Sincerity Of Love

Sincerity Of Love
Bab 10


__ADS_3

Hati Aira bgtu sakit, selain tidak peduli Daiyan jga sangat merendahkanya, Aira tak menyangka , gemuruh yg sejak tadi ia tahan ahirnya di luapkan juga.


"Aira,,,,,,,"


Husna tak sengaja melihat Aira yg tampak kacau.


" YaaAlloh Ai,,,, kamu kenapa ,,"


Husna memeluk Aira.


Tangis Aira semakin menjadi, Husna masih dengan kebingunganya menenangkan Aira.


Lama Aira menangis , ia meluapkan semua kekecewaan dan sakit hatinya yg selama ini ia pendam.~~~~


" Astaghfirulloh Ai,,,,,"


husna kaget setelah mendengar Aira bercerita semuanya.


" jangan kasih tau siapapun..."


ucap Aira datar.


" tenang Ai,,,,yg sabar ya , aku yakin kamu pasti bisa lewatin semua ini,,,"


" semoga ya hus,,,doain aku supaya kuat,,"


"tentu Ai,,," mereka berpelukan.


"Ai,,, aku rasa kamu gak boleh diem terus deh, buktikan bahwa kamu berwawasan luas, ubah penampilanmu, toh dia bilang lakukan sesukamu, asal tidak keluar dari koridor,,,"


"maksud kamu,,,"


" Nanti malam dateng kan ke acaranya mbak monik,,,?"


Aira mengangguk.


" bagus, ikut aku Ai,,,"


Husna menarik Aira.


" kemana hus,,,,"


"udah , ikut aja,,,"


Hari ini Husna mengajak Aira jalan-jalan, berharap Aira sedikit melupakan kejadian tadi.


"makasih hus,,,kamu memang temanku yg paaliing baik,,,"


" paan sih Ai, yuk cari kado buat Mbak monik, aku jga mau cari sesuatu buat kamu"


"buat aku apa,,, dimana "


"tuh,,,,"


Husna menunjukan sebuah toko yg terlihat lengkap.

__ADS_1


__________________


Daiyan terus memikirkan Aira, iya ingin menjelaskan sesuatu padanya, namun Aira tak ada di manapun ia cari.


Malam hari di kediaman Monik sangat ramai, para tamu sudah banyak yg hadir.


 


Daiyan pun sudah terlihat disana dengan balutan setelan jas berwarna abu\-abu, auranya pakin terpancar, Monik jga terlihat sangat anggun dengan gaun senada dengan Daiyan , ya Daiyan memang di minta untuk mendampingi Monik malam itu.


 


Aira datang bersama husna , malam ini Aira terlihat berbeda ia memakai gamis yg terlihat sangat cantik nan anggun berwarna lilac dengan jilbab senada yg di padukan dengan sedikit aksesoris dan sedikit memoles make up di wajahnya.


Johan terpaku melihat kedatangan Aira, ia merasa takjub dengan wanita yg ia kagumi, baru kali ini ia melihat Aira menggunakan makeup.


 


johan memegang dadanya..


 


"ren,,,tolongin gue,,,"


"kenapa lo jo,,,"


Rendi, Daiyan juga monik melihat ke arah pandangan johan.


Deg,,,,,,


"Aira,,,,"


monik menyambut kedatangan Aira,,,


"selamat ulang tahun mbak monik,,,"


"makasih ra,,,,yuk aku kenalin ketemen aku,,,"


Aira dan husna mengikuti monik,.


Entah apa yg di rasakan Daiyan, ia diam tak berkutik sama sekali.


" kenalin ra, ini temen -temen aku Rendi johan dan Daiyan, mereka semua dokter,,"


Aira mengatupkan kedua tangan .


"Ai,,,gimana tangan kamu,,,"


" sudah baik dok, terimakasih ini semua berkat dokter..."


Johan tersipu malu.


"itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter,,"


"Ra,,, ini Daiyan yg pernah aku ceritain ke kamu,,,"

__ADS_1


Daiyan kaget Monik memperkenalkan dirinya.


Aira tersenyum kecut.


"oh, ini dokter Daiyan yg kata mbak monik malu punya istri santri, yg kurang wawasan dan cupu..."


Husna menimpali ia merasa geram melihat Daiyan.


Aira memegang tangan husna.


"oiya kalian dateng berdua,,,"


ucap Rendi mengalihkan pembicaraan.


" iya, kami datang berdua,,,"


"pas bgt kalau gitu, pesta ini sudah di konsep, nanti ada kuis jadi kalian harus berpasangan, nah kamu tinggal pilih Ai, ada dua dokter yg nganggur tuh,,," ucap Monik


" maaf mbak tapi kami membatasi bersentuhan dengan yg bukan mahrom.."


"gak sampai bersentuhan kok Ai, cuma ngambil nomer bareng aja nanti yg beruntung dapet hadiah liburan dari ayah aku..."


Ahirnya aira mengalah, johan dengan sigap mempersilahkan Aira untuk mengambil nomer undian.


Daiyan merasa sangat tak nyaman melihatnya.


mereka menikmati pesta dengan riang kecuali Daiyan yang sedari tadi diam.


"yuk yan, ambil nomor bareng gue,,,"ajak Monik.


Daiyan yg sedari tadi memperhatikan Aira, ia melihat Aira pergi ke kamar mandi, Daiyan segera menyusulnya, ini kesempatan untuk berbicara dengan Aira.


"sorri mon gue ke toilet dulu..."


dengan cepat Daiyan mengikuti Aira, beruntung tak ada orang di toilet.


Aira kaget melihat Daiyan berdiri di depan pintu kamar mandi, karna ia memakai sepatu hig hils, ia tak menjaga keseimbangan dan terjatuh, beruntung Daiyan dengan sigap menangkapnya.


deg,,,deg,,,


entah jantung siapa yg berdetak.


"maaf " ucap Aira,,,


" saya mau jelasin yg tadi,,, bukan begitu maksud saya, yg di bicarakan monik____"


"tidak masalah dok,,,"Aira menyela.


"saya tidak marah, saya cukup sadar diri,,"


"dokter johan sudah menunggu saya permisi,"


Aira melenggang meninggalkan Daiyan.


Daiyan memukul tembok merasa frustasi, ia merasa dirinya memang sudah keterlaluan, dan juga terganggu dengan johan.

__ADS_1


__ADS_2