kok Bang. Itu si Alia pacar saya." Jawab Bang Renash.


"Waduuuhh.. siap-siap pengaman Mas. Bobol di tempat bisa tamat kena warning." Kata Bang Renash. "Cepat di nikahi tuh anak orang."


"Saya sih sadar pengamanan, Bang Renash tuh."


"Saya sudah hati-hati. Aman lah. Jebol nggak jebol, saya nggak mikir." Jawab Bang Renash.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2