
Inilah final yang di tunggu para atlet.
Bunyi bel tanda pertandingan sudah usai. Geeta bersandar pada ring pembatas dengan nafas tersengal. Ia menatap Bang Renash dengan pandangan yang sudah mulai buram.
Bang Renash merasa ada yang berbeda dari Geeta segera menghampiri.
"Ada apa?? Kenapa banyak gerakan yang lost dan tidak stabil. Fokus pada lawan, konsentrasi Geeta..!!"
Geeta tak bisa banyak bicara, tapi Bang Renash merasa ada sesuatu yang tidak biasa.
"Tolong beri saya time out sebentar saja. Geeta butuh waktu karena tiba-tiba drop."
~
Segala cara sudah di usahakan Bang Renash. Tinggal satu babak lagi untuk Geeta meraih medali emas tapi Geeta semakin lemas.
"Kalau tidak kuat lagi ya sudah, Mas bilang ke panitia untuk diskualifikasi saja."
Geeta meraih tangan Bang Renash agar suaminya itu tidak membatalkan pertandingan ini.
"Geeta, ayo masuk..!!" Perintah Mbak Erni.
"Geeta sudah tidak sanggup lagi. Ajukan diskualifikasi biar saya yang tanggung jawab. Dana pinalti saya yang urus.
"Nggak bisa Bang. Geeta harus maju."
"Saya nggak akan mengorbankan apapun tentang Geeta. Kesehatan jauh lebih penting..!!"
Terjadi perdebatan sengit, Bang Renash terus berusaha melindungi Geeta dengan caranya.
Sekuat tenaga Geeta berdiri dan melanjutkan pertandingan MMA sore hari itu.
:
Tidak ada suami yang sanggup melihat istrinya berjuang mati-matian meskipun semua demi sebuah karir yang cemerlang. Mata tidak menangis namun hati menangis sejadi-jadinya melihat perjuangan Geeta.
Satu tendangan penutup, Geeta sanggup meraih kejuaraan bersama tumbangnya istri dari Letda Renash Hariral itu.
"Geetaaaa..!!!" Bang Renash langsung melompat tak peduli banyaknya orang yang memperhatikan dirinya disana.
"Geeta menang ya Mas?? Geeta hebat khan??" Tanya Geeta memandangi wajah Bang Renash yang memerah menahan tangis.
"Sangat.. sangat hebat, Mas bangga sama kamu."
Geeta tersenyum, setelahnya ia tidak tau lagi apa yang terjadi.
...
Masih dengan perawatan lapangan, Geeta menyaksikan Bang Renash bertanding di arena. 'Tunangan'nya itu begitu gagah menjatuhkan lawan tanpa ada masalah berarti. Keningnya berkerut karena fans Hariral yang di dominasi kaum hawa untuk begitu banyak.
__ADS_1
'Hitam dekil begitu kok ada saja yang suka.'
Geeta memalingkan wajahnya karena terlalu kesal. Sesaat kemudian ada bunyi pluit yang menandakan bahwa pertandingan telah berakhir dan Bang Renash memenangkan pertandingan dengan sempurna.
Tak disangka saat itu Mbak Erni berlari ke panggung arena, wanita itu memeluk Bang Renash kemudian mencium pipinya.
Kejadian itu seketika membuat Geeta meradang, jika saat yang lalu dirinya hanya mendapatkan kata 'i love you' dari fansnya namun kini Bang Renash mendapatkan peluk cium dari fans wanita sekaligus team kerjanya.
"Maaf Erni. Jangan begini..!!" Bang Renash sedikit menjauh apalagi tatapan mata Geeta sesaat tadi sudah menusuk tajam ke arahnya. Siapapun tau bahwa Geeta adalah 'tunangan'nya namun entah kenapa Mbak Erni bisa seberani itu memeluknya.
"Geeta masih tunanganmu, kecuali dia istrimu baru aku mundur." Kata Mbak Erni tanpa takut.
Pandangan mata Bang Renash terus menatap Geeta yang masih duduk dengan jarum infus menancap di punggung tangannya.
"How are Gee??" Seorang pria mencium pipi Geeta lalu mencium punggung tangannya dengan rasa hormat kemudian pria itu memberi Geeta sebotol air minum.
"I'm fine. Thank's" senyuman Geeta begitu manis membuat hati Bang Renash balik meradang.
Hati Bang Renash mengumpat hingga akhirnya ia berjalan menghampiri Geeta.
"Mas sudah bilang jangan kecentilan di depan pria lain. Apa masih kurang Mas setor peluru jet sampai kamu harus melirik laki-laki lain???" Tegur Bang Renash.
"Hey bro..."
"Shut up..!!!!" Bentak Bang Renash. Emosinya kembali meledak.
Geeta masih duduk santai saja melihat Bang Renash yang sudah mulai berkacak pinggang.
"Selama saya jadi pelatihmu, saya berhak berteriak bahkan untuk memberimu peringatan..!!" Ucap keras Bang Renash.
Geeta tak menggubris ucapan Bang Renash, tangannya menyambar Snack box yang ada di sampingnya. "Geeta pengen es krim Mas."
Bang Renash terdiam sejenak, entah kemana jalan pikirannya hingga dirinya salah tingkah mendengar permintaan Geeta.
"Nanti, kamu belum sehat..!!" Tolak Bang Renash masih stabil dengan gaya garangnya.
"Tapi pengennya sekarang."
"Ini masih di arena Geeta, banyak orang." Bang Renash berdehem melonggarkan jalan nafasnya yang mulai tersendat. Tangannya menyambar handuk Geeta dan melingkarkan di pinggang untuk menutupi celana boxernya yang kini sudah terasa sesak.
Seorang panitia USA menghampiri Geeta, ia menyatakan bahwa Geeta tidak jadi mendapatkan medali emas karena terjadi sebuah pelanggaran.
Bang Renash yang tau ada kecurangan di baliknya memprotes keras aturan tersebut.
~
Setelah terjadi perundingan yang alot, Geeta harus melepas jarum infus di punggung tangannya untuk mengulang satu set pertandingan.
"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Geeta, seluruh kepanitiaan ini akan saya tuntut dan membuat kalian bermasalah. Kalian harus ingat jejak digital adalah hal yang luar biasa."
__ADS_1
"Baik Pak Hariral..!!" Pihak kepanitiaan negara lain menyetujui hitam di atas putih yang ada di ajukan Bang Renash.
:
Satu kali Geeta mendapat hantaman. Rasa panik Bang Renash mulai tergugah. Mata Bang Renash memicing memperhatikan gerak Geeta yang tidak seperti biasanya. Ia mendekati ring.
"Arahkan tendanganmu ke dada saja..!!" Perintah Bang Renash tapi tenaga Geeta seakan tak cukup mengarahkan tendangan ringan itu.
Satu hantaman mengarah ke perut Geeta. Dengan langkah cepat, Geeta menyambar lengan lawan, memiting, merobohkan lalu menguncinya. Lawan pun akhirnya menyerah. Bel berbunyi tanda pertandingan usai.
Mata Geeta menatap mata Bang Renash dengan lekat. Tetap seperti tadi, Bang Renash melompati ring pembatas, kali ini ia membopong Geeta keluar dari arena.
"Kenapa? Ada apa?? teknik yang mudah saja tidak bisa kamu lakukan. Mas sudah berulang kali mengajarimu..!!" Bang Renash mengusap peluh di kening Geeta.
"Sepertinya Geeta lebih menguasai ring kecil yang mas siapkan untuk kita berdua." Jawab Geeta.
"Siapa yang mengajarimu senakal ini??" Tanya Bang Renash. "Kalau soal itu kamu sudah pintar, Mas Ren sembah sungkem, sendiko dawuh, angkat tangan, pasrah, manut ilmu kanuraganmu. Wanita Sholehahnya Mas Ren."
Geeta menyembunyikan wajahnya di dada Bang Renash dan hal itu semakin membuat Bang Renash bingung.
"Bilang dek, Mas nggak tau kode alam mu..!!"
"Pulang nanti kita nikah ya Mas..!! Jangan di tunda sampai tahun depan..!!" Kata Geeta.
"Katanya kamu mau ikut kejuaraan di Malaysia??" Tanya Bang Renash.
"Telat Mas."
"Belum telat, Mas baru mau daftarkan kamu untuk ikut turnamen." Kata Bang Renash.
"Geeta sudah telat haidnya."
Seketika Bang Renash terduduk lemas. Pikirannya buntu, wajahnya memucat, saat itu juga dirinya teringat perjuangan Geeta dalam pertandingan MMA tadi. Ia memeluk Geeta dengan erat.
"Kamu itu tolol atau dungu???? Kenapa nggak bilang sama Mas????? Benar-benar buat emosi saja..!!"
"Kalau Geeta bilang sama Mas Ren pasti sama Mas Ren langsung nggak boleh tanding, khan sayang duitnya."
"Ya Allah Geetaaaaa.. Mas getok juga kepalamu." Bentak Bang Renash tak sabar lagi. "Sudah telat berapa hari???"
"Dua bulan Mas."
"Allahu Akbar.. Geetaaaaaaaaa..!!!!!! Astaghfirullah.. ulahmu ini buat Mas Ren gegar otak tau nggak?????? Melengseng kemana jalan pikiranmu??????
.
.
.
__ADS_1
.