Si Garang Vs Si Centil

Si Garang Vs Si Centil
4. Menyelamatkan diri.


__ADS_3

"Ini terpaksa."


"Bilang yang baik..!!" Kata Bang Renash.


"Iihh.. nggak akan." Tolak Geeta.


"Ya sudah, kamu pulang saja pakai jalan kaki. Lagian kita sudah putus." Ledek Bang Renash.


"Iyaaa.. kita putus, tapi Geeta pinjam uang." Geeta merendahkan kalimat terakhirnya.


Bang Renash terus saja berjalan seolah tidak mendengar pinta Geeta.


"Maaass..!!" Geeta menghentakan kakinya karena jengkel dengan sikap cuek Bang Renash. Sadar tidak ada perhatian dari pria itu, Geeta pun berbalik arah dan melangkah pergi.


Entah sudah sejauh apa Geeta melangkah tapi kemudian ada yang mengenakan jaket di pundak Geeta.


"Mandi dulu, nanti Mas Ren antar pulang." Kata Bang Renash kemudian meninggalkan Geeta.


Geeta tersenyum, ternyata pria kaku itu masih punya rasa perhatian padanya. Geeta berbalik tujuan dan segera mandi.


...


Bang Renash membaca info bahwa Geeta akan menjalani latihan dan tanding di USA selama tiga bulan. Hatinya mendadak gelisah tak karuan. Bukannya ia tidak bisa hidup jarak jauh namun memang hubungan jarak jauh membuat banyak resiko apalagi Geeta masih belum bisa di katakan wanita yang dewasa, pemikirannya terkadang berubah-ubah menyesuaikan jati diri sedangkan dirinya adalah pria dewasa yang memiliki komitmen dalam hidup. Ingin satu kali menjalani hubungan dan di dalam payung pernikahan.


"Bagaimana ini?" Gumamnya.


"Apa yang bagaimana? Pulang ya pulang." Jawab Geeta tidak paham duduk masalahnya.


...


Malam hari tiba.


Bang Renash langsung menghadap Pak Dewa untuk mengutarakan niat dan tujuannya.


"Maksudmu.. mau menikahi Geeta sebelum berangkat ke USA?" Tanya Pak Dewa.


"Siap..!!"

__ADS_1


"Nggak bisa Ren. Abang dan kakaknya belum tau. Geeta masih baru delapan belas tahun. Baru saja lulus sekolah. Beeya juga baru menikah." Pak Dewa menolak permintaan Bang Renash untuk menikahi Geeta.


"Baik Panglima, tidak masalah. Nanti sekembalinya saya dari USA.. komandan bisa dapat cucu double. Dari Mbak Beeya satu, dari saya satu." Jawab Bang Renash dengan entengnya.


"Ajudan koplak, kamu mau mengancam saya???" Bentak Pak Dewa.


"Yaaa.. siapa yang tau disana kami berbuat apa. Jauh dari pantauan orang tua. Mess terpisah tapi kami tetap bisa menyewa apartemen untuk weekend." Lembut tutur kata Bang Renash namun tetap saja hal itu membuat ketar ketir orang tua manapun yang mendengar.


"Dengar Renash.. saya memilihmu menjadi ajudan melalui seleksi yang ketat dan cukup tinggi, bagaimana bisa kamu yang berakhlak sangat baik dan memiliki ilmu keyakinan yang mumpuni tapi bisa berbicara seperti itu????"


"Segala yang ada di dunia ini memiliki batas, saya pun memahami batas kesanggupan saya sendiri."


Tak sengaja saat itu Geeta melintas melewati ruang tamu hanya memakai hot pants dan tank top nya. Mata Bang Renash mengarah mengikuti gerak tubuh Geeta, tidak berkedip hingga gadis itu menghilang dari pandangan.


"Renasssshhh..!!!!!!" Pak Dewa melempar bantal sofa menghantam wajah Bang Renash.


"Siaapp..!!"


"Apa belum cukup kamu menjadi tunangan Geeta??" Ucap Pak Dewa lagi.


"Cukup Dan, cukup membuat saya cemas. Tunangan belum bisa mengikat apapun dan tidak melindungi harga diri dari perbuatan terlarang." Jawab Bang Renash tanpa takut sedikit pun. "Tidak ada jaminan saya kuat iman menahan hasrat saya, saya pria normal....."


***


Bang Renash melihat Geeta sudah tidur, langkah kakinya mendekati Geeta lalu mengecup keningnya.


POV Bang Renash on..


Geeta, kamu gadis pertama dan gadis tercantik yang pernah kutemui. Maaf kalau saya terkesan memaksamu dan meminta pada orang tuamu dengan cara seperti ini tapi mataku terlalu lelah menguji imanku yang begitu tipis.


Saya tidak ingin kenikmatan yang sesaat ini membuat kamu sakit hati terhadap saya, maka dari itu saya mengambilmu dengan cara saya meskipun kamu tidak suka.


Geeta, saya akan berusaha menjaga diri saya agar tidak menghalangi karirmu.


POV Bang Renash off..


...

__ADS_1


Geeta bangun dari tidurnya dan melihat Bang Renash sedang tidur di lantai kamarnya.


"Kenapa Mas tidur dikamar Geeta??"


"Yang penting saya tidak tidur di ranjangmu." Jawab Bang Renash dengan santainya.


"Hahahaha.. takut ya? Geeta aduin sama Bang Angger nih." Ancam Geeta.


"Mau mengadu ya adukan saja. Abangmu bisa jantungan karena adiknya tidur satu kamar sama ajudan."


Geeta celingukan berpikir kenapa Papanya tidak melarang ajudannya masuk ke dalam kamar putrinya.


"Mas Ren guna-guna Papa ya?? Nggak mungkin Papa mengijinkan Mas Ren masuk di kamar ini kalau tidak ada sesuatu."


Bang Renash memilih diam daripada terjadi keributan dan mengundang perhatian anggota jaga di kediaman panglima.


"Maass.. iihh keluar nggak??? Geeta hajar juga nih." Ancam Geeta kemudian memasang kuda-kuda.


"Jangan ribut dek, masih pagi nih..!!"


"Sholat Mas..!!!! Mas sudah kena ilmu hitam." Pekik Gita kemudian melompat bersiap menghajar Bang Renash namun tak sengaja kakinya terselip di bawah karpet hingga dirinya jatuh di atas tubuh Bang Renash yang sedang telentang.


"Deek.. deeeekk.. Hwaaaaaaa..!!!!"


buuugghh..


"Hadeeeeeehh.." Bang Renash menggelinjang kesakitan.


"Maaf Mas, nggak sakit khan???" Tanya Geeta merendahkan nada suaranya.


"Nggak sakit darimananya Geetaaaaa??? Hhhhh.. kamu minta di suwir???????"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2