
Demi Geeta agar bisa makan, Bang Renash rela menghabiskan segelas jus pare bercabe setan.
Meskipun harus mengeluarkan air mata dan perutnya ikut melilit tapi Bang Renash menahannya agar Geeta kembali mau makan.
"Lunas..!!" Bang Renash meletakan gelas besar berisi jus pare cabe. "Cepat makan nasinya, si adek pasti lapar sekali."
Bang Angger dan Bang Anggara tersenyum melihat pengorbanan Bang Renash untuk menyenangkan hati Geeta.
"Geeta maunya makan sambil mancing..!!"
Seketika ketiga pria ternganga sebab tadi Geeta adalah makhluk yang menolak keras untuk memancing.
"Ya sudah Geeta nggak mau makan..!!"
"Astagaaaa.. iyaaa.. kita mancing." Bang Renash pun mengijinkan Geeta untuk memancing ikan di malam hari.
Ketiga pria saling melirik dengan pandangan cemas.
Bang Renash segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Bang Angger.
...
"Bismillah.. sluman slumun slamet." Tak lupa Bang Renash selalu membaca mantra penyejuk hati miliknya.
Jarum infus masih menancap di punggung tangan Geeta tapi semangat untuk memancing masih sangat tinggi.
"Maaass.. Geeta dapat ikannya..!!" Teriak Geeta, bahagia tidak lepas dari wajah cantiknya.
"Manaa?? Mas saja yang tarik, ikannya pasti berat dek." Pinta Bang Renash secepatnya menyambar alat pancing dari tangan Geeta. Bang Renash sudah paham jika sesuatu yang sedang di tarik Geeta tersebut adalah sepotong enceng gondok sungai. Bang Renash terbatuk-batuk memberi kode bahwa Geeta sedang menunggu ikannya.
Di bawah gazebo sekitar danau sudah bersiap Bang Angger membawa seekor ikan mas, ia berlari menghampiri Prada Anton yang sudah siap di danau untuk menancapkan ikan mas hidup pada kail.
Setelah ikan tersebut siap, Prada Anton menarik tali pancing sebanyak dua kali yang berarti kail tersebut sudah siap untuk di angkat.
Bang Renash pun siap mengangkatnya dan benar saja, saat Bang Renash menariknya ada seekor ikan mas yang cukup besar.
"Yeeeaayy.. dapat Mas, ternyata Geeta juga berbakat memancing." Kata Geeta membanggakan diri.
"Iya donk sayang, istri siapa dulu..!!" Jawab Bang Renash. "Mau mancing lagi?" Tanya Bang Renash lagi padahal para Abang di bawah sedari tadi rasanya sudah masuk angin.
...
"Hatchyiiiii" Bang Angger, Bang Anggara dan Prada Anton bersin bersahutan karena kedinginan selepas membantu Bang Renash menyenangkan Geeta.
"Abang darimana? Bukannya ikut mancing sama Geeta. Abang nggak lihat bagaimana pintarnya Geeta memancing." Ucap Geeta dengan sombongnya sambil menunjukkan isi ember yang sudah penuh dengan ikan Mas.
__ADS_1
"Ngobrol tadi disana. Buat apa disini, sudah ada Renash juga." Jawab Bang Anggara.
"Lain kali lihat donk adiknya memancing. Kalau perlu belajar sama Geeta."
"Ya sudah ayo pulang, ini sudah sangat malam." Ajak Bang Angger.
Bang Renash tiba-tiba menjadi panik saat melihat papan bertuliskan 'KAWASAN EMPANG IKAN MUJAIR'. Ia pun melipir menutupi tulisan tersebut agar Geeta tidak menyadari ada sesuatu yang berbeda terhadap ikannya.
:
"Waaahh.. dapat lima belas ekor ya Mbak? Tapi kok ikan mas?" Tanya seorang pengurus empang di danau.
"Lho memangnya kenapa Mas?" Tanya Geeta.
"Seharusnya............"
Bang Renash segera memiting leher pengurus empang agar tidak banyak bicara. "Ya karena Mas Renash yang memancing.. ahhahahaha.....!!!!" Bang Renash bingung harus berdalih karena Geeta sudah menatapnya tapi kemudian jauh di sana ia melihat tulisan 'KAWASAN EMPANG IKAN MUJAIR'.
"Ada penjelasan?" Geeta mengedarkan pandangan pada keempat pria.
~
"Jadi begitu? Bang Anggara salah beli ikan. Niat Mas Ren juga baik kok dek. Pengen lihat kamu dan anak kita senang."
"Maaf, Mas salah." Jawab Bang Renash pasrah.
"Aaahh sudah, Geeta malas bicara sama Mas..!!" Geeta berjalan menuju ke mobil untuk segera menuju tempat tujuan yang sebenarnya yaitu tempat tugas yang baru dan mulai malam ini juga mereka akan tinggal di asrama.
***
Tengah malam mereka tiba di asrama. Anggota piket jaga yang mengantar Danton baru untuk masuk ke dalam rumah dinas mereka yang baru.
"Anton.. tolong carikan saya mangga muda..!!" Pinta Bang Renash berbisik pada Prada Anton.
"Ijin Dan, ibu ngidam?" Tanya Prada Anton yang sebenarnya sudah sangat mengantuk.
"Iya, cepat cari..!!"
"Siap..!!" Entah dimana di malam buta seperti ini seorang Prada harus mencari mangga muda permintaan Dantonnya.
:
Bang Renash sudah berganti pakaian dan memakai sarung, ia menyusul Geeta ke dalam kamar tapi siapa sangka Geeta malah mengusirnya.
"Geeta mau tidur sendiri..!!"
__ADS_1
Bang Renash menggaruk kepalanya. Pelipisnya sudah berdenyut kencang. Aliran darahnya sudah mandheg di bawah perut meminta perlakuan khusus.
"Ya masa suami istri tidurnya misah. Bagaimana kalau ada anggota yang lihat, Mas kesini khan bawa istri.. bukan bawa selingkuhan." Jawab Bang Renash.
"Nggak usah banyak alasan deh Mas, pasti Mas pengen asah tombak khan?"
"Nggak dek.............."
"Wajah Mas Ren sudah kelihatan mesumnya." Kata Geeta.
"Lah terus Mas harus minta sama siapa? Apa Mas harus minta sama Erni??" Tanya Bang Renash.
Seketika mimik wajah Geeta berubah drastis mendengarnya. Ia berdiri tepat di hadapan Bang Renash. "Erni???"
Bang Renash mengangguk ragu dalam keadaan tidak siapnya.
:
tok.. tok.. tok..
"Selamat malam.. ijin Dan..!!"
"Antoon.. tolong saya..!!" Terdengar suara dari dalam rumah Lettu Renash.
Prada Anton segera mengintip dari celah gorden. "Ya Tuhan.. Daan..!!"
Prada Anton menerobos masuk ke dalam rumah Bang Renash.
"Ijin Dan.. ini kenapa? Siapa yang melakukannya???" Prada Anton sigap menolong Bang Renash sembari meletakkan kresek berisi mangga muda.
"Hsstt.. kecilkan suaramu..!!" Bisik Bang Renash memercing kesakitan. "Jangan sampai istri saya bangun..!!"
"Siapa yang melakukannya Dan, biar saya hajar..!!" Prada Anton sungguh tidak tega melihat Bang Renash bersandar tanpa suara di samping pintu kamar.
"Coba saja kalau berani? Saya saja tidak berani, di banting bumil pun saya diam." Jawab Bang Renash.
"Siap Dan.. saya juga tidak berani."
.
.
.
.
__ADS_1