Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
14. Mas Ren berulah.


__ADS_3

Bang Renash membuka pintu kamar dan ia melihat Geeta sudah cantik duduk di atas ranjang.


"Ayo sayaaang..!!" Bang Renash bersiap membuka celana panjangnya, gesper ikat pinggang pun sudah di longgarkan.


"Iihh.. Mas mau apa?" Tanya Geeta dengan herannya karena tiba-tiba saja nafas Bang Renash memburu seakan penuh nafsu padanya.


"Katanya kamu mau yang panjang???"


"Kacang panjang Mas, bukan panjang yang lain. Mas nih mikir apa sih?" Protes Geeta.


"Astagaaa.. kamu ini bagaimana sih dek.as sudah tanggung nih. Tadi pulang kesini juga minum telur bebeknya Pak Samsul, terus gimana donk????"


"Lagian kenapa mikirnya kesana sih Mas??" Geeta merebahkan diri lalu beralih posisi menghadap tembok menghindari Bang Renash.


"Nggak, kudu selesai sekarang.. Mas banyak kerjaan, bisa amburadul kerjaannya Mas." Bang Renash tak mau tau, ia segera naik ke atas ranjang.


...


Bang Renash melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul dua belas kurang dua puluh menit yang berarti jam istirahat sudah nyaris usai.


Rasa malas masih bergelayut. Ekor matanya melirik Geeta yang nyenyak di bawah selimut tebal usai pertempuran mereka tadi. Telunjuknya menyentuh hidung mancung Geeta. Senyumnya tersungging tipis.


"Dasar betina, bilangnya nggak mau.. ogah.. capek.. sakit, seribu alasan lah kau buat, begitu di sudahi marah." Gumam Bang Renash.


Geeta menggeliat karena merasa tidurnya sedikit terganggu. Ia menarik selimut untuk menutupi dirinya sendiri.


"Iishh.." sejenak Bang Renash panik karena tubuhnya tidak lagi tertutup selimut. "Waaahh.. ini sih nggak bisa di biarkan..!!"


...


Junior Bang Renash sudah kebingungan menghubungi seniornya itu. Tidak ada jawaban saat menghubunginya.

__ADS_1


"Ijin Bang, tidak ada."


"Laahh.. kemana si Renash?? Saya belum memberikan tugas apapun." Danyon ikut bingung, ia segera menghubungi istrinya. "Maa.. apa hari ini Geeta mau ada perlu kontrol kandungan atau apa gitu? Ini Renash nggak ada kabar di kantor."


"Masa sih Pa? Sepertinya juga nggak ada tanda kabar apapun, apa terjadi sesuatu sama mereka Pa?" Tanya Mbak Beeya mulai panik memikirkan adik dan iparnya.


"Maa.. kamu jangan banyak mikir..!! Ini Papa mau bawa anggota mencari Renash..!!"


"Iya Pa, tolong cepat cari..!! Perut Mama kram rasanya."


"Iyaa maaa." Bang Chares menutup panggilan telepon itu lalu segera memerintahkan beberapa anggotanya untuk membantunya mencari Bang Renash.


...


Sengatan sinar matahari di panas terik, rambut Bang Renash masih basah usai mandi dan bersiap berangkat menuju Batalyon. Satu jam lamanya dirinya telat masuk kerja karena sibuk dengan urusan di rumah.


"Daan..!!!!" Pratu Wahyu berlari menghampiri Bang Renash. "Komandan ada disini????" Tanya Pratu Wahyu.


"Ya disini.. memangnya saya ada dimana??"


"Alaah kalian ini penakut sekali."


"Masalahnya Danyon juga melengkapi kami dengan persenjataan, khawatir Letnan hilang. Ibu Chares juga syok berat sampai di bawa ke ruang kesehatan." Lapor Pratu Wahyu.


"Haduuh.. yang benar kamu Yu..!!"


"Maass.. Geeta nggak bisa jalan." Rengek Geeta dari dalam kamar.


Sekelebat akal di kepala Bang Renash berputar cepat. "Geetaa..!!!"


...

__ADS_1


"Benar Bang, Geeta sakit.. saya nggak berani tinggal dia di rumah." Alasan Bang Renash karena menutupi rasa malunya yang luar biasa. Pandangan matanya pun mengarah pada Geeta untuk meminta bantuan.


"Ii_ya Bang, Perut Geeta tiba-tiba saja sakit. Nggak bisa jalan." Kata Geeta yang juga menutup rasa malu akibat ulah Bang Renash yang seharian ini kalap bagai singa kelaparan.


"Beeya sakit, Geeta juga sakit. Dokter standby pada kemana semua sih??? Ini bumil butuh bantuan..!!!!" Gerutu Bang Chares cemas dengan keadaan para bumil. "Ngomong-ngomong kamu beneran tawuran Ren??"


"Be_nar Bang." tenggorokan Bang Renash rasanya tercekat, mati kutu akan ulahnya sendiri.


"Sama kubu mana?" Selidik Bang Chares panik dan sudah bersiap mengabari DanPom littingnya.


"Kubu Queen fighter Redswan" jawab Bang Renash ragu.


"Sebentar, bukannya itu julukan Geeta di club MMA, dan kamu King fighter Black Scorpion???" Tanya Mbak Beeya.


"Ya itu, saya tawuran lawan itu."


Mata seisi ruangan memicing berpikir keras namun sesaat kemudian mereka mulai sadar.


"Gila kamu ya.. kita hampir buat keributan di dalam Batalyon sendiri. Manten anyar ya manten anyar Ren, tapi nggak begini juga caranya. Satu pleton saya kirim untuk memata-matai kubu luar, saya kira mereka bertingkah.. ternyata kamu yang berulah..!!!" Pekik Bang Chares kehilangan kesabaran. "Push up.. bikin onar saja..!!!!!!"


"Siap laksanakan Abang..!!" Bang Renash sudah bersiap mengambil posisi karena memang dirinya sudah membuat ulah.


"Mbak... Please jangan hukum Mas Ren.. Perut Geeta benar-benar sakit kok." Rintih Geeta. "Perut Geeta pengen di elus Mas Ren..!!"


"Ren.. berhenti Ren.. ini yang di perut lagi rewel." Pekik Mbak Beeya.


Bang Chares menggaruk kepalanya dengan bingung karena perintahnya tiba-tiba tidak berlaku.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2