Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
2. Perlahan membuka tabir


__ADS_3

Malam itu Bang Renash melihat aura kesedihan dari wajah Geeta. Geeta menangis sejadi-jadinya di dalam mobil.


"Kenapa Papa harus menikah lagi??? Geeta tidak ingin ada di dunia ini. Sebenarnya Geeta ini anak dari pernikahan atau bukan????" Teriak Geeta dengan segala rasa frustasinya.


"Kamu jangan terus berteriak. Jika body mobil ini bisa bicara dia akan pecah karena dengan suara cemprengmu..!!" Tegur Bang Renash.


"Antar Geeta pulang..!!" Pinta Geeta.


"Siaap..!!"


...


Papa Dewa melihat putrinya berlari masuk ke dalam kamar dan Bunda Bian segera menyusulnya.


"Ada apa Ren??" Tanya Papa Dewa.


"Ijin Dan, saya tidak tau pasti tapi Mbak Geeta sempat ribut dengan Pratu Mulya.


"Dia lagi, Papa nggak percaya kemarin aku bilang laki-laki itu pernah memukul Geeta." Kata Abeeya.


"Coba kamu cari Pratu Mulya. Suruh menghadap ke ruangan saya besok pagi."


"Papaaaaa.." jerit Bunda Bian.


Flashback Bang Renash off 2..


"Uuugghh." Bang Renash meraba dadanya karena saat itu dirinya sendiri yang membantu Pak Dewa menggendong Geeta menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Pak Dewa tak sanggup melihat putri bungsunya nyaris meregang nyawa karena putus cinta.


"Danton.. saya ijin ke toilet. Nggak kuat lihat Mbak Geeta, perut saya mules." Kata Prada Anton.


"Kamu ini, bagaimana nanti kalau istrimu melahirkan?? Ya sudah sana..!!" Bang Renash pun memberikan ijinnya untuk Prada Anton.


***


Prada Anton tidur dengan menjulurkan kakinya bahkan makhluk berpangkat Prajurit Dua itu tidak memberi space untuk Dantonnya bisa duduk.


Bang Renash pun juga merasa tidak tenang dan mondar mandir di sekitar kamar rawat Geeta yang belum juga sadar dari pengaruh obat.


"Ren..!!" Sapa Pak Dewa.


"Siap Panglima.. ijin arahan..!!"


"Siap.." Bang Renash menjegal kaki anggotanya tersebut.


"Heeehh b*****t, cari masalah kamu sama saya..!!!!" Dengan mata masih memerah, Prada Anton menantang orang yang menendangnya.


"Kamu yang b*****t.. cepat jaga ibu dan Mbak Geeta. Kalau ada apa-apa segera hubungi saya..!!" Perintah Bang Renash.


"Siap Danton..!!"


:


"Mungkin dosa saya sangat besar sampai putri kecil saya sampai disakiti seperti ini. Dulu saya tidak adil dengan Mamanya Geeta karena takut menyakiti Bundanya. Balasan dari Tuhan ini ribuan kali lebih sakit dan saya tidak bisa melupakan Mamanya Geeta yang sudah ada di surga."

__ADS_1


Bang Renash menunduk tak berani menjawab curhat dari panglimanya.


"Wajah Geeta sangat mirip dengan Mamanya.. sangat mirip, semuanya tanpa terkecuali. Allah masih berbaik hati agar saya bisa melihat wujud istri saya dalam bentuk yang lain. Geeta pelipur hati saya di kala merindukan Mamanya." Pak Dewa mengusap wajahnya.


"Sabar komandan."


"Jika nanti kamu mencintai seorang wanita, cintailah dia dengan tulus dan berikan jiwa ragamu tanpa takut. Karena jika kamu sudah kehilangan maka nyawamu pun tidak akan sanggup menggantinya." Kata Pak Dewa.


"Siap Komandan. Akan saya pergunakan sebagai pedoman hidup..!!" Jawab Bang Dewa. "Ijin.. kalau boleh saya tau, siapa nama ibundanya Mbak Geeta?"


"Gita.. Raden Ayu Anggita Prabasari dan saya menyematkan nama Basageeta Trimelasti agar Geeta putri kecilku memahami jiwa harum ibunya akan melekat padanya." Jawab Pak Dewa.


"Siap.. saya paham Komandan."


"Daaann.. ijin Dan..!! Mbak Geeta marah di kamar, Ibu Sabian tidak sanggup mengatasi." Lapor Prada Anton sembari terengah-engah karena berlari.


"Mabuk tuak kau ya?? Lalu kenapa kamu kesini??? Cukup hubungi saya dan kamu handle keadaan sampai saya datang." Tegur Bang Renash.


"Siap..!!" Prada Anton kembali berlari tanpa dosa.


"Ya Allah Gustiii.. IQ nya betul-betul di bawah rata-rata. Kenapa dia bisa lolos jadi tentara???" Gerutu Bang Renash sembari berjalan cepat menuju kamar rawat Geeta.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2