Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
13. Banyak mengalah.


__ADS_3

Bang Renash mengunyah potongan mangga muda dengan garam dan cabai. Tak jauh di sampingnya ada Prada Anton yang sedang tertidur nyenyak di sofa usai mengantarnya dari ruang kesehatan Batalyon.


Baru saja tiba di tempat tugas yang baru, Bang Renash sudah membuat keributan sampai seperti itu.


Lama kelamaan dirinya bosan terus saja mengunyah mangga muda dan akhirnya tertidur juga di sofa bersama Prada Anton.


...


Kumandang adzan subuh baru saja terdengar. Geeta keluar dari kamar dan melihat suaminya sedang tidur dengan posisi berpelukan mesra dengan Prada Anton.


Prada Anton memeluk tubuh Bang Renash dari belakang. Setengah mati Geeta jengah melihatnya.


Mendengar suara adzan Bang Renash pun mengerjab membuka matanya.


"Kamu sudah bangun dek?" Tanya Bang Renash.


"Jadi ini alasan Mas Ren membawa Om Anton?"


Bang Renash masih tertegun tak mengerti maksud perkataan Geeta sebab nyawanya belum seratus persen genap. Beberapa detik kemudian ia melirik tangan Prada Anton yang melingkar di pinggangnya bahkan pria itu sampai bertelanjang dada memeluknya.


"Astaghfirullah hal adzim.. Antoonn..!!!!!!"


"Siap.. hajar sekarang Dan..!!" Teriak Prada Anton.


buuugghh..


"Antoooooonn...!! Buka mata..!!!!!"


plaaakk..


"Daan.. kenapa hidungnya berdarah??" Tanya Prada Anton tanpa dosa.


...


Sejak tadi tidak sedikitpun Geeta tersenyum padanya juga tidak terdengar sepatah kata dari mulut Geeta.


"Mas suapi ya.. makan sedikit saja..!!" Bujuk Bang Renash. "Satu sendok saja. Mas mau apel pagi nih dek..!!"

__ADS_1


Geeta berdiri dan masuk ke dalam kamar membawa wajah kesal.


Campur aduk perasaan Bang Renash. Gemas, jengkel, bingung, salah tingkah namun juga sayang menghadapi ulah Geeta. Istrinya yang dulu tidak pernah berulah sekarang malah seakan wanita paling menguji kadar emosi dan 'imannya'.


"Mas nggak mungkin macam-macam sama Anton. Ya masa Mas mau main anggar sama Anton." Tak patah semangat Bang Renash membujuk Geeta. Ia melirik jam tangannya, masih ada waktu sekitar tiga puluh menit sebelum apel pagi.


'Sudahlah, mending di hukum komandan daripada ribut sama geeta.'


"Nengokin si kecil yuk, biar seger tuh si cilembu di ajak mandi pagi..!!" Bang Renash mengangkat tubuh istri mudanya itu. Jelas sekali Bang Renash melihat seulas senyum dari wajah Geeta. "Owalaaahh, kangen wae kok ngajak ribut..!!"


Bang Renash tak peduli meskipun tangan sampai pinggangnya sedang terkilir dan hidungnya sedikit membengkak, rasa paling berbahaya dalam hidupnya adalah menghadapi ngambeknya Geeta.


"Badan Mas Ren nggak sakit semua?" Tanya Geeta.


"Nggak.. lebih sakit menahan rindu." Bang Renash menidurkan Geeta perlahan. "Service kilat, sebentar saja.. Mas Ren mau lapor datang..!!" Tak membuang banyak waktu, Bang Renash segera melaksanakan patroli pagi.


...


Kening Bang Chares berkerut melihat tangan Bang Renash terlilit dan bergantung di pundak.


"Kenapa nih?? Baru juga datang."


"Masa prajurit tempur kalah sama istri." Tawa Bang Chares begitu terdengar lepas dan tanpa beban.


"Baaaang..!!!!!" Teriak Mbak Beeya.


Seketika hilang lenyap suara tawa Bang Chares. "Iya sayang..!!"


"Beeya khan bilang tadi baksonya nggak pakai kecap. Abang selalu nggak ingat deh." Protes Mbak Beeya sudah cemberut.


"Ini sayang.. itu.. aaaahh pasti Abang baksonya nggak dengar Abang bilang apa. Cckk.. keterlaluan, padahal Abang sudah bilang lho.. Jangan pakai kecap." Jawab Bang Chares serius.


"Balik lagi dah Bang. Beeya nggak suka..!!" Pinta Mbak Beeya.


"Okee.. siap sayang."


Bang Renash mendekatkan wajahnya ke telinga Bang Chares. "Masa prajurit tempur kalah sama istri Bang?" Bang Renash balik meledek Bang Chares.

__ADS_1


Bang Chares melirik Bang Renash dengan rasa gemas. "Waaduuuhh.. berani kau rupanya sama senior ya..!!!!"


"Siap salah Bang, tidak berani..!!" Jawab Bang Renash.


"Jungkir balik kau tanda selamat datang..!!" Perintah tegas Bang Chares. "Berani kau menghina Abangmu ya.. Abang ini bukan tidak berani, tapi segan mau ribut sama istri." Kata Bang Chares berkilah.


"Siaap.. sama lah Bang, saya juga segan mau ribut. Sekalinya ribut si Geeta malah hamil. Bingung saya jadinya."


"Renaaaaaasshh.. saya nggak bercanda..!!"


"Betul Bang, saya baru sekali ribut sama Geeta.. eehh perut Geeta langsung bengkak." Bang Renash terus mengajak bicara, sengaja mengulur waktu dan membuat Bang Chares terkena omelan Mbak Beeya, rasanya melihat Bang Chares tersiksa adalah sesuatu yang sangat menyenangkan.


"Abaaaang..!!!!!!!"


"Iya sayang. Otewe nih..!!" Bang Chares menjawab teriakan Mbak Beeya. "Alamaakk.. Danyon di perintah." Gumamnya.


ddrrtt.. ddrrtt.. ddrrtt


Bang Renash segera mengangkat panggilan telepon dari Geeta.


"Kenapa dek..!!"


"Maaass..!!"


"Apa sayang??" Suara Bang Renash merendah mendengar suara Geeta yang lembut mendayu.


"Geeta mau ........ panjang."


"Haaahh.. apa yang panjang?" Bang Renash sedikit kesulitan mendengar suara Geeta karena sinyal ponsel yang hilang timbul.


tuuuutt......


"Apa nih yang panjang??" Gumam Bang Renash, tiba-tiba pipinya menjadi warna sembur merah. "Masih jam sembilan pagi.. minta yang panjang????? Aaahh pulang saja, siapa tau tadi Geeta masih kurang main yang panjang." Bang Renash tersenyum tipis salah tingkah sendiri.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2