Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
6. Cemburu.


__ADS_3

"Negatif..!!" Team kesehatan menyerahkan hasil test urine milik Geeta.


Geeta yang centil lalu berjalan ke arah Bang Renash, ia sengaja menabrak lalu mengibaskan hasil test tersebut di depan wajah Bang Renash. "Suci.. tanpa noda." Ucapnya penuh kesombongan.


"Banyak gaya kaliii kutil ayam ini. Bulan depan kau nangis berguling rata di lantai kamar." Gerutu Bang Renash.


"Bang Ren aman ya. Negatif semua hasil test nya." Kata team kesehatan.


"Oke.. terima kasih."


"Maas Jevaaaa.. hasilnya apa?" Geeta menyapa Jeva dengan gaya centilnya.


Tangan Bang Renash kemudian menyambar, memiting leher Geeta lalu menyeretnya agar berjalan menjauh. "Benar-benar harus diawasi punya cewek macam Geeta, salah sedikit bisa ngikut aliran sesat." Gumam Bang Renash.


Jeva kehabisan kata dan hanya melihat Bang Renash menyeret Geeta.


...


Latihan demi latihan untuk hari ini sudah terlewati di hari ini. Bang Renash merasa nyeri di dalam hati, latihan atlet sangat keras. Ia dan Geeta sudah bersama, jika Geeta terus berlatih keras seperti ini dan terjadi kehamilan maka resiko yang di hadapi akan sangat besar.


"Ada apa Bang?" Tanya Mas Permana.


"Begini Mas, ada yang mau saya bicarakan..!!"


...


Nafas Geeta terengah-engah mengejar bola kesana kemari. Beberapa dari panitia lain melihat sosok seorang Geeta yang sangat menawan.


Tetesan keringat dari keningnya membuat banyak mata terpana. Gadis cantik Asia keturunan asli Jawa yang limited edition karena memiliki tinggi badan sekitar seratus tujuh puluh lima yang ideal untuk seorang atlet namun masih saja terlihat mungil untuk atlet yang lainnya.


Mata Bang Renash pun tak lepas dari si cantik yang terus menguras energi pikirnya. Pria yang memiliki tinggi badan seratus delapan puluh lima itu tersenyum dengan pipi memerah memandangi sang istri namun perhatiannya harus teralihkan karena ada seorang atlet negara lain tersipu saat Geeta membalas sapaannya.


"I love you Gee..!!" Teriaknya membalas senyuman Geeta.


Rasa panas di dada Bang Renash meledak-ledak tak tentu arah. Sungguh dirinya tidak suka tatapan mata itu.

__ADS_1


"Will you marry me?"


Mendengar kata itu Bang Renash berdiri dan melayangkan bogem mentah tepat di wajah pria tersebut.


buuugghh..


:


"Mr. Hariral hit me..!!"


"Dia mengganggu konsentrasi anak didik saya..!!" Alasan Bang Renash tapi tidak dengan Mas Permana yang sudah paham alasan Bang Renash yang terkenal garang itu.


Para panitia lain berusaha mendinginkan suasana panas. Bang Renash yang keras kepala terus bertahan pada pendiriannya padahal sebuah kekerasan dalam lingkup pertandingan memang tidak di perkenankan dan dirinya mendapat 'kartu kuning' sebagai peringatan.


"Dia ( atlet yang mengganggu ) juga harus mendapatkan kartu kuning sebab memecah konsentrasi pemain, jika memang dia menjadi fans seharusnya bisa menunggu hingga pertandingan selesai." Kata panitia negara lain yang bersikap netral.


"Yes, I admit I was wrong for making a fuss."


Pria itu menyodorkan tangannya untuk meminta maaf tapi Bang Renash menyambutnya dengan sikap dingin.


"Hmmm.. don't disturb my wife anymore..!!"


Pria tersebut mengangguk.


-_-_-_-


Geeta sangat marah dengan kejadian tadi. Sampai malam tiba Geeta tidak mau bertegur sapa dengan Bang Renash.


"Geeta, kenapa kamu nggak angkat panggilan telepon saya..!!" Tegur Bang Renash.


Geeta tak menjawabnya dan terus berjalan menuju lorong mess nya.


"Geeta..!!!" Bang Renash terpaksa menarik tangan Geeta karena sudah kesal tidak segera mendapat respon dari istrinya itu.


"Marah dan selalu marah, apa itu bakat dari seorang tentara??? Tidak berpikir jernih di manapun berada hanya karena merasa cembur?" Jawab Geeta dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Rendahkan nada suaramu..!!" Pinta Bang Renash mengepalkan jemarinya.


"Kenapa?? Bosan dengan kelakuanku??? Menyesal punya tunangan sepertiku?? Kenapa Mas nggak paham kalau Geeta ini atlet yang bisa saja punya banyak penggemar."


"Saya tau Geeta, tapi meminta menikah dengan pasangan orang itu sungguh kurang ajar..!!" Kesabaran Bang Renash nyaris habis di bakar rasa cemburu.


"Itu hanya sekedar kata Pak Hariral. Hanya candaan yang selalu Mas ributkan."


"Kamu tau saya tidak suka memiliki saingan, pagi, siang, sore, malam saya jaga kamu mati-matian. Kalau saya nggak ada rasa sama kamu, nggak akan saya semarah ini." Bentak Bang Renash sudah meledak-ledak.


"Kita putus saja..!!"


"Putus matamu..!! Berani minta putus, saya hamili kamu..!!!!"


Geeta membuka jacket teamnya memperlihatkan tubuhnya yang hanya memakai jerohan satu tali di hadapan Bang Renash. Geeta pun kesal karena ucap kasar Bang Renash tidak bisa di kendalikan.


"Kurang ajar kamu ini. Rasanya kamu harus di beri pelatihan binsik tambahan..!!!" Bang Renash langsung memanggul Geeta dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Maaaaaaass.. Geeta nggak mau.. turunkan Geeta..!!"


"Turun saja kalau bisa..!! Kamu sendiri yang mencari mautmu..!!!!!" Bang Renash membuka kamarnya lalu menguncinya rapat.


"Maas Ren.. jangan donk.. Mas mau apa??"


"Hamil saja kamu.. jadi atlet buat Mas pusing." Kata Bang Renash kemudian mengacak-acak pakaian Geeta.


"Geeta lapor Bang Angger nih..!!" Ancam Geeta.


"Lapor saja.. ribut ya ribut..!!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2